Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
in view


__ADS_3

hampir dua minggu Midea menghabiskan waktunya di apartemen rahasianya. ia hanya ingin menenangkan diri. sesekali jika ia pun keluar hanya berjalan memasuki hutan yang ada di belakang apartemen.


entah mengapa jika memasuki hutan seperti ini pikiran Dea menjadi tenang. perasaannya begitu damai. Dea seperti enggan keluar dari sini. ia membuka mini bag nya. menuliskan sesuatu di diarynya.


"Damai berada disini. seperti aku menyatu dengan alam ini. apakah mungkin dulunya aku terlahir dari sini?".


Dea menghirup dalam nafasnya. ia melihat sebuah tanaman yang bila tersentuh sesuatu menguncupkan daunnya. Dea tertarik menyentuhnya. Daun tersebut menguncup terkena sentuhan ujung jarinya. Dea begitu penasaran ia melakukannya sekali lagi dan lagi.


begitulah seterusnya. hingga Dea merasa kelelahan karenanya.


Dea melihat jam tangan mahal milik Justin yang ia dapatkan sebagai mahar, ketika ia memaksa Justin menikahinya dulu. waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore. berarti sudah cukup lama Dea meninggalkan apartemennya yang sedari habis sarapan pagi.


akhirnya Dea mengambil foto daun tersebut dan mengambil satu batang untuk di bawa pulang.


...----------------...


Hampir dua minggu Justin merasakan nikmat menjadi pengantin. hari ini adalah hari terakhirnya menghabiskan sisa honeymoonnya.


Namira masih tertidur pulas dengan balutan selimut putih yang menyatu dengan kulit putihnya yang polos. malam tadi mereka menghabiskan malam yang penuh gairah bersama.


Justin tersenyum melihat kepolosan sang istri. ia mencium kening sang istri. Justin membuka ponselnya memeriksa email yang masuk. karena hampir dua minggu ia meninggalkan pekerjaannya.


ia membaca satu persatu. tak ada yang mengkhawatirkan. semua berjalan lancar hingga satu email datang dari Alan seminggu yang lalu yang belum di buka Justin


"maaf pak. tapi sudah seminggu saya check cctv tidak ada pergerakan di apartemen bapak".


"saya mencoba masuk menggunakan keycard cadangan bapak. nyonya Midea tidak ada di tempat. suasana ruangan masih sama seperti seminggu yang lalu"


Justin mengerutkan keningnya. Justin membuka kembali satu email baru dari Alan


"kondisi apartemen masih sama pak. tidak ada tanda tanda nyonya Midea pulang".


dari dalam hati Justin yang terdalam sesungguhnya ia penasaran tentang keberadaan Midea. bagaimanapun ia masih membutuhkan Midea untuk mengurus perceraiannya nanti.


"kak". Namira memanggilnya pelan.


"lagi apa? ". lanjut Namira seraya bangun dari tidurnya dan merapatkan duduknya disamping Justin.


"cuma periksa email masuk sayang". jawab Justin seraya meletakkan ponselnya di atas nakas.

__ADS_1


"aku laper kak. kita keluar makan yuk".ucap Namira manja


Justin yang melihat sang istri yang lagi muncul mode manjanya menjadi geregetan karenanya


"yuk. tapi kita mandi dulu ya? ". ucap Justin


Namira menganggukkan kepalanya dan beranjak dari ranjangnya ke kamar mandi begitupun Justin mengikutinya dari belakang.


alhasil suasana pagi itu memanas kembali. setelah keduanya dirasa cukup puas mereka pun mengakhiri ritual mereka dan mandi yang sebenarnya mandi.


...----------------...


Andra yang dua minggu ini lagi puyeng dengan urusan kantor yang menumpuk. bahkan ia pun juga harus bolak balik antara Jkt dan Sumatera.


belum lagi sang Ibu menelponnya setiap hari untuk pulang kerumah. entah apa kali ini si Ibu memaksanya untuk pulang.


Indra yang melihat sikap Andra yang gelisah jadi bertanya tanya.karena dari kedatangan mereka berdua ke kantor pusat untuk melakukan meeting untuk membuka kontrak baru baik dengan agency periklanan dan model yang digunakan untuk brand ambasaddor produk mereka. bahkan meeting untuk menarik investor baru.


"Andra. kenapa sih dari tadi sikap lu ga tenang gitu. kita lagi kerja ni. bentar lagi si boss pulang. ntar ga beres kerjaan. yang ga cuma lu yang kena semprot. gue juga Andra". dumel Indra


"ada apa sih. cerita ke gue sekarang". pinta Indra


"ya udah lu pulang aja dulu. mungkin memang emergency dra, lu ga takut apa?. maaf sih bukan untuk nakutin. bisa jadi ibu lu suruh pulang ya... ". Indra menghentikan ucapannya.


sementara Andra jadi was was karenanya. ia pun berfikir sama. kali ini ia membenarkan perkataan Indra.


"Ya udah gue pulang besok. lu ga apa jika gue tinggal ni". tanya Andra ke Indra


"ga apa. kan lusa si Justinnya udah balik kok". ucap Indra.


"ok. besok gue berangkat pagi. naik kereta". jelas Andra


"kenapa ga pake pesawat mas bro kan lebih cepet". saran Indra


"ahhh bosen. udah dari sumatra kemari naek pesawat. masa satu pulau naik pesawat lagi. minimal selama gue disini ya gue rasain view pulau jawa sesekali. udah lama tau ga sih lu.. gue pingin rasain lagi perjalanan sewaktu gue pulang kampung dari JKT ke Jgj pas masih mahasiswa dulu". ucap Andra bernostalgia


"iyelah yang lagi pingin bernostalgilak". cibir Indra beranjak pergi menuju kantinnya..


"sirik aja lu". sahut Andra sembari melempar gulungan koran ke arah Indra yang keburu menutup pintu ruang meeting tersebut.

__ADS_1


...----------------...


setelah jadwal kuliah praktikum selesai. Jasmine dan Retha menyerahkan proposal untuk penelitian mereka pada Satria.


"pak ini proposal yang udah kita siapin untuk meneliti di pabrik bapak". ucap Retha


"ya udah nanti saya akan jumpai ceo nya lang sung buat tanda tangan. minimal wakilnya. " ujar Satria


Jasmine dan Retha saling pandang.


"loh bukannya bapak Ceo nya ya? ". tanya Retha penasaran


Satria tersenyum. dan berbalik arah memandang Retha dan Jasmine.


"saya di sana cuma sebagai penanggung jawab lab.". ucap Satria


"loh tapi kemarin bukannya semua berkas dan dokumen segitu banyaknya urusan ceo nya yang tanda tangan". tanya Retha penassaran


"kamu ingat ga nama pabriknya apa kemarin?" tanya Satria


"itu hanya sebagian kecil tha. sebenarnya perusahaan yang akan kalian teliti itu besar. cabangnya ada dimana mana". jelas Satria


" jabatan yang saya duduki adalah sebagai pengawasan dan penanggung jawab di bagian labnya termasuk bahan baku yang di sediakan layak pakai atau tidak. jadi mengenai ceo dan wakilnya kantornya ga disana melainkan sedikit dekat dengan kampus kita". lanjut Satria


"jadi perusahaan yang sering kita lewati klo ngampus pabriknya yang kemarin kita kunjungi pak". tanya Retha kembali


satria menganggukkan kepala.


"kamu kemana aja sih tha. anak daerah sini masa ga tau sih". ucap Satria geleng geleng kepala


"ga nyimak pak. aku pikir lain perusahaan pak"


Ucap Retha sambil nyengir


"sekarang kamu bisa berbangga dikit kalo kamu pernah menjadi bagian dari perusahaan tersebut. ya meskipun hanya ber status sebagai peneliti sementara". ucap Satria


"iya juga sih pak". jawab Retha di barengi tertawa kecil mereka antara Jasmine dan Satria.


jangan lupa like vote n komen nya ya...

__ADS_1


__ADS_2