Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
doorprize


__ADS_3

"demikianlah untuk praktikum kita hari ini. kumpulkan laporan kalian seperti biasa". ujar Satria mengakhiri kelasnya hari ini.


"oiya satu lagi ada pesan dari bapak Yuda buat kalian. sudah bisa ajukan judul minimal tiga dulu. nanti masalah mana yang di terima urusan belakangan. hanya itu pesan beliau" ujar Satria menambahi


"wuissss... mantap..pak Yuda". ujar Ravi senang


"memangnya kamu sudah punya judulnya".tanya satria


"hehe baru satu pak yang ada". kekeh Ravi.


"its ok. kamu tinggal ajukan dua lagi". ujar Satria menyemangati mahasiswanya.


"oke semuanya. sampai jumpa di praktikum selanjutnya". satria menutupi kelasnya dan para mahasiswa/i pun keluar dari lab tersebut


Satria mengetik pesan ke Retha dan Jasmine


"selesai ngampus kita ke lokasi penelitian buat untuk ajukan proposal".Satria


"baik pak". balas keduanya


selang beberapa jam kemudian...


Retha dan Jasmine menunggu Satria untuk menuju lokasi yang akan mereka jadikan proyek karya tulis ilmiah mereka


tin. tin. bunyi klakson mobil mengagetkan keduanya. satu pintu terbuka dan keluarlah seorang laki laki yang mereka kenal


"Rendi".pekik keduanya


Rendi melambaikan tangannya dan membuka pintu mobil di belakangnya dan mempersilahkan kedua temannya masuk mobil.


setelah mereka masuk diikuti Rendi yang mengambil posisi duduk di samping kemudi.


"kok kamu bisa sama pak Satria". tanya Retha


"aku mau nimbrung sama kalian boleh tak?". jawab Rendi


Retha melirik Jasmine. Jasmine mengangguk.


Rendi yang melihat anggukan Jasmine tersenyum.


"thanks ya Jasmine. kau memang baik hati". puji Rendi


"alah kau ada maunya memuji anak orang. tau kali aku apa yang ada di kepala kau tu". cibir Retha


"e.. tidak lah aku memang tulus. memang si Jasmine ini baik kali orang nya. sama seperti mamanya. oiya ngomong ngomong mamamu apa kabar Jasmine?". ucap Rendi

__ADS_1


"baik".jawab Jasmine singkat tetapi tatapannya menjadi sendu jika sudah menyangkut mamanya.


sementara Retha mengambil satu tangan Jasmine dan menggenggamnya erat sambil menepuk nepuk punggung tangannya. Jasmine melihat Retha dan tersenyum.


Retha yang mengetahui tentang penyakit mama nya Jasmine sedari awal kepulangan Jasmine.


saat itu Retha yang selalu melihat Jasmine terlihat murung semenjak kepulangannya dari rumah mamanya di kota Pdg dan Retha memaksa Jasmine untuk bercerita. di situlah Retha mengetahui segala yang terjadi di diri Jasmine.


Retha pun ikut bersedih dan menangis mendengarnya. karena Jasmine hanya memiliki mamanya saja di dunia ini.


selang satu jam kemudian. perjalanan menuju pabrik farmasi pun akhirnya sampai. mereka semua keluar dari mobilnya satria.


mereka bertiga tampak kagum dengan bangunan yang berdiri tegak dan kokoh di hadapan mereka.


"yuk masuk. jangan lupa pakai maskernya". ajak Satria


Satria mulai memperkenalkan seluruh ruangan yang ada di bangunan pabrik tersebut. hingga akhirnya mereka di persilahkan masuk ke salah satu ruangan yang tampak seperti ruangan ceo.


seseorang mengetuk pintu dan Satria di persilahkan masuk. seorang wanita berhijab dengan pakaian yang rapi seperti seorang sekretaris dengan tag name Rita Arliantika


"pak ini data dan dokumen yang harus di tanda tangani. ini adalah bahan baku dari para petani di B pak. dan juga sampel obat yang sudah jadi ada di ruangan uji klinis pak".ucap Rita


Satria tanpa ragu menandatangani dokumen tersebut.


"oiya Rita ini adalah mahasiswa saya. mereka akan melakukan penelitian di pabrik kita. berikan data yang diperlukan untuk penelitian mereka. mereka juga yang akan membantu saya nantinya untuk penelitian bahan yang akan kita ajukan ke kantor pusat nantinya". jelas Satria panjang lebar


sementara Jasmine, Retha dan Rendi terperangah melihat asisten dosen mereka. mereka seperti mendapat doorprize hari ini. karena mereka tak menyangka dibalik tampilan kakak kelas mereka yang sederhana. siapa sangka kalo asisten dosen mereka seorang Ceo juga.


...----------------...


Justin terjaga dari tidurnya. ia melihat sang istri masih terlelap di sampingnya. ia menyelipkan rambut sang istri ke telinganya dan mengecup lembut pipinya.


Namira mengerjapkan matanya dan memandang sang suami yang telah bangun duluan dari dirinya


"morning bee.". ucap Justin begitu melihat sang istri terbangun.


"hmm. morning too". balas Namira tersenyum


Justin mencium kening Namira lembut. dan mengajaknya mandi bersama. Namira beranjak dari tidurnya dan mulai melangkah ke kamar mandi.


"aww.. kak.. "teriak Namira


"knp? ".tanya Justin khawatir


"sakit kak" isak Namira

__ADS_1


Justin tersenyum melihat rengekan istrinya. ia menghapus airmata sang istri dan membujuk nya agar berhenti menangis.


Justin masuk ke kamar mandi menyiapkan air hangat untuk sang istri. setelah selesai ia keluar dan menggendong Namira.


"kak mau kemana? ". tanya Namira yang tiba tiba di gendong.


"mandi sayang". jawab Justin sembari melempar selimut yang melilit tubuh Namira. hingga ia kembali terlihat polos.


"kak.. aku malu". rengek Namira


"kakak udah liat semuanya sayang". bisik Justin. dan langsung masuk ke kamar mandi.


Justin masuk ke bathup hangat bersama Namira. lia merebahkan dirinya dan sang istri di rebahkannya di atas dadanya.


"gimana?. udah enakan? ". tanya Justin


"hmmm. udah mendingan kak". jawab Namira


Justin menyabuni tubuh istrinya dan membuat rangsangan rangsangan kecil di sana. hingga sang istri mulai menggeliat


"kak".panggil Namira pelan


"hmmm."jawab Justin. tetapi tangannya masih terus menjelajahi tubuh istrinya bahkan semakin liar. bahkan bibirnya kini pun turut bermain di leher sang istri hingga meninggalkan jejak di sana.


hasrat Justin mulai menggebu kembali. ia pun memulai penyatuan kembali dengan tubuh sang istri di atasnya.


suara d*s*h*n dua insan dilanda asmara tersebut menggema di ruangan kamar mandi tersebut. hingga mereka pun mencapai puncak nirwana bersama. Justin tersenyum puas.


bukan saat itu saja mereka pun melanjutkan kembali di bawah shower. hari itu hingga tengah hari mereka berdua bener bener menikmati menjadi pasangan pengantin baru.


...----------------...


dua hari di hotel pengantin tanpa ada yang berani mengganggu mereka. Justin langsung mengabari asistennya agar mengosongkan jadwal dua minggu ke depan. dan meminta kedua sahabatnya untuk menghandle perusahaan selama dia tak ada.


Justin ingin mengajak Namira berhoneymon ria tanpa ada yang mengganggu. Justin ingin membawa istrinya jalan jalan ke eropa.


setelah di rasa cukup dengan perbekalan dirinya dan istri akhirnya Justin langsung melaksanakan niatnya dan berangkat saat itu juga.


meskipun lamanya perjalanan di dalam pesawat tak menyurutkan semangatnya dalam membahagiakan sang istri. begitupun Namira ia mungkin adalah salah satu wanita yang paling beruntung sedunia saat ini. betapa tidak ketika ia kehilangan kakak tercintanya beberapa tahun lalu. sekarang ia di beri seorang suami yang paling mengerti dirinya dan suka memberinya kejutan seperti ini.


Justin dan Namira berpelukan dalam pesawat. mereka mengambil tiket vvip untuk penerbangan panjang ini.


...----------------...


Namira dan Justin menghabiskan waktu mereka dengan berkeliling mengunjungi beberapa kota dan negara yang ada di eropa, melakukan dinner romantis. bahkan hampir setiap malam menghabiskan malam dengan pergumulan panas yang semakin membakar hasrat keduanya. dan selesai dengan bahagia dan terpuaskan satu sama lain.

__ADS_1


berikan cinta kalian berupa like vote n komen..


__ADS_2