Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
stinky girl


__ADS_3

"apa!! cepek satu juta!! ". pekiknya


Merry semakin meradang. ia melirik gaun tidur yang ia gunakan saat ini. ia berbalik masuk ke kamar tidur yang di tidurinya semalam. tujuannya untuk mencari baju miliknya yang ia gunakan semalam. mondar mandir ia mencari di setiap sudut kamar baju miliknya sendiri.


lalu ia teringat ruang dapur di mana biasanya dekat dengan ruangan laundry. ia keluar kamar melewati pria itu yang tersenyum mengejek ke arahnya. Merry semakin mendelik tajam dengan ujung matanya. ia masuk ke ruang dapur menuju ruang laundry. menelisik ruangan tersebut dengan dada yang bergemuruh.


terakhir netranya menangkap sebuah keranjang yang berisi baju baju kotor. ia membongkar isi keranjang tersebut. benar saja baju bekas muntahannya semalam terdapat di lantai dasar dari keranjang tersebut.


dengan segera ia membuka gaun tidurnya dan menggantinya dengan baju bekas muntahan nya yang telah berbau asam. sebenarnya Merry sendiri tak sanggup mencium bau tersebut. tetapi demi menyelamatkan nya dari tambahan utang. ia pun terpaksa menahan rasa bau dari baju yang ia gunakan sekarang.


Merry bergegas keluar dari dapur menuju ke tempat pria sadis itu duduk dengan santai sembari menatap mengejek kepadanya.


"nih. kau ambil balek baju nya!!". ketusnya seraya melempar gaun itu di atas kaki pria yang berselonjor di atas meja.


"cih tak sudi aku pakai baju kurang kain macem gini. dasar celit kau jadi lakik. ku sumpahi kau tak laku kawen". umpat Merry kesal.


setelah melempar gaun tidur tersebut . Merry pun bergegas keluar dari apartemen dengan membanting pintu secara kasar.


sementara pria tersebut terkesiap mendengar sumpah serapah Merry yang di tujukan kepadanya. bagaimana tidak, baru saja ia gagal menikah dan sekarang seorang gadis gila menyumpahi dirinya.


"Crazy girl. perempuan gilak". jeritnya ketika pintu di banting oleh Merry.


lalu ia menelpon asistennya untuk mengawasi Merry. gadis yang dengan berani beraninya menyumpahi dirinya.


sementara Merry terpaksa pulang dengan menaiki angkot, lantaran motor maticnya tertinggal di parkiran club yang ia datangi semalam.


sedari awal ia memasuki angkot, seluruh penumpang angkot tersebut sudah menutupi masing masing hidung mereka . ia menyadari jika semua kondisi tersebut karena dirinya yang memakai baju bekas muntahannya. tetapi apa mau dikata. ia pun hanya bisa tertunduk malu ketika dua penumpang ibu ibu mencibirnya.


"cantik cantik kok bau ya? ". cibir seorang ibu yang membawa keranjang belanjaan.


"iya. males mandi kali tu perempuan". sahut si ibu yang di sampingnya.


"jangan jangan orang gila nya?!". timpal si bapak yang duduk di depan mereka.

__ADS_1


sontak ibu ibu tersebut menjadi heboh, begitupun dengan penumpang yang lainnya. alhasil mereka pada protes ke kernetnya jika mereka merasa terganggu karena bau asam menyengat yang berasal dari Merry.


"bang bang bang". panggil si ibu.


si kernet menoleh ke si ibu.


"itu cewek bauk kali. tak sanggup kami cium". protes ibu yang tadi.


"iya bang. aku juga bang". sahut si abang abang yang turut menumpang di angkot tersebut.


"iya bang. sama bang. aku juga bang". sahut yang lainnya.


"udahlah bang suruh turun saja. bisa jadi orang gila yang lari dari rumah sakit jiwanya". timpal si bapak yang tadi.


"iya bang. betol kali tu bang". timpal penumpang yang lainnya.


sementara Merry semakin menenggelamkan wajahnya. ia pun tak tau harus berkata apa, karena kondisi yang terjadi sekarang memang karena dirinya.


seandainya ia memiliki pintu doraemon. ia tak perlu repot repot pulang naik angkot. ia pasti menggunakan pintu tersebut untuk menerobos ke kost kostnya langsung. tanpa harus menjadi bahan cibiran orang lain seperti saat ini.


akhirnya tanpa berprikemanusiaan dan berkeadilan sosial di seluruh kota Mdn. Merry di turunkan secara paksa di pinggir jalan demi terjaganya kenyamanan seluruh penumpang angkot.


Sesek. sedih. miris yang pasti. seperti anak kecil yang sengaja di buang di jalanan. itu yang di rasakan Merry ketika angkot tersebut pergi meninggalkan dirinya di keramaian orang orang yang berlalu lalang melewati dirinya yang tak perduli dan ambil pusing kenapa dia di turunkan.


Merry merogoh medium ranselnya untuk mengambil ponselnya. ia mencoba menelpon teman temannya yang kira kira bisa di ajak susah untuk hari ini. ia melihat sisa persen baterai ponselnya yang hanya bisa bertahan dalam hitungan menit


"mudah mudahan cukup buat aku telpon siapa saja yang bisa". gumamnya.


ia menelpon Retha. nada panggilan tersambung.


"oh syukurlah tersambung". gumamnya sedikit tenang. ia menunggu beberapa detik. bunyi peringatan tentang kondisi baterai di Ponselnya telah berbunyi berulang kali.


"Hallo Mer. ada apa? ". sahut Retha dari sebrang ponsel Merry.

__ADS_1


Merry tersenyum senang mendengar suara Retha, salah satu teman dekat cewek yang tersisa di kota ini. sedangkan teman yang lain pada melanglang buana semua. ketika selesai pengambilan ijazah.


Merry yang baru saja membuka mulutnya untuk menjawab dan meminta tolong pada Retha, temannya itu. tetapi sesuatu yang telah di wanti wanti Merry pun akhirnya terjadi juga.


tut.. tut ..tut.. tut.. tut.. tut... layar ponsel pun menghitam, di akhiri dengan tulisan good bye dari ponsel tersebut.


"alaaaah.. maaaak jang. kenapa apes kali lah nasib aku hari ini". gerutunya kesal.


sementara tanpa Merry tau ada seseorang yang mengintai dirinya sedari keluar dari apartemen pria tadi. pria tersebut merekam streaming untuk bossnya dari jarak jauh kelakuan dan tingkah Merry dari balik kaca mobilnya.


masih di apartemen mewah miliknya pria tersebut tertawa terbahak bahak di karenakan menonton acara streaming dari asistennya yang di tujukan khusus untuk dirinya.


"how poor you are stinky girl". kekeh pria itu.


ia ingat jika tadi ia sempat menahan bau asam yang menyengat dari baju gadis itu yang semalam di pakainya.


sebenarnya ia tidak berniat meminta ganti rugi atas kejadian semalam. bahkan gaun tidur yang ia sendiri pasangkan ke gadis itu pun sudah ia ikhlaskan.


ia hanya cukup menginterogasi gadis itu besok pagi. dan juga menginterogasi tentang Cindy, tunangannya yang kabur dua minggu lalu. karena menurut informasi bahwa gadis itu lah yang terakhir bersamanya bahkan gadis itu juga yang sering menginap dirumah Cindy.


dan yang lebih mengkhawatirkan dirinya adalah jika desas desus yang beredar terlalu banyak sekarang ini. jika teman dekat adalah kemungkinan besar pelaku dari pembunuhan atau celakanya seseorang.


untuk itu ketika semalam seorang yang bernama Merry berbuat onar di klubnya. ia langsung membawanya pulang ke apartemennya. hanya untuk menginterogasi teman dekat dari tunangannya tersebut.


"Merry Andika". gumamnya seraya menarik sudut bibirnya.


"benar benar gadis yang lugu dan lucu". gumamnya kembali seraya menggeleng kan kepalanya.


"dan juga gila". cibirnya. mengingat sumpah serapah Merry padanya. wajahnya pun kembali datar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


tetap di. like, vote, komen, rate, favorit.

__ADS_1


selamat menjalankan ibadah puasa ya readers.


__ADS_2