
sudah seminggu Jasmine menemani Inka, mamanya menjalani kemoterapi. awalnya Inka menolak dengan berbagai alasan. serta mengulur waktu. berkat bujukan Alma di tambah ancaman Jasmine. maka Inka pun menuruti kemauan mereka
fb off
"baik. kalau itu mau mama. aku ga akan balik ke MDN!!!.". jawab Jasmine melalui bibir dan tangannya. serta sorot mata yang penuh amarah.
jasmine terlalu emosional melihat mamanya yang tetap bersikukuh mempertahankan keinginannya hanya ingin menghabiskan waktunya dirumah. dengan alasan muak melihat rumah sakit.
mungkin awalnya Jasmine bisa memahami karena setiap hari mamanya selalu menghadapi orang orang sakit. tak ayal lagi jika itu yang membuat mamanya bertambah muak jika dirinya harus menghabiskan selama lebih seminggu dirumah sakit hanya untuk menjalani kemoterapi.
akan tetapi jika penyakit mama terus dibiarkan dan hanya mengandalkan rawat jalan dan obat obatan. besar kemungkinan mama tidak akan bertahan lama dengan kondisinya. itu yang membuat Jasmine semakin takut.
bagaimanapun setiap anak pasti menginginkan ibunya tetap sehat hingga ia menikah dan melihat cucu bahkan cicitnya kelak.
tapi tidak untuk Jasmine sekarang ini jika melihat keadaan mamanya yang mulai terlihat kurusan.
ia hanya berharap minimal mamanya melihat dirinya berdiri di podium di antara mahasiswa/i lain menggunakan jubah kebanggaan mahasiswa/i yang telah berhasil mencapai tingkat sarjana.
dan Jasmine tahu itu juga salah satu harapan terbesar mamanya.
Inka tersentak kaget mendengar ancaman dari putrinya. ia tak menyangka jika sang putri akan berubah keras kepala seperti dirinya. jika sebelum ini putrinya begitu penurut padanya. Inka menatap intens di mata putrinya. tidak ada kebohongan atau gertakan semata.
bahkan Alma pun kaget melihat sikap Jasmine saat ini. yang ia tahu selama mengenal Jasmine tak pernah ia melihat Jasmine yang begitu emosional seperti sekarang ini. dimatanya ,Jasmine adalah putri yang penurut, penyabar, bahkan manja dan ceria meskipun dengan kondisinya berbeda dengan gadis normal kebanyakan.
"kalau mama ga mau di kemo. aku ga akan balik ke MDN. dan aku berhenti kuliah!!. terserah aku mau jadi apa. dan terserah juga mama mau ngapain. aku ga perduli!!! itu hidup mama dan ini juga hidup aku!!!. Jasmine melanjutkan kata katanya kembali dengan penuh lantang. bahkan tangan yang terkepal kuat setelah turut ikut membantunya bicara. ia menatap mamanya tanpa senyum sedikitpun
"Jasmine??? ".panggil Inka pelan. ia merasa takut dengan perubahan sikap Jasmine saat ini. karna bagaimanapun se kesal apapun Jasmine. inka tak pernah melihat putrinya semarah ini. apalagi dengan ancaman untuk berhenti kuliah.
Inka berulang kali menggelengkan kepalanya pelan. di fikirannya jika Jasmine berhenti kuliah, maka pengorbanan dan perjuangan mereka sia sia. Inka memiliki sedikit harapan. setidaknya melihat Jasmine di wisuda.
__ADS_1
ketika Inka mulai mendekati Jasmine dan ingin membelai rambutnya. serta membujuk Jasmine agar tetap melanjutkan kuliahnya. Jasmine menghindar dan melangkah pergi masuk ke kamar dengan membanting keras pintu kamarnya.
Alma yang mendengar pintu dibanting begitu keras oleh Jasmine, tersentak kaget dan memegang dadanya.
sementara Inka menjatuhkan dirinya di kursi sofa depan tv. ia meraup kasar wajahnya yang mulai terlihat kerutan halus di sekitar matanya. dan membenamkan wajahnya di antara kefua telapak tangannya. ia tak kuasa menahan tangisnya. ia begitu rapuh saat ini.
Inka yang selama ini mampu menghadapi segala cobaan. dari yang memilih pergi menyerah dengan pernikahannya. mengandung, melahirkan serta membesarkan bayinya seorang diri. hingga kecelakaan yang membuat putrinya menyandang status disabilitas. sampai akhirnya ia di vonis kanker oleh dokternya. ia benar benar mampu melewati itu semua. dengan terselip harapan melihat keberhasilan putrinya. ia ingin melihat putrinya tersenyum bahagia diantara para sarjana lain yang diwisuda. hanya itu harapannya sekarang.
Alma yang melihat pemandangan tersebut, mendekati Inka. dan membawanya bersandar dibahunya. dan membiarkan Inka menumpahkan seluruh airmatanya.
sementara di kamar Jasmine menangis terisak isak. dengan napas tersengal serta bahunya berguncang kuat.
sebenarnya ia menyesal bersikap kasar pada mamanya. ia memang benar benar takut berpisah dengan mamanya secepat ini. di tambah mamanya memaksa ia harus balik ke kota dimana ia kuliah.
bukannya Jasmine tak mau balik ke kampus. ia hanya ingin memastikan mamanya di kemo sebelum ia balik melanjutkan aktivitasnya.
keesokan harinya Jasmine mendiamkan mamanya. Jasmine selalu menghindar jika mamanya ingin memulai percakapan. ia hanya mendengar tanpa merespon jika Inka berbicara tentang kebiasaan yang dilakukan dirumah.
tetapi hari ini. rasa sesak menyeruak di dadanya mengingat putrinya telah mendiamkannya selama tiga hari ini. bahkan Alma tidak pernah bosan menasehatinya untuk berdamai dengan Jasmine dan menuruti keinginan putrinya. akhirnya pertahanannya luluh juga. ia telah memutuskan untuk ikut kemoterapi
"Mama mau dikemo!".Inka membuka suara dan menatap putrinya.
Jasmine yang sedang memainkan sendok di mangkok sayur menghentikan kegiatannya ketika mendengar ucapan mamanya. ia langsung melihat mamanya meminta keyakinan.
seraya mengangguk kan kepalanya. Inka melanjutkan kata katanya " ya mama mau di kemo. tadi mama udah hubungi dokternya lusa mama akan memulainya". ia meyakinkan Jasmine.
Jasmine menarik dalam napasnya dan melanjutkan makan tanpa merespon mamanya. di hatinya ia terlalu senang hingga air matanya mengalir dengan sendirinya.
Inka yang terus menatap dan memperhatikan Jasmine tersenyum. putrinya sudah mulai dewasa. mereka melanjutkan makan tanpa bicara. tetapi di hati mereka saat ini ada terselip rasa bahagia meskipun mereka tau ini tidak akan bertahan lama.
__ADS_1
tetapi paling tidak malam ini Inka memulai untuk terus mempertahankan senyum putrinya.
fb on
Inka memuntahkan makanannya karena rasa mual yang mendera. efek dari kemonya membuat ia benar benar tersiksa. Jasmine yang melihatnya merasa iba. tapi mau gimana lagi hanya ini satu satunya cara agar mamanya bisa bertahan.
ting. pesan masuk ke ponsel Jasmine. Jasmine hanya membaca tanpa membalas.
Inka yang melihatnya bertanya "dari siapa?".
Jasmine menggeleng sambil tersenyum.
Tetapi naluri seorang ibu tidak bisa di bohongi. Inka bisa melihat dari mata putrinya.
"baliklah Ke kampus". mama udah ga apa apa." ucap Inka
"ada tante Alma yang akan menemani mama". Lanjut Inka meyakinkan putrinya.
"Jasmine ". panggil inka pelan dengan mata yang meminta jawaban.
"aku bisa susul yang ketinggalan nanti. tinggal hubungi dosennya nanti". Jawab Jasmine.
"terus gimana dengan mata kuliah yang praktikumnya. hmmm? ". tanya Inka.
" itu ga bisa di susul kan?". balik ya? ". kamu kan udah janji bakalan balik ngampus kalo mama di kemo. nih... buktinya. ". Inka menunjukkan selang infus yang bersarang di tangan kirinya.
Jasmine tersenyum dan mengangguk pelan. lalu ia merebahkan kepalanya di dada mamanya.
Inka membelai pelan rambut Jasmine yang lurus sebahu. dan mencium lembut ubun ubun putri semata wayangnya. tanpa terasa setitik air bening keluar dari matanya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
berikan like vote n komen kalian buat yang nulis ya... trimakasih yang udah mau baca...