Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
ketahuan


__ADS_3

semenjak Ia menemukan bukti kelicikan Dea. Justin tak pernah lagi kembali ke apartemennya. ia lebih memilih kembali tinggal dengan mamanya. dan lebih banyak menghabiskan waktunya di kantor cabang.


seperti hari ini, jika sudah menyangkut kantor cabang di kota ini. Justin selalu teringat Namira. saat ini Justin melihat Namira dari kejauhan. ia tau jika hari ini Namira mengambil Ijazahnya di sekolah.


Ia mengikuti langkah Namira secara diam diam. hingga Namira menghilang dari pandangannya.


ia merindukan gadis kecilnya.


...----------------...


Dea menggesek kartu terakhirnya dengan saldo minimum yang dia punya.


Dea menarik dalam napasnya. karna uang yang dimilikinya saat ini hanya untuk bertahan dalam satu minggu. sementara Justin tidak pernah memberinya uang sepeserpun. dari hari pertama menikah hingga sekarang.


Dea mengirim pesan pada Justin.Dea melihat Pesan terkirim dengan centang dua. lalu berubah menjadi warna biru.


hampir lima belas menit ia menunggu jawaban dari Justin. sementara Dea melihat Justine sedang online.


"hufff". desah Dea kesal


lalu ia menelpon Justin berkali kali tetapi selalu di reject olehnya.


"Justin. aku butuh uang" transer sekarang ya sayang aku butuh satu miliar ".Dea mengirim pesan sekali lagi.


sementara Justin semakin tak perduli pada pesan yang masuk dari Dea. Justin tetap melanjutkan aktifitasnya.


ting. pesan bergambar masuk disusul dengan video adegan tak pantas mereka.


Justin membaca pesan dibawahnya


"sayang aku mau memviralkan ini. karena aku butuh uang".Dea dengan emotikon sedihnya


"sayang ga keberatan kan? ". lanjut Dea


"D**n*t". maki Justin. akhirnya dengan terpaksa Justin mengetik nominal yang di inginkan Dea dan menstransfernya via M banking miliknya.


ting pesan masuk di ponsel Dea. ia membuka dan membacanya Dea tersenyum puas melihat jumlah nominal yang masuk ke rekeningnya.


tak salah jika ia memilih dan menjebak Justin untuk di jadikan suami. karena tanpa bersusah payah atau melakukan kencan laknat. Dea sudah bisa memiliki uang banyak di rekening nya dalam sekejap.


...----------------...

__ADS_1


Jasmine , Retha dan teman temannya yang lain mengambil beberapa sample tanaman yang di extract. mereka meneliti setiap kandungan bahan yang terdapat di dalamnya.


masing masing mereka mendapat satu tanaman untuk satu orang untuk di uji.


Satria yang merupakan alumni di fakultas ini. yang sekarang di angkat menjadi asisten pengawas lab dan dosen pengganti untuk mata kuliah yang sama jika dosen yang dimaksud berhalangan hadir.


satria memberikan pengarahan jika para mahasiswanya ada yang kurang mengerti.


"kumpul kan masing masing laporan kalian setelah ini". ucap Satria mengakhiri kelasnya.


"oiya siapa yang punya rencana ikut lomba karya tulis ilmiah ". Satria memberikan selebaran yang datang tadi pagi di ruang dosen.


"saya lagi mengadakan penelitian di salah satu pabrik farmasi". lanjut Satria


"jika kalian berminat ikut. hubungi saya". ucap satria mengakhiri kelasnya.


seluruh Mahasiswa/i pergi meninggalkan lab kecuali Retha dan Jasmine. mereka sengaja tinggal untuk meminta penjelasan lebih lanjut mengenai lomba tersebut.


"jadi kalian berminat? ". tanya Satria.


"kita mau coba pak". jawab Retha


Retha bertanya ke Jasmine. sementara yang di tanya lagi mikir. jika lomba ini menghabiskan banyak waktu di luar kampus. terus gimana dengan mata kuliahnya.


satu sisi Jasmine ingin ikut lomba tersebut karena hadiahnya yang fantastis bagi Jasmine yang hanya seorang mahasiswi yang hidup sederhana. jika ia bisa memenangkan lomba tersebut. minimal mendapat salah satu gelar juara. ia bisa membiayai kuliahnya sendiri. atau membantu biaya pengobatan mamanya.


tetapi satu sisi lagi ia juga harus mengorbankan waktunya diluar yang otomatis mempengaruhi nilai mata kuliahnya. jika nilai mata kuliahnya ga mencukupi. ya otomatis Jasmine harus mengulang mata kuliah tersebut. berarti Jasmine bakalan lulus lebih lama dari yang di targetkan sebelumnya.


Jasmine menggigit bibir bawahnya. ia masih berfikir ragu. Retha yang sedari tadi di abaikan Jasmine menyenggol lengan Jasmine. Jasmine melihat Retha bingung.


Satria yang melihat tingkah soulmate ini pun tersenyum. ia tau apa yang di fikiran adik letingnya yang sekarang menjadi anak didiknya.


"kalian berdua fikir fikir aja dulu. lombanya ini prosesnya lama. waktunya juga lama kok". kalau udah mantap pilihannya. hubungi abang ya segera. ini nomor ponsel abang". Satria menyebutkan nomor ponselnya yang di simpan langsung oleh Retha dan Jasmine.


"kebetulan abang juga butuh asisten untuk proyek abang di pabrik tersebut. tenang aja ntar dapat uang jajan kok dari abang. jadi kalian bisa sambil nyelam minum air". senyum Satria yang membuat Retha terpana.


Satria yang melihat Retha bengong melihat dirinya. menjentikkan jarinya. seketika itu membuyarkan lamunan Retha


"b b aik pak". jawab Retha sedikit gugup.


Retha langsung menarik Jasmine keluar dari lab. Jantung Retha hampir copot. mengingat kejadian tadi. wajahnya merona karena ketahuan memandangi wajah dosennya.

__ADS_1


...----------------...


sebulan lebih berlalu semenjak Dea menikah dengan Justin. selama itu pula Justin tidak pulang ke apartemennya. hal ini membuat Dea uring uringan. jika Justin tak berada disini bagaimana Dea akan hamil. sementara ia baru saja melempar geram tespack yang di belinya tadi malam.


bagaimana tidak. sudah satu bulan lebih ia belum menunjukkan tanda tanda kehamilannya. dan ini sudah yang ke empat kali ia mencoba tespack tersebut. hasilnya selalu sama yaitu bergaris satu.


sementara suaminya sudah lebih dari satu bulan tak kembali. ini di luar dari rencana Dea sebelumnya. jika dirinya dan suami berjauhan bagaimana mereka bisa memiliki anak.


Dea memeriksakan diri ke kandungan. ia berharap jebakannya berhasil. dan ia memang beneran telah hamil.


"seharusnya jika tak ada masalah anda sudah dikatakan hamil saat ini. tetapi tanda tanda di Usg tidak kelihatan sama sekali janinnya". jelas dokter kandungan tersebut


"maaf sis.. apakah sebelumnya anda mengalami kecelakaan? ". tanya dokter tersebut hati hati


"iya hampir sekitar dua tahun lalu". jawab Dea .


"benturan dari kecelakaan tersebut bisa menyebabkan rahim anda bermasalah". jelas Dokter


Dea mengernyitkan dahinya.


"tetapi bukan berarti anda tidak bisa hamil. hanya saja proses kehamilannya tidak seperti rahim yang normal. anda harus melakukan terapi dan sering seringlah melakukannya dengan suami agar pembuahan bisa cepat berhasil". Jelas Dokter.


"saya akan meresepkan obat penyubur kandungan. anda harus Rutin mengkonsumsi nya. dan lakukan secara rutin dengan suami anda. semoga anda bisa segera hamil". doa dokter tersebut di tutup dengan senyuman.


Dea keluar dari ruang kandungan dengan langkah gontai. ia meremas pelan resep yang di berikan dokter tadi. ia melangkah pergi seraya memasukk kertas resep tadi ke mini bagnya.


dari kejauhan Mona memperhatikan Dea yang baru saja keluar dari ruang kandungan. ia mengikuti Dea hingga ke apotik. samar samar ia dengar sang apoteker mengucapkan "semoga bisa cepat hamil ya bu".


Mona terhenyak. dan semakin penasaran akan Dea. ketika Dea pergi. Mona dengan segera berpura pura menanyakan fungsi obat yang di dalam resep Dea


"mbak saya mau juga dong vitamin kayak mbak tadi untuk mantu saya. biar fit badannya selama hamil". pinta Mona pura pura


"tapi itu bukan vitamin hamil bu". itu obat penyubur kandungan biar bisa cepat hamil". jelas sang apotekernya.


"apa?! ". jadi mbak yang tadi itu ga hamil? ". tanya mona penasaran


"sepertinya begitu bu".jelas Apotekernya


Mona menggenggam erat ponselnya. seraya bergumam geram "Dea. kamu bener bener perempuan iblis".


jangan lupa vote like n komen ya

__ADS_1


__ADS_2