Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
just a feeling


__ADS_3

Cindy membawa dua mug gelas coklat panas di tambah roti panggang yang telah di olesi selai kacang sebelumnya.


Merry yang hidangan yang ada di hadapannya matanya berbinar senang, dan berkata


"muantap"


Cindy yang spontan mendengar ucapan Merry melirik heran ke arah nya. lalu berkata


"kamu ini. macem tak pernah makan roti saja".


"hahaha. bukan itu Cin. tadi sebelum kau memintaku menginap. aku sudah pesan Robar sama abang go food. sudah aku bawa jalan kemari pun. tapi sampai di gerbang depan sudah ku kasih sama pak satpam". ujar Merry seraya menyeruput coklat panasnya.


"baik amat kamunya". timpal Cindy yang ikut menyeruput coklat panasnya juga.


"ehh kita ini harus baik baik sama orang cinta. contoh tu Almh mama Inka, mamanya si Jasmine dan Jasminenya sendiri. meninggalnya banyak kali kan yang sedih. semua orang merasa kehilangan mereka berdua". Merry memberi nasehat kepada sahabatnya.


"tapi si Jasmine kan belum ada kabar kepastian nya. meninggal atau enggak. sampai sekarang mayat mayat dari pesawat yang jatuh belum teridentifikasi semuanya. pihak kampusnya aja yang terlalu cepat mengambil kesimpulan kalau si Jasmine meninggal". protes Cindy.


"itu kesalahpahaman antara dekan sama pak Rektor. kau tau sendiri lah, itu si bapak maunya kita tidak boleh berlarut dalam kesedihan yang akan mengganggu proses belajar mengajar nantinya" .jelas Merry.


"oh ya. si Jasmine belum di katakan meninggal kok. baru di nyatakan menghilang. itu yang aku dengar dari anak anak. karena pihak kampus bakalan nunggu si Jasmine hingga waktu yang di tentukan". lanjut Merry


"syukurlah kalau begitu. tapi kalau masa itu dia belum kembali gimana? ". tanya Cindy.


"ya mau di bilang apa. kita tunggu aja mukjizat yang kuasa. semoga aja si Jasmine selamat". ujar Merry lalu menggigit roti panggang buatan Cindy.


"hmm enak Cinta. cocoknya kau buka usaha warung roti bakar macem gini". puji Merry


"kau ini. banyak kali cerita. makan sajalah. siapa juga yang mau berjualan. kau doakan saja aku dapat suami yang memberi aku modal buka klinik kecantikan dan distributor obat obat an" sahut Cindy.


"hahaha.. ya kau mintak sana sama laki kau yang tajir itu. kan sebentar lagi kau mau menikah sama dia". balas Merry.


seketika itu raut wajah Cindy berubah masam dan itu di ketahui oleh Merry


"kenapa kau Cin. tak senang kau aku bicara begini? ". tanya Merry penasaran.


Cindy menggeleng kan wajahnya dan tersenyum kecut.

__ADS_1


"apa yang di katakan Retha apa benar Cin? ". tanya Merry kembali.


Cindy tak menyahut. ia hanya menekuk wajahnya.


"kau ragu ya menjalani pernikahan ini? ". tanya Merry yang semakin penasaran.


"kamu pernah menyukai seseorang tidak? ". tanya Cindy dengan mimik serius.


"kenapa kau bertanya kek gitu? ". tanya Merry heran.


"jawab sajalah. pernah atau tidak. tepatnya kamu itu suka banget. sampai kamu punya impian ingin menikah dengannya". ujar Cindy.


"alahmakkk... kau kenapa Cin?". jangan jangan kau jatuh cinta sama lakik lain. iya tak? ". pekik Merry.


Cindy spontan menutup mulut Merry dengan tangannya sedangkan tangan yang satunya lagi mengkodekan agar menyuruhnya diam.


"husss.. berisik tau ga sih". ujar Cindy yang mengerling tajam kepada Merry.


"iya maaf.. siapa Cin? ". laki laki yang buat kau macem gini. ganteng tak? ". boeh aku tau siapa namanya? " tanya Retha yang semakin penasaran.


Cindy menghela nafasnya ia menyebutkan satu nama. "Andra".


"Andra siapa? ". tanya Merry kembali dengan penasaran.


"Wakil dari perusahaan yang produknya aku teliti untuk skripsiku". sahut Cindy.


"hah. apa?!. kok bisa? ". pekik Merry.


"entahlah Mer. waktu pertama kali aku ketemu sama beliau, aku tuh langsung suka. dan parahnya hampir tiap hari, tiap waktu bahkan menit aku selalu mikirin dia". ujar Cindy.


"gila kau Cindy. terus laki kau mau di bawa kemana. ingat Cin. cuma hitungan hari pernikahan kau bakalan di laksanakan. apa kata dunia kalau kau membatalkan nya begitu saja. lagian itu cowok belum tentu suka nya sama kau". Merry mengingatkan.


"ya aku tau Mer. dia sukanya sama Jasmine". ungkap Cindy dengan wajah yang mulai murung.


"hahhh. apa?! ". kau tau dari mana? ". Merry bertambah penasaran.


"semua terlihat jelas di sikapnya. cara dia melihat foto Jasmine. bahkan selama ini ia selalu menghabiskan waktu setiap sore hanya untuk melihat Jasmine di halte". ungkap Cindy yang mulai terisak.

__ADS_1


Merry terperangah mendengar penuturan Cindy yang terlalu jujur dengan perasaan hatinya. selama ini, ia mengenal Cindy bersikap tertutup tentang Perasaannya, apa lagi menyangkut tentang perasaannya ke pada lelaki.


karena bagaimana pun ia telah mengenal Cindy yang angkuh, sombong. dan hampir rata rata lelaki yang menyukai Cindy. bukan Cindy yang menyukai lelaki. tetapi sekarang keadaan nya justru terbalik.


"ahhh....mak jang si Cindy". desis Merry kaget.


tapi apa bisa sebelum aku menikah, kamu bantu aku untuk menyatakan perasaan aku ke dia. dari pada aku mati penasaran". ungkap Cindy.


yang semakin bertambah kaget saja bagi Merry kepada Cindy.


"serius kau Cin. ngomong begini?". bukannya kau anti mengungkapkan Cinta duluan sama laki laki". tanya Merry dengan mimik serius.


Cindy tertawa kecil melihat wajah sahabatnya yang terlalu memasang wajah serius. meskipun di hatinya ia ingin sekali berbuat nekat yang mungkin menjatuhkan harga dirinya sebelum pernikahannya tiba.


"gimana? ". Cindy meminta pendapat sahabat nya itu.


Merry berulang kali menggelengkan kepalanya dan berkata


"ahh ga. aku tak mau. kau itu cari penyakit tau ga? ". tolak Merry.


"kalau kau mengungkapkan perasaan kau ketika masih single. itu lain cerita. ini kau mau nikah. apa kata dunia kalau seorang Cindy calon istri dari seorang pengusaha di Itali yang undangannya sudah tersebar di mana mana. menyatakan cinta pada lelaki yang jauh levelnya di bawah tunangannya". omel Merry.


"aku ga memandang itu Mer. buat aku kebahagiaan bathin itu lebih utama di bandingkan kesenangan karena harta semata". Cindy membantah keras.


Merry semakin terperanjat kaget melihat sahabatnya telah berubah drastis hanya karena cinta.


"terserah kau sajalah. macem mana enak hati kau Cin. tapi ingat ya. jangan kau bawa bawa aku dalam permasalahan ini. kau sudah ku ingatkan". ujar Merry yang bernada ancaman.


Cindy melirik Merry seraya mengernyitkan dahinya. sementara Merry masih menatap Cindy dengan wajah yang di tekuk. Cindy mengalih kan pandangannya ke arah lain.


"terkadang menyimpan perasaan untuk seseorang tanpa harus mengungkapkan sehingga dunia menjadi tau. itu perlu Cin". Merry berkata pelan


"karena ga semuanya akan berakhir indah dan menyenangkan ketika mulut kita terbuka". lanjutnya.


"contoh saja pak Andra yang kau sukai itu. bukankah selama ini ia menyukai atau mungkin mencintai Jasmine kita secara diam diam selama ini, tanpa ia mengungkapkan perasaannya pada Jasmine, hingga Jasmine tiada pun. ia tetap bungkam. itu artinya apa Cin? ". tanya Merry yang terus saja menatap Cindy yang membisu.


"ada cinta yang harus kita simpan. dan cukup kita saja yang tau bukan? ". lanjut Merry bernada nasehat.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


jangan lupa untuk memberi like, vote, komen and rate.


__ADS_2