Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
kembali apes


__ADS_3

# selamat membaca..


Cindy bersiap untuk kembali ke Jkt sore ini. ia keluar dari losmen dan menunggu taxi untuk mengantarnya ke bandara. akan tetapi taxi yang ia nantikan belum juga muncul. jika pun ada pasti telah di dahului oleh penumpang lain.


agak lama cindy menunggu, akhirnya sebuah taxi muncul dan berhenti di depan Cindy setelah Cindy mengarah satu tanganya ke arah jalan.


ketika Cindy baru saja masuk ke dalam taxi tersebut tiba tiba sebuah motor mengarah ke Cindy dengan kecepatan tinggi di atas trotoar, lalu ia menarik mini ransel Cindy dengan kasar. sehingga ransel yang di gunakan Cindy pun putus dan langsung di bawa kabur oleh pengendara motor tersebut.


sementara efek dari tarikan tas ransel tersebut menyebabkan cindy hampir terbanting ke belakang. untungnya ia masih bisa berpegang pada pintu taxi. sehingga ia masih bisa menahan tubuhnya agar tidak benar benar jatuh menghantam trotoar untuk kedua kalinya setelah kejadian tadi pagi.


tetapi mini ranselnya berhasil di bawa kabur oleh tukang jambret tadi. Cindy yang menyadari tas ranselnya berhasil di bawa kabur oleh si penjambret. lalu ia berteriak minta tolong.


"tolong Jambret. tolong". teriak Cindy seraya menahan sakit pada gusinya karena kecelakaan tadi pagi.


sedangkan supir taxi berusaha ikut membantu dengan mengejar penjambret tersebut. tinggallah Cindy sendirian di pinggir jalan.


Cindy yang di tinggal sendiri oleh supir taxi tersebut juga ikut berusaha mengejar penjambret terdengan berlari.


cukup jauh juga Cindy berlari. ia mulai kelelahan, tetapi penjambret tersebut tidak bisa Cindy temukan. sedangkan semua barang barang penting milik Cindy ada di dalam mini ransel tersebut.


"aaaahkkk sialan". maki Cindy.


hari ini ia harus mengalami kesialan untuk kedua kalinya. sudah jatuh malah harus ketimpa tangga pulak lagi. Cindy berjongkok di atas trotoar ia menenggelamkan wajahnya di antara kedua lututnya. ia mulai kebingungan.


"gimana caranya aku pulang. sedangkan semua yang penting ada di tas tersebut". bathinnya.


waktu mulai memasuki maghrib. Cindy masih bergeming di atas trotoar tersebut. ia masih dalam kebingungannya. ia tidak tau kemana. kini ia benar benar telah menjadi gelandangan. dengan wajah yang hancur lebur karena bibir dan gusinya yang bengkak. belum lagi ia mulai kelaparan dan kehausan.


ketika adzan terdengar. Cindy mendongakkan kepalanya ia melihat ke arah sebrang jalan tepat sebuah mesjid berdiri di hadapannya. Cindy bangun dan berdiri dengan tatapannya memaku ke arah mesjid.


seketika ia teringat akan nasehat temannya yang kini menghilang, Jasmine. ketika ia sering meminta bantuannya dulu mengenai skripsi nya.


"jika suatu saat. kalau kau mengalami kesulitan. dimanapun kau berada. pergilah ke mesjid dan mengadulah di sana atas apa yang menimpa kau. pasti Allah akan menjawab semua doa doa kau". ujar Jasmine.


"memang harus ya Mine berdoanya ke mesjid?". ucap Cindy.

__ADS_1


"berdoa kan ga harus ke mesjid kan Mine. banyak tempat yang lain yang bisa kita jadikan tempat berdoa kan Mine. di rumah juga bisa kan Mine? ".Cindy melanjutkan pertanyaannya.


Jasmine menggeleng kan kepalanya heran atas bantahan teman nya.


'karena di sanalah tempat berkumpul nya orang orang yang baik Cindy". nasehat Jasmine.


setelah ia tersadar dari lamunannya Akhirnya Cindy melangkah kan kakinya menuju mesjid. tiba di situ Cindy bingung harus apa. lalu ia menuju tempat wudhu dan meminum air di sana untuk menghilangkan rasa hausnya. lalu Cindy memilih duduk di tangga mesjid sampai orang orang yang berada di dalam mesjid pun selesai menunaikan lima waktunya.


Cindy masih saja menatap bingung ke dalam mesjid. sementara orang orang sudah keluar dari mesjid dan meninggalkan mesjid.


mesjud kembali sepi. hanya beberapa orang saja yang berada di dalamnya. ia tidak mengerti apa yang harus di lakukannya di sini. sementara perutnya semakin keroncongan saja.


satu jam berlalu..


hingga waktu isya pun tiba. orang orang kembali berdatangan ke mesjid untuk menunaikan salah satu rukun islam yang kedua tersebut.


Cindy di lewati begitu saja oleh para Jamaah wanita. sementara Cindy sudah merasa pitam dan nyeri di kepala nya, karena ia kehilangan obatnya. hingga shalat isya selesai. satu satu para jamaah kembali pulang kerumahnya masing masing.


kepala Cindy semakin berdenyut nyeri. penglihatannya mulai tidak jelas hingga akhirnya ia melihat Jasmine datang menyapa dirinya. Cindy tersenyum sedih ia memanggil temannya itu dengan lirih dan pelan yang habya terdengar di ujung kalimat.


" Jasmine. ".


"Min. kamu datang buat tolongin aku ya min. lama kali datang min sih?? ". panggilnya kembali seraya bangun dari duduknya.


tetapi karena rasa denyut di gusi hingga ke kepala membuat Cindy tak mampu menopang tubuhnya yang mulai gemetaran karena lemas dan lapar.


bruk.


Cindy pun akhirnya pingsan saat itu juga. sementara seorang ibu yang barusan datang menyapanya dengan sigap menahan tubuh cindy agar tidak terguling ke tangga yang berada lima tingkat di bawahnya.


"bik... bik... ..". panggil si ibu kepada ART nya.


"ya Allah bu.. ". sahut si bibi yang baru keluar dan menuruni tangga mesjid. dengan cepat ia membantu majikannya menopang tubuh gadis tersebut.


"ini kenapa bu? ". tanya si ART.

__ADS_1


"ga tau. baru juga mau ibu tanya. eh dia udah pingsan duluan". sahut si ibu.


"mbak.. mbak.... bangun mbak". si ART mencoba membangunkan Cindy.


"kita bawa kerumah sakit aja. seperti nya ini anak habis kena jambret mungkin. itu tangannya luka luka sama wajahnya". ucap si ibu.


"iya bu". sahut si bibi.


Akhirnya dengan bantuan para jamaah yang masih tinggal di dalam mesjid. Cindy di masukan ke dalam mobilnya dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh si ibu.


sesampainya di rumah sakit. Cindy di bawa keruang IGD untuk di periksa. sementara si ibu di panggil oleh petugas administrasi untuk di mintai keterangan mengenai pasien.


"nama pasiennya siapa ya bu? ". tanya seorang petugas.


si ibu pun menjadi bingung harus menjawab apa. karena ia sendiri pun juga tidak sempat menanyakan nama cindy. lalu ia teringat samar sebuah nama yang di ucapkan Cindy sebelum gadis itu pingsan.


"Min atau Ning ya? ". fikir si ibu.


"mungkin Ningsih kali ya? ". terka si ibu.


"Ningsih?". tanya si petugas untuk memastikan kembali.


"iya Ningsih. namanya Ningsih". sahut si ibu Mantap.


"baik bu". sahut si petugas.


lalu si petugas mengeprint sebuah kertas dan memasukkannya ke dalam sebuah map yang dimana di sampul map tersebut bertuliskan dengan nama Ningsih.


...END...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


hai readers. ceritanya sudah end ya. kita ke novelku yang satu lagi yuk.


__ADS_1


jangan lupa untuk di like, vote, komen, rate. dan favoritnya ya.


di sana bakalan terjawab semua misteri dari siapa itu Jasmine dan Mydea dan apa hubungannya dengan yang lainnnya.


__ADS_2