
lagu Hymne kebanggaan universitas XXX, di kumandangkan dengan khidmat oleh seluruh para mahasiswa dan mahasiswi yang di wisuda hari ini. begitu pun para tamu undangan yang hadir untuk menemani anak anak mereka yang di wisuda hari ini juga ikut berdiri khidmat mendengarkan lagu kebanggaan milik universitas dimana anak anak mereka menuntut ilmu selama ini.
setelah proses mukadimah selesai, akhirnya penyebutan nama nama mahasiswa yang di wisuda pun tiba. mereka terlihat bahagia, tetapi tidak bagi Retha dan teman temannya yang satu unit dengan Jasmine.
bahkan Merry pun sebentar bentar menitikkan airmatanya karena terpancing dengan tangisan Retha. begitupun Cindy yang hanya bisa melihat sendu di kedua temannya. Cindy mengalihkan pandangannya ke arah lain. karena jika di biarkan netranya terpaku pada mereka berdua, lama lama pertahanan nya pun bisa runtuh. otomatis bisa melunturkan make upnya yang sengaja ia datangi seorang MUA khusus acara sakralnya di hari ini.
tak jauh berbeda dengan kedua temannya tadi. bahkan teman temannya yang lain pun sama. wajah mereka terlihat murung, semuanya mengingat sosok yang dekat dengan mereka selama ini. sosok teman yang mengajarkan mereka tentang sabar, tekad yang kuat untuk mencapai impian meskipun dalam keterbatasan. ya dialah Jasmine. seharusnya mereka bisa di wisuda sama sama hari ini. tetapi takdir berkata lain.
setelah acara pengalungan medali dan pemindahan tali toga selesai. di lanjutkan dengan pemberian penghargaan peserta wisuda yang berprestasi.
ketika nama Retha dan Rendy di sebutkan untuk berdiri di atas podium. sorak sorai unit mereka bertepuk riuh. tetapi kebanyakan dari mereka juga menyebutkan nama Jasmine. agar rektor memberi penghargaan yang sama kepada Jasmine juga.
Rendy maju ke tengah panggung dan mengambil mic dari seorang mc.
"maaf semuanya. sebenarnya yang berhak mendapatkan penghargaan ini adalah teman kita, sahabat kita yang mengajari banyak hal. apa itu arti perjuangan untuk mencapai impian.meskipun dalam keterbatasan yaitu Jasmine kita yang baik hati, dialah yang lebih berhak. karena tanpa Jasmine kita berdua ga akan pernah punya kesempatan untuk berdiri di sini". ucap Rendy antusias.
"jadi penghargaan ini milik Jasmine." sambung nya dengan nada yang mantap. seraya mengangkat tropy yang berada di tangannya.
sorak sorai tepuk tangan pun riuh bergemuruh
__ADS_1
mereka meneriakkan kata "we love u Jasmine, wherever u are".
Rendy menoleh ke Retha. Retha menganggukkan kepalanya dan tersenyum.ia menitikkan air matanya.
jika seandainya mamanya Jasmine melihat ini. entah kata apa yang di ucapkan oleh beliau untuk anaknya. tetapi sayangnya kebahagian dan kebanggaan ini tidak pernah di rasakan oleh Jasmine sendiri ataupun mamanya.
acara wisuda selesai sudah. di akhiri pelemparan topi toga ke atas dan di abadikan oleh kameramen profesional yang khusus di datangkan di momen kebanggaan itu.
dari kejauhan Satria tersenyum melihat gadis pujaan hatinya. ia mendekati Retha dan mengucapkan selamat kepadanya. Rendy datang dan mengajak asisten dosennya itu berfoto bareng. diikuti teman temannya yang lain yang satu unit.
semua bahagia saat itu tak terkecuali Cindy yang melupakan kegundahannya untuk sementara, karena hari dimana dirinya akan di belenggu dalam sebuah pernikahan tanpa cinta akan segera tiba.
sementara Alma menangis di pemakaman Inka. ia teringat akan Jasmine, yang seharusnya berada di antara para mahasiswa yang di wisuda hari ini. seharusnya ia pun bisa juga menemani Jasmine, menggantikan Inka. tetapi takdir tak sesuai harapan manusia.
"Inka. Jasmine mendapat penghargaan dari universitas nyo. uni pasti bangga kan sekarang". ucap Alma di depan makam Inka.
Alma tersenyum miris seraya mengusap nisan Inka. jauh di lubuk hatinya. ia berharap Jasmine bisa kembali dengan selamat dan mewujudkan impian mamanya. Sejujurnya dirinya pun dilanda kesepian semenjak mereka berdua tidak ada.
jika Jasmine masih ada, setidaknya dirinya masih berharap ada seseorang yang lain yang ia nantikan kembali pulang ke rumah Inka.
__ADS_1
Alma memang sudah menganggap Inka sebagai saudaranya. bahkan untuk Jasmine pun ia sudah menganggap sebagai anaknya. ia telah berjanji pada dirinya sendiri. jika Inka tiada maka dirinyalah yang harus bisa mengganti kan Posisi Inka sebagai mamanya Jasmine. meskipun tak sama.
tetapi setidaknya mereka berdua sama sama saling membutuhkan dan menyayangi satu sama lain. tetapi kali ini, rasa sedih menyelimuti hatinya kembali. manusia memang bisa berencana, tetapi tuhan jugalah yang menentukan takdirnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
jangan lupa buat like, komen, vote and rate ya..
jangan lupa buat like
komen
vote
rate
and
share
__ADS_1
follow Hazhilka279
Ig Zhilolshop/Hazhilka