
"maaf pak. maafkan saya. saya tak sengaja.beneran pak. sumpah". Merry memohon seraya membuat tanda huruf V pada kedua jari telunjuk dan tengahnya.
Pria itu tersenyum senang melihat tingkah gadis yang memohon ampun karena ketakutan. ia merasa seperti mendapatkan mainan yang baru. ia memutuskan untuk bermain main sejenak dengan gadis itu.
"kau ku maaf kan". sahut pria itu datar.
Merry mendongakkan wajah lugunya. ia tersenyum simpul dan mengucapkan terima kasih pada lelaki itu. seraya manggut manggutkan kepalanya.
"tapi ada syaratnya". lanjut pria itu datar.
"hah. syarat? ". gumam Merry pelan seraya mengerutkan kening nya.
"memang nya tak bisa ya memaafkan tanpa syarat?". tanya Merry polos.
pertanyaan konyol Merry sontak membuat pria itu tertawa geli. sementara Merry sempat di buat terpana memperhatikan wajah pria yang ia pikir sadis ternyata bisa tertawa manis seperti ini.
"busyet.. ini laki. ganteng kali kalau tertawa kayak gini". bathinnya.
"hei kau pikir ini badan amal hah!?. setelah kau membuat keonaran. terus dengan begitu mudahnya aku maafkan. heh!!". sahut pria itu sinis.
"terus saya harus bagaimana pak??". tanya Merry memelas.
"ganti kerugian yang saya alami karena ulah kamu semalam". titah pria itu.
"ganti rugi? ". gumam Merry.
"iya! ". ganti rugi sebesar kerusakan yang kau timbulkan di klubku. dan juga pakaian mahalku". sahut pria tersebut dengan angkuhnya.
"oh cuma itu". sahut Merry gampang.
ia mengingat ingat kembali kerusakan yang ia timbul kan semalam di klub. hanyalah satu gelas yang tersenggol karena dirinya. dan juga muntahan di baju pria tersebut.
"iya saya ganti. emang berapa sih. cuma itu saja pun". lanjutnya yang mulai memasang tampang angkuh.
"cih". pria itu berdecih karena mendengar perkataan Merry.
bahkan kini semakin meremehkan Merry. ketika memperhatikan wajah Merry yang memperlihat kan tampang angkuhnya.
"sombong sekali dia". bathinnya.
"baik. silahkan transfer uangnya sekarang ke rekening ini senilai seratus juta". titah pria itu. seraya menunjukkan satu lembar nomor rekening atas nama klub miliknya.
__ADS_1
Merry yang tadinya memasang tampang angkuh. sontak membelalakkan matanya mendengar nominal yang di sebutkan oleh pria sadis tersebut.
"hah!. se...se... seratus juta?! " pekik Merry terbata bata.
"iya. semua total kerusakan yang kau timbulkan adalah bernilai seratus juta". sahut pria itu santai.
Merry menelan salivanya kasar. ia sungguh tidak percaya jika sebuah gelas dan satu setel pakaian kerja bernilai seratus juta.
"bagaimana?". aku beri waktu hingga besok. kau bisa membayar dengan tunai sekarang atau menggunakan kartu kredit hingga besok." pria itu memberi ultimatum.
Merry yang menyadari dirinya yang tak akan mampu membayar meskipun ia harus menjual motor maticnya sekalipun atau bahkan ia harus membayar kerugian yang berjumlah jutaan sekali pun, akhirnya angkat bicara untuk bernegoisasi.
"masa gitu aja harus bayar sih pak. mengenai gelas yang pecah kan tinggal beli baru. banyak tu di jual di pajak gelas model gitu. udah murah plus diskon lagi kalau kita beli dalam jumlah banyak". omel Merry.
"terus itu baju yang kena muntahan kan bisa di laundry. pak. udah bersih plus wangi lagi. bahkan kalau kita member. diantar jemput lagi. bereskan?! .". lanjutnya panjang lebar dengan begitu percaya diri.
pria itu mengernyitkan dahinya. ia begitu heran dengan perubahan sikap gadis ini. yang tadi awalnya memasang tampang takut, lalu angkuh dan kini dengan penuh percaya diri memberi solusi.
"bapak kan banyak duit. masa gitu aja harus minta ganti sama saya yang rakyat jelata ini sih pak?? ". mohon Merry panjang lebar, seraya duduk bertumpu pada kedua lututnya untuk meminta belas kasihan. dengan memasang tampang puppy eyes nya.
"cih". pria itu berdecih. padahal hatinya sedari tadi menggelitik.
pria itu menurunkan kedua kakinya dan duduk tegak dengan tangan yang masih bersedekap di dadanya yang bidang.
"aku masih berbaik hati memberimu kesempatan untuk menggantinya dengan uangmu. bukan dengan tubuhmu. karena aku tak tertarik dengan tubuh kurusmu". dustanya.
"jadi siapkan uangnya paling lambat besok. atau kau harus bekerja untukku untuk melunasi hutang mu itu". pria itu memberi ultimatum.
lalu ia berdiri dan berniat meninggalkan ruangan tersebut.
Merry yang sejatinya memang tak memiliki uang dalam jumlah jutaan apa lagi pekerjaan. begitu ia mendengar kata kata bekerja. ia pun mencoba menawarkan diri untuk bekerja saja. setidaknya ia di pekerjakan minimal bisa membayar hutangnya yang baru saja di takdir kan.
"bagaimana jika saya membayar nya dengan bekerja?". Merry bertanya dengan hati hati.
Pria itu yang baru saja melangkahkan kakinya seketika menghentikannya saat itu juga. ia berbalik menatap Merry yang menundukkan wajahnya sedang menggigit bibir bawahnya sementara bola matanya bermain sana sini.
ia mengernyitkan dahinya. ia begitu heran dengan sikap gadis yang di hadapannya ini. dalam sekejap bisa berubah ubah seperti bunglon.
pria itu membungkukkan tubuhnya menelisik ke wajah gadis bunglon ini. ia merraup dagu gadis itu dengan tangan kanannya. dan mengangkatnya ke atas tepat sejengkal dengan wajahnya.
"baik. aku terima kau bekerja disini. dengan satu syarat. tak boleh protes". sahut pria tersebut.
__ADS_1
"baik pak". sahut Merry.
"baguslah. kalau begitu bersiap siap untuk nanti malam". titah pria tersebut.
ia pun berdiri tegak dan berbalik melangkah untuk meninggalkan Merry yang sedang memikirkan sesuatu.
"malam? ". gumam Merry seraya mengernyitkan dahinya.
"pak. emang nanti malam saya mau di apain. tak jadilah aku. bagus aku cari utangan saja buat bayar utang ke bapak. dari pada aku jual tubuh. cih tak sudi aku". protes Merry yang' memasang tampang angkuhnya kembali.
pria itu menghentikan kembali langkahnya. kali ini ia tidak bisa menahan tawanya. ia pun tertawa terbahak bahak hingga mengeluarkan air matanya.
"benar benar gadis yang menarik". pikirnya.
kali ini ia tidak akan melepaskan gadis itu dengan mudah. ia akan mengulur tarik seperti layangan gadis itu.
"benar benar mainan yang bagus dan menarik". bathinnya.
"baik. saya kasih kamu kesempatan hingga besok. jika besok kau tidak bisa membayar hutangmu. maka kau harus ber hati hati untuk hari hari mu selanjutnya ". ucap pria itu dengan penuh intimidasi.
"sekarang kau boleh pergi. tapi ingat jangan coba coba bermain curang dengan ku. karena aku juga akan lebih bisa mencurangimu". ancamnya.
Merry menelan kasar salivanya. kali ini ia benar benar di hadapkan pada seorang mafia, lebih tepatnya seorang psikopat.
"silahkan. aku memberi kamu waktu hingga besok". pria itu mempersilahkan Merry pergi.
akhirnya dengan langkah seribu. Merry pergi dari ruangan itu, memasuki kamar yang tadi untuk mengambil blazer dan medium ranselnya. ia segera keluar dari kamar dengan menggunakan blazer miliknya tanpa menggantikan gaun tidurnya. karena baju yang ia gunakan semalam terbang entah kemana.
ia melewati pria itu dan segera menuju pintu keluar dari apartemen itu.
"oh iya satu lagi. gaun yang kau gunakan bernilai satu juta. jadi total yang harus kau bayar adalah seratus satu juta!! ". ucap pria itu santai.
Merry yang mendengar hutangnya bertambah jadi blingsatan dan sontak berbalik menatap tajam pria itu.
"apa!! cepek satu juta!! ". pekiknya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
selamat menunaikan ibadah puasa ya...
jangan lupa tetap di like, vote, komen, share, rate dan favorit.
__ADS_1