
# selamat membaca bonchapnya guys..
"aishh... busyet ni bocah". maki Justin ketika mobilnya di coret menggunakan spidol oleh anak anak Sekolah dasar yang suntuk karena kelamaan menunggu jemputan.
sementara Nadira yang baru saja keluar dari halaman sekolah Namira mengernyitkan dahinya seraya memperhatikan sohib karibnya tersebut.
sudah menjadi tugas Nadira jika memiliki waktu senggang menjemput adik satu satunya. dua kakak beradik yang memiliki nama belakang sama itu memang terlihat saling menyayangi.
di karenakan ayah dan bunda sama sama sibuk dalam mengemban tugas negara. jadi terkadang mereka sering di tinggal berdua oleh kedua orang tua mereka. sehingga the Orchidea itu selalu menghabiskan waktu di rumah Justin yang letaknya saling berhadapan dalam satu komplek perumahan tersebut.
dua keluarga Ardiansyah dan Archidean adalah tetangga terdekat dan terakrab lantaran masing masing dari keluarga tersebut tidak memiliki anak perempuan dan anak laki laki sehingga dua keluarga tersebut saling melengkapi satu sama lain.
"kenapa sih tin? ". tanya Nadira penasaran saat melihat sahabat nya itu mendumel kesal.
"itu bocah bikin kesel aja tau ga? ". sungut Justin seraya menunjukkan ke arah beberapa bocah laki laki yang berseragam merah putih.
Nadira mengukuti telunjuk Justin dengan netranya. ia tersenyum melihat segerombolan bocah bocah SD bertingkah dengan lucunya.
"ya elah Tin.. sama bocil SD aja kamu kesel sampe segitunya. entar lu sodaraan samu tu bocah tau rasa lu". ujar Nadira.
"maksud kamu apaan? ". tanya Justin penasaran.
"ya jadi iparnya lah ". kekeh Nadira seraya membuka pintu lalu memasukkan adik nya sendiri ke dalam mobil.
"kak Justin kenapa kak? ". tanya Namira. saat si kakak memasangkan safebealt adiknya.
"biasalah phobia nya kumat lagi hihihi". kekeh Nadira geli.
Namira juga ikut tertawa mendengar candaan kakaknya itu.
Justin yang sudah masuk mobil dan menunggu Nadira di belakang kemudinya pun mendengar celotehan dua kakak beradik itu.
"hmmm. ngomongin gue". tegur Justin sewot.
__ADS_1
"enggak kok. orang kita lagi bercanda berdua aja kok. ya kan dek? ". perasaan amat sih jadi orang". dusta Nadira menahan tawa.
'hmm.. iya". sahut Namira membela sang kakak.
Justin pun terdiam karena dua kakak adik itu sedang memasang mode kompak untuk menggosipi dirinya.
setelah memasangkan safebealt adiknya itu Nadira pun mengambil posisi duduk di samping Justin yang memegang stir mobilnya.
"maksud kamu apaan sih. siapa juga yang mau sodaraan sama bocil tengil kayak gitu. udah dekil bandel lagi". dumelnya pada Nadira.
"jangan takabbur kamu Tin. kalau beneran kejadian gimana. ingat loh benci dan cinta itu beda tipis lho". sahut Nadira.
"cih. malah berpujangga pula lagi ni orang". sewot Justin.
"udah ga usah berdebat. kita jalani aja dulu prosesnya gimana. ya syukur sih kalau hidup kamu sesuai dengan yang kamu inginkan. tapi..... ". Nadira menjeda kalimatnya.
"apaan? ". tanya Justin penasaran.
"ga ada". sahut Nadira singkat.
"hehe... udah ya. kita pulang dulu. kasihan tu adek gue. udah capek. ya kan dek? ". tanya Nadira yang pura pura agar pembicaraan mereka teralihkan.
"cih. dasar selalu saja suka mengalihkan pembicaraan". dumel Justin.
"denger ya Nad. seorang Justin akan di takdir kan oleh seorang wanita yang mandiri dan pintar sehingga anak anak gue ga akan terlahir sebagai anak yang manja. serta bisa gue jadiin teman berdiskusi dalam segalanya. jadi gue merasa ga nikahi sekedar istri tetapi istri yang bisa gue jadiin teman juga frenz". jelas Justin panjang lebar.
"wow. spektakuler words yang pernah aku dengar selama hidup gue. gue ga tau ngomongin apa lagi deh. gue berharap suatu saat lu ketemu dengan perempuan seperti itu dan mau di jadikan istri sama lu. Aamiin". tutup Nadira dalam mukadimahnya untuk sahabatnya yang memiliki sifat segalanya layaknya omnivora.
"kak. buruan dong dari tadi ga jalan jalan sih. aku laper nih". akhirnya Namira mengeluarkan keluhan nya.
"oh iya ya. tuh kan lu Tin. berdebat mulu sih. di protes bocil kan. kapok lu". canda Nadira.
"iya Ochi. iya... ini juga mau di jalanin mobilnya". sahut Justin menoleh ke belakang dengan tersenyum semanis mungkin seraya menstarter mobilnya.
__ADS_1
lalu ketiga nya pun pulang ke komplek perumahan yang sama untuk bisa beristirahat di rumah masing masing karena penatnya kegiatan mereka yang seabrek lantaran Justin dan Nadira sedang di sibukkan kewajiban dengan jadwal ujian sipenmaru.
yah meskipun rencana tinggal rencana rancangan kegiatan mereka masing masing harus di pending. sepulang dari menjemput Namira. Justin pun tiba tiba nongol di ruang makan.
"astafirullah ini anak. bikin kaget ajalah. ngapain ke sini? ". tanya Nadira protes karena ini memang sudah seharusnya jadwal makan siang.
"hehehe... minta lauk nya dong". pinta Justin dengan kekehannya.
"emang di rumah nya kakak ga di masakin apa? ". tanya Namira bernada protes.
karena sebenarnya Namira takut juga kalau sisa makanan yang ada di meja akan di habiskan oleh Justin. lantaran masakan rumahan milik nya sangat jauh berbeda enaknya bahkan bervariatif dengan masakan rumahan milik Justin yang lebih banyak menggunakan masakan ala ala eropa gitu.
akan tetapi Justin slalu saja punya alasan. agar bisa makan bareng di rumah ini. setelah di rasa cukup kenyang. bukannya pulang tetapi lebih memilih bersantai ria di depan televisi. Justin berlagak seolah olah itu adalah rumah milik nya.
sementara Namira yang sedang mewarnai di di ruangan tersebut hanya menatap tak perduli pada teman kakaknya itu. sedangkan Justin melirik Namira dan melihat hasil karya Namira dalam mewarnai.
Justin memperhatikan gambar dan warna hasil karya tangan Namira.
"rapi juga hasil mewarnai nya. tak ada cacat sedikit pun ni bocah. yang ini juga. gambar nya juga bagus".
...----------------...
authornya
hai readers. cuma ngasih tau.. bonchapnya sesekali ada ya. karena novelnya udah END.
jangan lupa loh ke novelku yang berikutnya.. season 2 JASMINKA/ORCHIDEA
dengan judul SHE IS MY DEA ( mengejar istri gila).
hanya di novel keduaku. ceritanya lebih berfokus pada kisah nya.
Midea Hasxander ya?? .
__ADS_1
bagaimana ia bisa selamat dari upaya bunuh dirinya dan memanfaatkan kebaikan orang orang yang menolong dirinya, meskipun orang orang tersebut menganggap dirinya Jasmine yang hilang dalam sebuah insiden kecelakaan pesawat. dan juga bagaimana ia mendapatkan kehidupan nya sebagai Jasmine, yah meskipun itu tidak akan bertahan lama setelah keluarga Ardiansyah pindah di mana Jasmine yang asli tinggal.
"nah itu dia sedikit bocorannya di novel aku yang kedua. jangan lupa tetap di like, vote, komen, rate, dan share link nya ya readers... ???# selamat membaca bonchapnya guys..