Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
trap of Midea


__ADS_3

Namira melihat kembali jam tangannya. waktu mulai berakhir dalam hitungan menit. bola matanya mulai mengkristal. ketika ia bangun dari duduknya tiba tiba......


pintu lift terbuka dan ia melihat seseorang yang di tunggunya selama ini. kini muncul di hadapannya..


"kak Justin. ". Namira menyebut nama Justin pelan.


...----------------...


Justin bergegas turun dari Helikopternya. menuju pintu lift ke lantai dasar kantornya. ia berlari dengan cepat menyebrangi jalan raya.


Justin menerobos lampu merah pejalan kaki. menuju gedung yang terletak dua blok dari persimpangan jalan tadi yang di laluinya. sesekali ia melirik jam tangannya. ia semakin gelisah tatkala waktu terus berlalu. tetapi ia belum tiba di tempat yang dituju. dimana gadis kecilnya sedang menunggu dirinya di rooftop Resto tersebut.


Justin terengah engah memasuki lift yang langsung menuju Rooftop dari Resto tersebut.


"ting."


pintu lift terbuka. dari jarak beberapa meter ia melihat gadis kecilnya yang terlihat begitu cantik dengan dress peach yang sengaja dia pesan khusus di butik ternama sedang berdiri mematung menatapnya sendu. gadis kecilnya memanggil namanya pelan tapi cukup di dengar olehnya.


Justin langsung berjalan cepat dan merengkuh tubuh gadisnya dan memeluknya dengan sangat erat. rasa rindu menyeruak di dalam dadanya. Justin mengecup lembut ubun ubun kepala gadis kecilnya. ia merasa bersalah meninggalkan dan menunggunya terlalu lama dalam keadaan sendiri.


"kak". Namira memanggilnya kembali.


"happy birthday Ochi. happy birthday. I am sorry I really sorry". ucap Justin dengan rasa yang terdalam. dan ia juga menangkup wajah Namira. mereka saling menatap secara intens.


Justin tersenyum mendengar bunyi perut Namira. "kamu belum makan? ".


Namira tersenyum malu dan menggeleng kecil.


"harusnya kamu makan terus kalo udah laper. kan sayang kamunya entar masuk angin. terus sakit lagi". omel Justin.


"kakak lupa ya?" aku kan lagi nungguin kakak. " protes Namira.


"iya iya maaf ". kakak ngaku salah. yok kita makan?". Ajak Justin.


"ga ah. aku ga selera lagi. aku pingin makan sate yang di jalan AA". ucap Namira polos.

__ADS_1


"hmmm ayok". ajak Justin dan meminta Namira mengalungkan lengannya di lengan Justin.


mereka turun ke lantai dasar. keluar dari Resto tersebut dan menuju ke jalan AA. meskipun waktu telah menunjukkan dini hari dan bukanlah lagi milik Namira. tetapi saat ini ia begitu bahagia dengan sosok pria di sampingnya. begitu pun Justin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


dengan tertatih Dea memasuki Apartemen nya. memasuki kamar rahasianya yang tersembunyi di balik lemari kaca.


di ruangan ini terdapat beberapa laptop dan beberapa botol kaca dan sebuah rak buku. bahkan di samping rak buku terdapat ruangan yang berukuran tiga kali dua meter sebagai mini lab.


disinilah Dea menghabiskan waktunya selama tiga bulan terakhir untuk mencari seluruh data lelaki yang akan menjadi incarannya. ia pun meracik sendiri obat bius yang ia gunakan.


di karenakan obat bius bukanlah barang yang mudah di dapatkan. mungkin pun tidak akan pernah didapatkan Dea sebagai orang biasa.


ia hanya perlu belajar dari buku dan internet. dan membeli sedikit bahan secara acak. dan mempraktekkannya di ruang apertemen rahasianya.


Ahhhh... ssshhhh.. " Dea meringis kesakitan. sembari menarik serpihan kaca yang menusuk di telapak kakinya. nafasnya masih terengah engah menahan sakit dan rasa letih akibat bergulat dengan seorang pria yang tak lain adalah asistennya Justin.


...----------------...


"aiissssshhh". ringis Alan menahan sakit di kepala bahkan hingga ke tengkuk.


Alan mencoba mengingat ingat kembali jika semalam ia memang berhasil mendapatkan ponsel Midea dan menghapus seluruh data dan foto foto di ponsel tersebut. meskipun dengan paksaan dan ancaman bahkan kekerasan yang dilakukannya.


Alan memang tidak pernah sungkan atau takut terhadap apapun. asalkan ia bisa melindungi bossnya. ia tidak perduli apakah itu pria atau pun wanita. baginya kesetiaan dan profesional kerja itu yang paling utama.


ketika Alan selesai membereskan ponsel milik Dea. Alan berniat memberi pelajaran tambahan pada wanita tersebut. ia tahu jika bossnya memang membenci wanita ini sedari pertama bertemu. bahkan kebencian nya bertambah dengan kejadian semalam.


ketika Alan mendekati Midea yang tersungkur di lantai. Midea melempar sebuah botol ke sebuah cermin yang terpajang di dinding kamar hotel tersebut. yang menyebabkan cermin pecah berantakan.


tiba tiba bau chloroform menyeruak. Alan segera menutup hidungnya dengan satu tangannya. sementara ia yang melihat Midea menggunakan masker khusus bangun dan hendak melarikan diri.


Alan berhasil menangkap Midea dengan tangan kanannya. dan mencekalnya kuat. akan tetapi ia merasakan sebuah benda tumpul mendarat tepat di kepalanya mendekati tengkuknya. ia sempat melihat Midea memegang patung asbak yang terbuat dari kayu. pandangan Alan mulai meredup dan menghitam. Alan tersungkur ke lantai kamar hotel tersebut.


bunyi ponsel Alan berdering menyudahi pemikirannya yang semalam.

__ADS_1


"hallo pak".sahut Alan. ia mendengar sejenak perintah atasannya.


"baik pak". Alan menutup telponnya.


lalu ia menghubungi anggotanya yang lain untuk membereskan perkara di kamar hotel ini saat ini juga.


...----------------...


Dea terbangun dari tidurnya. air telah bertumpah ruah dari bathup yang ditidurinya dalam kamar mandi miliknya. ia keluar dari sana dan mematikan kran air yang terdapat di ujung bathup tersebut. Dea menuju ke wardrobenya dengan posisi tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya.


masih dengan bathrobenya. Dea keluar dari kamarnya dan membuat sarapannya sendiri. seperti itulah yang dilakukan setiap harinya.


Dea mengambil ponsel yang lain dan menghubungi pihak kartu Ponsel agar menutup kartu ponsel yang hilang semalam.


Dea kembali masuk ke ruangan rahasianya. ia menyimpan foto foto semalam dalam surelnya. dan hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengirimnya.


memang ia gagal menyelamatkan ponselnya. tetapi Dea telah mengirimkan seluruh fail yang di butuhkan ke ponselnya yang disini. dan menghapus riwayat pengiriman. sehingga Justin tidak bisa melacaknya.


semalam setelah ia bergelut dengan Alan. Dea memang mencoba mencari kembali ponselnya. tetapi sialnya ia tidak bisa menemukan nya. sedangkan Dea harus bergegas meninggal kan tempat itu sekarang juga karena ia mendengar suara langkah kaki menuju ke arahnya.


tetapi naasnya Dea, ketika ia akan keluar dari kamar itu. dirinya tanpa sengaja memijak pecahan kaca cermin yang tadinya memang sengaja ia lemparkan.


Dea menjerit pelan sembari menutup dan mengunci pintu kamar hotel tersebut. bau chloroform masih menyengat di hidung Dea yang terlindungi masker khusus.


Dea mendiamkan diri sejenak di balik pintu kamar hotel tersebut. setelah suara langkah kaki menjauh. barulah Dea bergegas pergi dari tempat itu dengan langkah kaki yang tertatih dan buru buru memasuki lift menuju parkiran bawah tanah hotel tersebut. ia segera menstarter mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


*** terkadang manusia bisa berbuat nekat jika keadaan membuat nya semakin terhimpit dan terjepit***


jangan lupa like komen dan vote nya dong... biar yang nulis semakin semangka buat nge up nya..


thanks ya yang udah mau baca cerita ku...


maaf kata terucap bila masih banyak kekurangan. maklum ini Novel pertama jadi banyak typo typo...

__ADS_1


saran dan kritik ya.... di tunggu ni...


__ADS_2