
Andra yang tiba dengan selamat di daerah kelahirannya di sambut suka cita oleh keluarga dan tetangga.
mereka cukup bangga karena seorang Andra yang dari kampung bisa menjadi wakil ceo dari perusahaan terbesar dan ternama.
tetapi tidak bagi sang bapak. bagaimanapun si Bapak maunya si anak tetap melanjutkan usaha keluarganya yaitu menjalankan perusahaan jamu milik keluarganya yang telah diwariskan empat generasi.
meskipun perusahaan tersebut masih ada anak anak muda yang mau belajar tentang pengolahan jamu. bahkan menantunya yang cukup lihai dalam menjalankan bisnis jamunya. apa lagi sekarang ada seorang gadis bernama ningsih yang di pungut si ibu karena merasa kasihan karena meluntang lantung di jalanan.
tetapi tetap saja seorang ayah menginginkan sang putranyalah yang mewarisi ilmu dan usahanya.
di malam harinya..
"nak, bapak maunya kamu itu disini melanjutkan usaha keluarga kita. kamu belajar dari mas Angga. hingga nantinya pabrik tersebut kamu yang handle." ucap si Bapak memulai perbincangan serius
"iya toh le.. bapak mu ini sudah tua. mau duduk tenang dirumah. kumpul kumpul di mesjid sama warga". sang ibu turut menimpali
"pak....bu..Andra sudah punya pekerjaan sendiri dan perusahaan yang saya bangun bersama teman teman saya ga mungkin saya tinggalkan begitu saja". ucap Andra
"lagian disini kan ada mbak yu dan mas Angga biarlah mereka yang kelola. toh selama ini pabrik jamu bapak kan stabil dan tambah maju juga karena mereka berdua toh". lanjut Andra
"kamu ini sudah ada usaha sendiri ya mbok di majukan biar segede perusahaan yang kamu lakoni toh. kok malah di biarin". ucap si ibu sebal pada anaknya
"bukan gitu juga bu..". Andra tak melanjutkan kata katanya lantaran si Ibu sudah membantahnya duluan
"alah.. kamu ini banyak alasan."
"bukan banyak alasan bu. menang itulah alasan sebenarnya". ucap Andra meyakinkan si ibu
...----------------...
kepulangan Justin dari bulan madu di sambut heboh oleh keluarga Justin terlebih mona. ia sangat merindukan pasangan tersebut apa lagi ia berharap setelah ini. Namira segera hamil dan hadirlah seorang cucu untuk meramaikan keluarga mereka yang tergolong sepi ini.
"Namira sini". mona menarik tangan Namira untuk masuk ke kamar Justin yang telah di desain khusus untuk mereka jika pulang nanti.
"ada apa ma?". tanya Namira penasaran
"gimana honeymoonnya?. kalian enjoy ga? "itu si Justin ga maen buang buang keluar kan? ". tanya Mona penasaran
Namira yang masih lugu belum mengerti dengan istilah yang di ucapkan Mona. ia memasang tampang bloon.
"mmm. buang aer maksud mama? ". tanya Namira polos
si mama yang mau membantah langsung menyadari jika yang dinikahi anaknya adalah seorang gadis polos yang baru saja menamatkan sekolahnya
"hmmmmmm." desah Mona.
"ya udah kamu kamu istirahat dulu ya disini. semua udah mama sediakan". kalo laper tinggal turun makanan semua di sediaian di meja makan atau mau di bawain kesini sekalian sama si bibi? ". tanya Mona
__ADS_1
"ga usah ma. nanti aku turun sendiri kok. makan bareng sama mama dan papa". jawab Namira dengan senyum
"anak pintar". balas nona sambil menutup pinti kamar dan berlalu dari sana.
sementara Justin memasuki kamar kerjanya yang berhadapan dengan kamar Justin yang sekarang di tempati Namira sebagai kamar mereka berdua.
Justin mengecek cctv dari apartemennya melalui ponselnya. ia melihat Midea di dapur sedang menikmati makanannya.
"kemana saja dia selama dua minggu menghilang". bathin Justin bertanya.
ting. pesan masuk ke ponsel Justin
Indra
"hai bro udah pulang?"
Justin
"baru juga nyampe ni".
Indra
"besok lu ngantor kan?." Andra lagi cuti soalnya. dia pulang kampung".
Justin
Indra
"sepertinya ga. kenapa? ". apa kangen lu ma tu anak? ". seloroh Indra
Justin hanya membalas dengan emotikon senyum
...----------------...
pagi ini Andra di ajak berkeliling oleh si Bapak ke pabrik Jamu. setelahnya ia mereka beristirahat di salah satu ruangan kerja milik si Bapak.
tak lama kemudian Angga sang menantu datang dengan setumpuk berkas dan dokumen.
"oiya ga.. Stock untuk pengiriman ke toko toko dan supermarket masih ada kan? ". tanya si Bapak.
"Alhamdulilah masih bisa tercukupi pak". ucap Angga
"si Ningsih gimana menurut kamu".tanya si Bapak
"yah selama ini anaknya cukup cekatan dalam pekerjaan pak. sekali di jelaskan langsung mengerti seolah olah sudah berpengalaman". jelas Angga
"kamu bisa panggil dia kemari. ada yang mau bapak sampaikan". ucap si bapak
__ADS_1
"baik pak". ucap Angga seraya pamit pada sang mertua dan adik iparnya
tak lama kemudian..
seorang gadis datang berpenampilan cupu dengan rambut di kuncir dua. berkacamata besar dan bahkan giginya penuh dengan kawat gigi. berkulit gelap. bahkan memiliki tompel pada bagian atas pipinya yang mendekati mata.
"permisi pak. bapak panggil saya? ". tanya gadis tersebut
"iya Ningsih. mari duduk sini". ajak si bapak
"gimana selama kamu kerja di sini?. ada kendala? "tanya si Bapak
"ga ada pak. semua baik baik saja". ucap gadis tersebut.
Andra yang sedari awal melihat gadis tersebut masuk hanya memperhatikan penampilan gadis tersebut. ia memandang biasa pada gadis tersebut.
"oiya. perkenalkan ini anak bapak yang tinggal di sumatera namanya Andra Airlangga. Andra ini Ningsih" ucap si bapak yang saling mempeekenalkan mereka
"Ningsih ini sudah empat bulan di sini. dia yang banyak membantu masmu dan bapak di pabrik ini. dia termasuk cepat tanggap kalau soal belajar. ya kan Ningsih". jelas si bapak
Andra yang sedari tadi hanya mendengar cuma manggut manggut. tak lama pintu di buka dari luar. masuklah si Ibu membawa bekal makan siang untuk suami dan anaknya.
"Assallammualaikum pak..". ucap salam dari si ibu dan melangkah masuk untuk duduk di samping si bapak
"waalaikumsalam.."sahut semuanya
"eh ada Ningsih.". ujar si ibu
"iiya bu.. "sahut Ningsih dan membantu si ibu membuka tempat makan dan menyusun nya di meja tamu yang mereka duduki sekarang.
setelah selesai Ningsih pamit pada mereka semua untuk melanjutkan bekerja.
"itu tadi Ningsih. gimana menurut kamu ndra?". si ibu meminta pendapat anaknya
"apa ga ada yang lain bu. kok ibu bisa bisa nya jodohin anak sih bu. ini kan bukan jamannya lagi" sungut Andra
"kamu ini. jaman sekarang nyari perempuan yang cekatan dan rajin seperti Ningsih itu susah". sahut si ibu
"ibu kan belum lama mengenalnya. apa kita tau dia baik luar dalam". protes Andra
"memang betul. tapi dia sudah tinggal dirumah kita hampir hampir setahun. dan baru bekerja di pabrik bapak mu ini empat bulan yang lalu. tetapi pekerjaannya ga kalah sama tenaga profesional.". jelas si ibu
"makanya itu kita berdua mau jodohin kamu sama dia. dan kalian bisa kelola pabrik ini sama sama nantinya".
Andra yang tengah menyeruput kopi buatan ibunya langsung tersedak saat itu juga
"hah apa!!! ". teriak Andra
__ADS_1