
di pagi hari..
di kediaman Cindy, suasana masih terlihat lengang. para pembantu bangun seperti biasanya. mereka mempersiapkan sarapan dan kebutuhan para tuannya. terlebih hari ini adalah jadwal keberangkaan mereka sekeluarga untuk mengadakan pernikahan nona Cindy, anak bungsu dari pasangan tuan Darmawan Harahap dan nyonya Cassandra Allesia.
para penghuni tiap kamar dari rumah besar dan mewah tersebut masing masing telah terjaga dari tidurnya. dari setiap kamar mereka mulai mempersiapkan dirinya masing masing.
nyonya runah memberi titah agar membangunkan anak bungsu mereka.
"bi. tolong bangunkan Cindy ya? ". titah nyonya rumah yang dikenal dengan paras nya yang cantik.
"iya nya". sahut salah satu asisten rumah tangga yang telah bekerja lama dengan keluarga ini.
ART yang sering di panggil Tuti pun menuruti permintaan sang majikan. ia naik ke lantai dua dimana kamar putri bungsu mereka berada.
tiba di depan pintu Tuti mengetuk pintu agar nona cindynya terbangun. tetapi tidak ada sahutan bahkan pintu pun tidak ada tanda tanda akan di buka.
Tuti melakukan pengetukan berulang kali, tetapi tetap saja tak ada hasilnya. hingga salah satu kakak Cindy keluar dari kamarnya dan melihat Tuti masih berusaha membangunkan nona Cindy nya.
kakaknya Cindy melihat hal itu pun ikut membantu dengan menyarankan membuka pintu menggunakan kunci cadangan. akhirnya Tuti pun turun untuk meminta kunci cadangan ke pemilik rumah.
"untuk apa Ti? ". tanya Sandra.
"ga bangun bangun bu non Cindynya. kata mbak Cyntia di suruh buka pake kunci serep bu". sahut Tuti.
"ya sudah tunggu sebentar". sahut Sandra. ia pun masuk ke kamar mengambil kunci cadangan dari kamar milik Cindy.
"tetap paksain seperti biasa ya bi kalau dia males bangun. anak kalau susah untuk bangun pagi merepotin satu kampung". dumel Sandra.
"iya bu". sahut Tuti seraya pamit berlalu dari situ untuk menuntaskan pekerjaannya.
Tuti membuka pintu kamar Cindy dengan kunci serap. ia masuk dan mendekati ranjang yang terlihat seperti orang tidur berbalut kan selimut.
"non Cindy. non Cyndi. non bangun". pangg Tuti.
__ADS_1
non Cindy bangun non. di suruh ibu bangun". Panggil Tuti kembali.
lalu ia mencoba menggoyangkan tubuh anak majikannya itu, tetapi baru juga ia menyentuh selimut ia merasakan ada yang aneh pada tubuh Cindy. ia menjadi curiga dan menyibak selimut tersebut. betapa kagetnya Tuti. karena yang tadinya ia fikir dibawah balutan selimut adalah tubuh anak majikannya, ternyata yang berada bawah selimut adalah susunan bantal dan guling.
Tuti kaget dan berusaha mencari Cindy di ruang kamar Cindy. tetapi hasilnya nihil. tidak ada Sosok Cindy di kamar tersebut. ia pun akhirnya berlari keluar memberi tahu kepada nyonya rumah bahwa anak gadisnya menghilang.
"apa Ti?. kamu bilang hilang? ". pekik Sandra.
"iya bu. non Cindy ga ada di kamarnya. saya udah nyari di setiap ruang di kamarnya tapi ga ketemu juga". sahut Tuti ketakutan.
Sandra bergegas ke kamar Cindy mencoba mencari tau apa yang terjadi. betapa kaget nya ia ketika melihat dompet dan ponsel Cindy tak ditemukan di kamar Cindy. dan juga Sandra melihat ada beberapa baju yang berkurang di lemari Cindy. Sandra juga memeriksa lemari yang berisikan tas yang di koleksi Cindy. ia mengernyitkan dahinya. Cindy kabur tidak menggunakan koper melainkan menggunakan ransel yang sering ia gunakan ketika jadwal kuliah praktikum.
Sandra mencoba menelpon Cindy. tapi operator memberitahu jika nomor yang di tuju berada di luar jangkauan.
berita Cindy kabur dari rumah pun akhirnya terdengar satu rumah besar nan mewah tersebut. sontak saja membuat panik seluruh keluarga. terlebih Darmawan. bagaimana pun ia lebih syok lagi mengingat koleganya yang akan menjadi menantunya telah mempersiapkan acara pernikahan yang mewah nan megah.
"cari si Cindy di mana pun berada. cari juga di rumah temannya yang terakhir nginap di rumah ini".titah si papa ke pada istrinya.
...----------------...
Merry mengucek ngucek kedua matanya, ia terpaksa bangun dari tidurnya meskipun masih sangat mengantuk, lantaran baru saja ia tertidur dua jam yang lalu. semalam ia terlalu asyik menghabiskan waktu nonton bareng piala dunia bersama teman teman kostnya, di warung kopi yang berada satu blok dari sebelah rumah kostnya.
ia terpaksa membuka matanya karena gedoran pintu yang terlalu keras di pintu kamar kostnya. ia mengintip dari jendela kamarnya dan melihat beberapa pria berbaju preman berdiri di belakang seorang pria yang ia tahu adalah asisten papanya Cindy.
Merry membuka pintu dengan sangat malas. lalu bertanya kesal seraya menguap dan mengacak acak rambutnya yang berantakan ke mereka yang telah mengganggu waktu tidurnya.
"ada apa sih. ganggu aja".
"maaf non Merry. non Cindy tolong di suruh pulang sekarang". sahut asisten papanya Cindy.
" dia ga disini. ga kemari pun. udah ya aku mau tidur lagi". sahut Merry seraya mau menutup pintu.
tetapi di tahan oleh lelaki tersebut. sontak membuat Merry semakin blingsatan ia membentak lelaki tersebut.
__ADS_1
"hai. apa apa an kau ini. aku masih ngantuk. kau ganggu sajalah". bentak Merry dengan gaya di anggap asisten tersebut seperti orang mabuk.
lelaki tersebut mendekati Merry ingin memastikan adakah bau alkohol di mulut Merry atau tidak. tetapi Merry langsung menghindar, dan membentak lelaki itu kembali.
"hei tuan jadi orang yang sopan ya!!. kau main sosor sosor saja. awas aku bakalan teriak kalau kau ganggu aku lagi".
Merry pun menutup pintu dengan membantingnya kasar. lalu menguncinya. gedoran pintu tak di hiraukan. ia memasang headset dengan musik kesukaan nya. lalu merebahkan dirinya kembali ke ranjang. ia kembali tidur hingga beberapa jam terlewati.
...----------------...
"mana aku tau itu si bule pergi kemana? " Didit menjawab kesal karena asisten papanya Cindy mendesaknya dengan berbagi pertanyaan seputar menghilangnya Cindy.
"emang tu anak kabur kemana sih? ". tanya nya kembali dengan wajah bego ke pada asisten papanya Cindy.
tentu saja hal ini membuat berang lelaki yang memiliki wajah tampan tetapi sangar tersebut.
ia menatap tajam ke arah Didit yang masih memasang tampang lugu karena pertanyaan nya.
sedangkan Didit yang melihat sorotan tajam dari lelaki yang di hadapannya kini mulai mengambil ancang ancang buat
"kaburrrrrrrr". teriaknya. dan Didit sukses kabur
"s**L*n". makinya seraya menendang ban mobilnya.
pagi ini dia sukses di buat repot dengan kelakuan anak gadis majikannya.
sementara Cindy sedang menikmati music melalui earphonenya di kursi VVIPnya dalam penerbangan menuju Jkt. ia tersenyum senang untuk sementara karena merasa telah bebas dari keluarga yang membelenggu nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
dasar Cindy anak durhaka ya?.
jangan lupa untuk tetap di like, di komen, di vote, dan di rate ya. dan di jadiin favorit ya...
__ADS_1