
Justin dan Indra menerima paket oleh oleh dari Andra yang baru saja tiba di kantor pusat tersebut. hari ini jadwal meeting lanjutan seluruh pemilik saham yang berada di naungan kehl bio company tersebut.
"wahhhh istri gue suka banget ni yang beginian. asal siapa aja yang ke Jgj pasti minta di beliin oleh oleh yang beginian." ucap Indra happy
"nih gue tambahin satu lagi jatah gue. untuk calon anak lu. kalo cewek buat gue. gue nikahin kalo udah tujuh belas tahun". ujar Indra
"mabok lu. lu udah jadi kakek kakek peyot bergigi ompong. mo nikahin anak gue. amit amit gue punya mantu macem elu". dumel Andra
"wahh ini mah ga adil bro. mentang mentang bini si Indra lagi bunting. dapat bingkisannya dua." Justin merasa jealous
"makanya lu punya bini di buntingin mas bro, jangan di anggurin. pake lu kirim ke Bdg segala. mo jadiin babysitter anaknya si Indra". seloroh Andra
"eee kupret. sembarang aja lo ngomong. dia kangen sama temen temennya makanya minta pulang ke bdg". bantah Justin
satu hari setelah insiden Midea. Namira meminta ikut Justin ke Bdg yang menjumpai klien penting menggunakan helicopter. setelahnya Namira ingin menginap beberapa hari dirumah lamanya. sehingga Justin balik sendirian ke Jkt.
"ooo kirain bini lo ngambek gara gara punya lakik workaholic. jadinya dijablai in". canda Andra kembali
Indra yang mendengar seloroh an Andra langsung menoyor kepala Andra karena di anggap terlalu vulgar bagi seorang jomblowan seperti Andra
"wadaw.. Indra kira kira mas bro". pekik Andra
"makanya lu kawin biar tau kehidupan rumah tangga itu gimana? "ucap Indra
"tull. nyari bini lu. jangan duit mulu yang lu cari". Justin ikut menimpali
"oiya ngomong ngomong ni ceritanya. emang ibu lu kenapa nyuruh lu pulang. mo di kawinin lu ya? ". tanya Indra
"gile lu tau aja. lu masang spy buat ngikutin gue lu ya". ucap Andra sedikit kaget.
"wahh mas bro kita bakalan kawin dong ni. kapan? "tanya Justin penasaran.
"ahh enggak ah. ogah gue ceweknya hancur banget sumpah parah". Andra bergidik ngeri membayangkan behel ningsih yang berwarna hitam.
bahkan ketika ia melihat Ningsih menggigit satu paha ayam. Andra melihat bekas daging yang nyangkut di behelnya. seketika itu ia mual dan memang bener bener ilfeel terhadap Ningsih.
"kenapa lu ". tanya Justin melihat tinggkah Andra
"lu tau ga? ". masa cewek yang mau di jodohin sama ibu gue wujudnya macam tokoh telenovela". jelas Andra
"loh kan cantik kalo calon bini lu cem artis telenovela". Indra turut menimpali
"wahh ni kawan belum juga gue jelasin wujud tu perempuan. lu tau bety la fea? ". tanya Andra
Justin dan Indra saling mengernyitkan dahinya dan bahkan mereka berdua saling pandang. begitu mereka menyadari cerita telenovela bety la fea di jaman mereka skola.
__ADS_1
akhirnya mereka berdua sontak tertawa terbahak bahak membayangkan bety la fea ada di indonesia. mereka juga membayangkan jika Andra memiliki istri seperti wujud betty la fea tersebut. semakin parah lah ngakak an mereka.
sementara Andra yang di tertawakan oleh kedua sahabatnya, hanya cemberut bete melihat keduanya
"memang dasar teman durhaka lu pada". seneng lu ya liat gue menderita". dumel Andra
mereka mencoba menghentikan tawa mereka dengan mengatup rapat mulutnya. mereka menahan tawanya meskipun hal yang mereka bayangkan tadi masih menggelitik perut mereka.
"iya.. iya.. maaf dra... ".ujar Indra
"kasian amat lu dra.. dulu lu mo pedekate ama seorang cewek yang lu liatin mulu. adaaaaa... aja... penghalangnya". ujar Indra mengingatkan masa lalu Andra
Justin mengernyitkan dahi untuk memutar kembali memori tentang cerita Andra dan ia langsung membalas dengan anggukan kepala beberapa kali
"sekarang. di cariin jodoh sama ibunya malah..."Justin menghentikan ucapannya karena Andra sudah melototkan matanya duluan ke Justin
"oalah Andra Andra.. nasibmu nak... "Indra menimpali seraya menepuk nepuk bahu Andra
telpon ruangan berbunyi. Indra mengangkatnya dan mendengar sejenak penjelasan sekretaris Justin
"bro.. semua udah pada ngumpul di ruangan.. yuk mulai". ajak Indra menyudahi percakapan konyol mereka pagi itu.
...****************...
sementara Ningsih terbatuk batuk lantaran tersedak minuman botol yang di teguki barusan
"ga kok mbak. cuma keselek aja" jelas Ningsih
"pelan pelan minumnya Ning. ga baca bismillah sih". ucap Indri menyarankan
"iiya mbak". balas Ningsih sambil membenarkan letak kacamatanya yang sedikit berantakan.
"yuk kita balik udah agak siangan ni" ajak Indri kembali ke pabrik
Ningsih menganggukkan kepalanya dan mengikuti mbak Indri
...****************...
Jasmine melakukan video call pada mamanya.
ia melambaikan tangan kegirangan melihat wajah mamanya yang ia rindukan. ia melihat background mamanya yang berada di ruangan serba putih dan Jasmine menebak jika mamanya kembali bekerja.
"mama kerja? ".tanya Jasmine
"iya. mama bosan dirumah terus". jawab Inka
__ADS_1
"minggu depan jadwal mama di kemo lagi kan? " tanya Jasmine
Inka tersenyum pasrah karena putrinya mengingatkan jadwal kemonya kembali
"iya". balas Inka
"jangan lupa. harus semangat ma.. biar cepat sembuh". ucap Jasmine dengan bibirnya memberi semangat pada mamanya.
Inka tersenyum menganggukkan kepalanya berkali kali.
"ma.. doain aku ya.. sekarang aku lagi ikut lomba karya tulis ilmiah lho.. ". ujar Jasmine Antusias memberitahu sang mama
"oiya.. semoga karya kamu terpilih menjadi salah satu juaranya ya?. aamiin.. ". doa Inka untuk putrinya
"Aaamiin...". ucap Jasmine
"kamu udah makan? ". tanya Inka
"udah ma.. pagi ini aku masak dari buku resep yang mama kasih". ucap Jasmine bangga. lalu Jasmine membuka bekal makanannya dan menunjukkan kepada mamanya melalui video call tersebut.
"wahh kelihatannya enak tu". Alma yang sedari tadi mendengar video call an mereka hanya senyam senyum. begitu Jasmine menunjukkan hasil masakannya. Alma langsung bangun dari duduknya dan melihat masakan Jasmine.
Jasmine yang melihat tante Alma yang mengintip di belakakang mamanya melambaikan tangannya memanggil Alma.
"kapan kapan aku masakin khusus buat mama". ucap Jasmine
"hmm tante tak di ajak nyo". Alma menimpali
"iya tante juga. aku masakin buat semuanya deh". ucap Jasmine antusias.
"iya mama dan tante bakalan tunggu janji kamu". ucap Inka.
"oiya...ma.... habis lomba ini aku, Retha sama Rendi dan beserta timnya pak Satria mau di ajak ke Jkt. ikut KTI lanjutan. boleh ga? ". tanya Jasmine
"oiya... pak satria mau ngajak kalian ikut tim beliau? ". tanya Inka
"iya ma" .balas Jasmine.
"selama ini kita bantuin beliau buat neliti di lab nya kok ma. sekalian bantuin tim peneliti yang lain di sana. kalau kami bisa masuk salah satu yang menang aja ma. pak Satria bakalan minta kita terus buat bantuin beliau". jelas Jasmine.
"syukurlah kalau begitu. kamu jaga stamina biar tetap fit untuk nelitinya. mama dukung penuh usaha kamu. mama doain semoga tim kamu mendapatkan hasil terbaik dan menjadi salah satu pemenangnya". doa Inka
"Aaamiin.. ". Alma dan Jasmine meng amin kan doa inka bersamaan.
akhirnya mereka menutup video call di siang itu. karena jadwal Inka untuk kembali bekerja dan jadwal Jasmine untuk kembali belajar
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, n komen nya buat yang nulis. biar yang nulis tetap fit buat nge up lho...