Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
Amplop


__ADS_3

# selamat Membaca


Retha memutar bola matanya melihat temannya yang hanya terdiam menunduk.


"hey girls.. udah cukup untuk hening ciptanya". cibir Retha.


Merry menengadahkan wajahnya dan menyengir kuda.


"sekarang urus dulu permasalahan kau hingga tuntas. enggak kau, enggak si Cindy bikin repot satu kampung. sekarang kau telpon semua teman dekat kita yang dulu. coba kau cari pinjaman sama mereka se berapa yang bisa lah". saran Retha.


Merry yang mendengar saran Retha segera


mengiyakan dan melaksanakan apa yang di sarankan oleh Retha.


...----------------...


besoknya....


Di sebuah apartemen mewah..


"bagaimana kabar tentang gadis itu". tanya pria yang sering di panggil Alex tersebut.


"dia masih mencari bantuan hutang ke teman temannya pak". sahut asistennya


Alex menarik sudut bibirnya.


"biarkan saja dia begitu. aku akan menunggu nya sampai dia benar benar mendapatkan uang yang di maksud". titah Alex


"baik pak". maaf pak jika gadis itu belum dapat juga bagaimana pak. apa tetap harus menunggu lebih dari yang bapak tentukan?". tanya sang Asistennya.


"kita lihat saja. aku ingin melihat seberapa keras usahanya dalam mencari uang.".sahut Alex.


"tetap pantau gadis itu". titah Alex kembali.


"baik pak". sahut Asistennya.


"sudah ada kabar mengenai Cindy? ". tanya Alex kembali.


"maaf pak belum. dan mengenai berita menghilang nya Cindy masih menjadi sorotan di kota Mdn. bahkan kini katanya pihak kepolisian sudah mulai turun tangan mencari Cindy". jelas asistennya.


"biarkan saja. itu urusan mereka. kau tetap awasi gadis itu. dan suruh anak buahmu mencari Cindy dengan cara kita sendiri". titah Alex.


"baik pak. saya permisi". pamit sang asistennya.


sepeninggalnya asistennya. Alex memikirkan tentang tunangannya.


"hmmm. Cindy. aku tau kau tidak mencintai ku. dan aku tau kau tidak menginginkan pernikahan ini. aku tau semuanya tentang dirimu Cindy. hanya saja aku ingin kau mengungkapkan sendiri tentang apa yang kau mau". bathinnya.


"bukan memilih kabur seperti ini. dari permasalahan". lanjutnya.

__ADS_1


"cih. benar benar belum dewasa" Gumamnya


...----------------...


di kost kost an nya Merry. Retha yang sengaja datang untuk melihat teman perempuan yang tinggal satu satunya yang tergolong dekat. ia memberikan beberapa amplop yang berisi uang dari perkumpulan teman cowok yang di titipkan melalui Rendy.


"nih. cuma segitu terkumpulnya. harap maklum mereka juga pada kere. masih pengangguran". ujar Retha.


Merry mengambil beberapa amplop hasil perkumpulan hutangan barunya. ia meletakkan amplop tersebut di atas kasurnya. dan memilih untuk membuka satu persatu amplop tersebut.


dia membuka amplop dari Ravi. dan memilih membaca catatan pesan dari temannya itu.


Ravi.


"maaf fren. cuma segitu yang bisa ku bantu. aku juga lagi kere. semoga cepat kau lunasi.


Merry


"iya. makasih". lalu ia menghitung lembaran uang seratus sepuluh lembar tersebut".


lalu ia membuka amplop ke dua.


Rendy


"maaf ya. Duitnya cuma adanya segitu. semoga cepat dapat pekerjaan agar bisa membayar hutang"


Merry


Merry membuka amplop ke tiga.


Arjun


"Maaf ya Mer. udah terpakai untuk buka kios ni. coba seandainya dari kemaren kemarin. mungkin bisa lebih dari ini aku bantu. semoga bisa dapat suami bilioner yang tak pelit dan mau ikhlas hati membayar hutang hutang kau yang kurang kepada yang bersangkutan dan juga bisa membayar hutang hutang kau kepada teman teman yang kau hutangi . aamiin".


Merry


"ya tuhan Arjun. terimakasih untuk doanya yang mantap ini. kau doakan aku teruslah semoga bisa tercapai ya.


sementara Retha hanya geleng geleng kepala mendengar ucapan konyol teman temannya.


lalu ia menyuruh Merry untuk membuka amplop terakhir.


"iya sabar tha. tunggu dulu aku hitung dulu berapa lembar ini duit ratusan ribunya". sahut Merry lalu ia pun menghitung duit seratusan ribu tersebut yang berjumlah dua puluh lembar.


"tha. makin tinggi jumlah duitnya ta". kekeh Merry senang.


"iya. udah cukup dulu. tu satu lagi yang terakhir dari si Didit". tunjuk Retha.


"ahh. kalau ini aku yakin kali pasti lebih besar dari yang tadi. secara kita kan sering menghabiskan waktu bertiga". ucap Merry dengan pedenya.

__ADS_1


" cuma di clubing saja kan. selebih nya kau di mana dia dimana". dumel Retha.


Merry membuka amplop dan membaca isinya


Didit


"oi mak. jangan marah ya. aku cuma bisa bantuin segitu. kau kan tau tabungan aku mana pernah sampek sejuta. doain aku bisa panen kelapa. jadi bisa ku tambah dananya".


Merry menghitung dua puluh ribu tersebut berjumlah 25 lembar. Merry memoncong kan bibirnya. sedangkan Retha tersenyum geli tatkala melihat Merry yang tadinya begitu pede jika Didit akan memberi lebih tinggi dari pada Arjun.


"ahh Didit payah kali kau. sudah kau kasih lima ratus ribu. duitnya duit receh dua puluh ribu lagi. bikin capek saja ku hitung". dumel Merry.


"hey girls. syukurin. udah kau hitung dulu berapa total semuanya". saran Retha.


lalu Merry pun menghitung jumlah keseluruhan uang yang terkumpul.


"ya tuhan baru segini Tha". pekik Merry melihat jumlah uang yang terkumpul hanya mencapai sepuluh juta rupiah.


"ini masih kurang banyak Retha". keluh Merry.


"yah jadi bagaimana. teman teman kau itu lagi pada kere. belum pada kerja. malah ada yang mau melanjutkan kuliahnya, jadi masih mikir mikir buat bantuin kau yang juga pengangguran.". sahut Retha.


Merry menggaruk garukkan kepalanya yang tidak gatal.


"ahh pening kali lah aku ini. ku jual motor cuma bisa terkumpulnya paling enam belas atau tujuh belas juta saja. sisa nya aku mau cari kemana ya? ". keluh Merry.


"ada yang cepat. sekali dapat kau langsung kaya". ujar Retha seraya melipat bibirnya ke dalam.


"oh ya apa tu Tha? ". tanya Merry serius dengan matanya yang berbinar senang.


"kau jadi babi ngepet saja. hahahahahaha". kekeh Retha dan langsung tertawa geli.


"dasar kau. kupikir juga serius kau kasih saran. tak taunya kau mau menyesatkan aku. dasar sesat kau! ". omel Merry.


...----------------...


sudah sebulan Cindy hidup di Jkt tanpa mendapatkan pekerjaan yang pas untuk menunjang kehidupan nya di kota besar ini.


malah sekarang ia harus berdiam di kamar kostnya hanya untuk menghindari orang orang yang mengenalnya karena selebaran yang di sebarkan oleh keluarganya.


Cindy tyang saat ini hanya bisa menghabiskan waktunya di kamar kost kostnya, masih saja terus berusaha mencari lowongan kerja melalui aplikasi di ponselnya. hingga akhirnya netra birunya menangkap satu lowongan pekerjaan sebagai asisten lab pabrik di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang herbal. dan Cindy pun semakin antusias melihat lowongan kerja yang sesuai ijazahnya, ternyata banyak terdapat di luar Jakarta.


"wow. banyak juga ternyata jika di cari ke luar Jakarta". gumamnya dengan mata yang berbinar.


apa lagi jaman sekarang untuk mengirim lamaran pekerjaan bisa melalui surat elektronik.


"oke. aku bakalan coba ngirim semua filenya. mudah mudahan salah satu ada yang nyangkut". ucapnya optimis.


akhirnya Cindy mencoba membuat seluruh lamaran dan mengirim nya melalui email.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


selamat menjalankan ibadah puasa. tetap semangat untuk nge like, vote, komen, rate, favoritnya.


__ADS_2