
sinar matahari yang masih mengintip di celah awan pagi di kota Jkt ini, menyeruak masuk ke celah gorden jendela hotel dan menyoroti wajah tampan blasteran dari seorang pria yang berhidung mancung dan berkulit putih bersih tersebut. ia mengerjap perlahan matanya yang berwarna dominan biru bercampur kecoklatan
ia tertidur mendengkur dengan posisi tengkurap, dengan wajah menghadap jendela hotel. dengan ogah ogahan ia bangun. sebenarnya ia masih lelah karena pergumulan panasnya dengan seorang gadis semalam.
efek obat perangsang yang ia minum karena tawaran dari seorang investor terbesar, membuat nya tak bisa menahan hasratnya untuk bercinta.
bukannya tidak ada perempuan yang bisa di ajak bercinta di sebuah ruang vvip dari sebuah klub hotel ternama di sltn Jkt tersebut. hanya saja ia tidak ingin melepaskan perjaka nya dengan sembarang perempuan. terlebih dulu ciuman pertamanya telah dicuri oleh seorang gadis manis ternyata gadis gila yang sedang mabuk, lalu muntah di tubuhnya.
matanya sontak membuka lebar. ia teringat tentang kejadian semalam. lalu ia bangun memutar lehernya mencari seorang gadis yang ditidurinya semalam. ia terhenyak lalu bangkit berdiri menarik selimut yang menutupi bantal dan guling tersebut.
darahnya berdesir. jantungnya memacu cepat. ia melihat noda darah yang berceceran di seprai yang berwarna putih tersebut.
"ya tuhan.. gue udah merusak anak gadis orang. bener bener b*ngs*at gue. bener bener s*mp*h". ia meremas kepalanya dan mengutuki dirinya sendiri.
ia menelpon asistennya agar menyiapkan setelan meeting paginya di Aussie. ia bergegas ke kamar mandi dan membersihkan dirinya sepanjang guyuran shower yang hangat tersebut. ia memikirkan tentang gadis yang ia bawa paksa ke dalam salah satu kamar pribadinya jika ia berkunjung ke hotel salah satu milik keluarganya. ia masih mengingat jelas perlakuan ganasnya merobek sesuatu yang berharga milik gadis tersebut.
ia mengepal tangannya kuat. menyesali tindakan kasarnya terhadap seorang gadis yang ia sendiri tidak tahu siapa gadis tersebut. bahkan untuk terdengar suara tangisnya saja pun tidak. apa lagi desahannya.
Pria tersebut menyudahi ritual mandinya. suara pintu kamarnya di ketuk dari luar. ia membukanya menyuruh asistennya masuk.
"ini setelannya pak. pesawat di jadwalkan berangkat satu jam lagi". ujar Asistennya.
"oke". sahut si boss.
lalu pria tersebut membongkar seprai yang di tidurinya semalam. ia melipatnya.
"mau saya bawa laundry sekalian pak? ". tanya asistennya.
"No". tegasnya
pria tersebut membawa seprai tersebut dan meminta nya untuk mengganti seprai yang lain pada bagian Janitor. ia membawa seprai yang terlipat rapi itu kedalam genggaman nya. ia keluar kamar langsung menuju parkiran menuju bandara yang akan membawanya kembali melanjutkan jadwal sibuknya dalam membangun kerajaan bisnisnya.
"bagaimana dengan proses lomba ilmiah internasional untuk perusahaan kita? ".bagaimana persentasinya? ". tanya pria tersebut ke asistennya.
"sejauh ini berjalan lancar pak. semalam perwakilan kita cukup memuaskan dalam persentasinya". jelas Asistennya yang terus fokus pada kemudinya.
"baguslah". ucapnya datar.
__ADS_1
fikirannya masih belum move on dari kejadian semalam. seandainya ia tidak terbentur dengan jadwal meeting yang telah di sepakati sebelumnya, pasti ia akan mencari tau siapa gadis itu. badai hujan semalam membuat seluruh kota mengalami pemadaman total. mesin emergency hanya di gunakan untuk ruangan yang penting penting saja. sementara lampu kamar hotel mengalami kegelapan dalam waktu lebih dari satu jam.
"hmmm... who are you my girl? ". desahnya pelan seraya mencium seprai putih yang memiliki sejarah pertama dalam percintaannya dengan seorang gadis.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
berita kecelakaan pesawat dengan penerbangan di jam terakhir terdengar di seluruh Negeri. dimana pesawat tenggelam di perairan selat sunda. rute pesawat tersebut terbang dari Jkt ke Mdn.
hal ini tentu saja membuat Retha terkejut dan takut. jika benar Jasmine mengambil penerbangan terakhir tadi malam. maka...
"enggak enggak mungkin". Retha menggelengkan kepalanya.
sementara Satria yang sedari sore hingga kini mencari informasi tentang daftar penumpang yang bernama Jasmine ke bandara. ia mulai panik dan takut jika nama Jasmine berada dalam daftar pesawaat yang naas tersebut.
"maaf pak tapi perempuan yang bernama Jasmine tidak pernah naik maskapai ini". jelas seorang wanita yang bertugas sebagai check in tadi malam.
"yang benar mbak. coba di check lagi. karena saya yang mesanin tiketnya tadi malam". paksa Satria
"benar pak. kalau bapak tidak percaya, ini bapak bisa lihat sendiri nama nama penumpang yang berangkat dengan maskapai kami tadi malam". jelas wanita tersebut.
Satria memperhatikan layar monitor yang di tunjukkan ke padanya. masakapai penerbangan dengan nomor tiket yang sama yang ia pesankan untuk Jasmine. di situ memang jelas tertera jika Jasmine tidak menempati kursi maskapai tersebut.
"jika Jasmine tak berada di maskapai yang ia pesankan tiketnya. itu berarti Jasmine???. akh...
Satria tak sanggup membayangkan jika Jasmine memang benar berada di maskapai naas tersebut.
tetapi bagaimana pun. mau tak mau Satria tetap melanjutkan pencarian nya. ia bertanya ke bagian info maskapai naas tersebut.
"ini pak tadi malam melalui sebuah aplikasi atas nama Jasmine sendiri yang memesan tiketnya". jelas dari bagian ticketing tersebut.
bagai di sengat listrik ratusan juta volt . satria lunglai berjalan keluar dari antrian manusia yang mencari informasi tentang keluarganya yang berada di maskapai naas tersebut.
sebagian dari mereka masih berharap ada yang selamat. karena ketika mereka lepas landas badai hujan mereda dan di kabarkan keberadaan jatuhnya pesawat masih di hitung perairan yang dangkal menurut ilmu kelautan. setidaknya masih bisa ada yang bisa di selamatkan jika para penumpang bisa menyelam dan berenang ke atas. atau tim sar yang bergerak turun menyelam menyelamatkan mereka.
seluruh keluarga korban berspekulasi jika keadaan genting seperti ini. tidak hanya orang tua bahkan anak anak pun bisa berspekulasi menurut hayalan mereka.
Satria mendengar celotehan anak anak tentang ayah atau ibu bahkan keluarga mereka yang naik maskapai tersebut hanya bisa tersenyum miris.
__ADS_1
ponsel Satria berbunyi. ia melihat panggilan dari Retha.
"ya Tha? ". sahut Satria lemah
"pak. gimana? ada kabar tentang Jasmine? " tanya Retha cemas.
"bentar lagi saya pulang. kamu tunggu aja ya? " ujar Satria.
"iya pak". sahut Retha.
mereka menutup ponselnya dengan hati yang berkecamuk. semua resah dan gelisah. Satria bangun dari duduknya berjalan keluar dari bandara menuju kembali ke Hotel tempat mereka menginap.
tiba di Hotel...
Satria mengetuk pintu kamar Retha. Retha membukanya dan ia melihat dosennya berwajah murung. Retha mempersilahkan dosennya masuk.
Retha mengambil air mineral yang berada di atas nakas. dan memberikan nya pada satria. Satria mengambil nya. ketika ia berbalik tiba tiba Satria menahan lengannya.
"duduklah. abang mau bicara". ucap Satria datar
Retha mengambil tempat di samping Satria. sementara Satria menarik dalam nafasnya. ia dengan berat hati menceritakan semua tentang apa yang terjadi terhadap Jasmine. seketika itu juga Retha tak kuasa menahan tangisnya. ia terisak isak memanggil nama Jasmine. sementara Satria hanya mampu melihat kesedihan yang terdalam pada diri Retha.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
jangan lupa untuk like vote komen and Rate
jangan lupa
like
vote
komen
rate
share
__ADS_1
kunjungi youtubenya Hazhilka279
follow me di Noveltoon and ig Hazhilka279