
# selamat membaca kembali..
Merry masih saja terus asyik mengobrol dengan teman temannya. kebanyakan obrolan tiga jomblo dan dua pasang kekasih itu penuh dengan canda tawa. bahkan terkadang saling mengkritik di antara mereka. mereka mengobral obrol tanpa perduli jika obrolan mereka mengundang perhatian para tamu undangan yang mendengar candaan mereka.
Dan tanpa Merry sadari, jika ada seorang pria yang tersenyum senyum sendiri. karena sedari tadi mendengar ocehan Merry yang menggelitik hati.
dialah Alexander. seseorang yang juga memiliki andil dalam membangun cabang perusahaan KBC di Sumatra ini. hingga perusahaan tersebut bisa berkembang dan maju bersama cabang cabang perusahaan KBC lainnya.
Alex memperhatikan tingkah Merry sedari awal ia memasuki gedung di mana acara pesta sedang berlangsung. ia melihat Merry di antara para bridesmaid. ia akui Merry terlihat cantik meskipun dalam balutan gaun yang warnanya seragam dengan para bridesmaid lainnya yang hadir khusus untuk acara hari ini.
hanya saja tubuhnya memang terlihat kurus di bandingkan dengan para bridesmaid yang lainnya. tetapi Merry juga tak kalah menarik dan terlihat berumur sama dengan para bridesmaid yang berumur rata rata masih anak SMA.
...----------------...
pagi ini Cindy bersiap siap ke kantor perusahaan dimana dirinya di wawancarai.
dengan menggunakan taxi, akhirnya Cindy tiba di depan kantor yang dituju. yang letaknya bersebrangan dari tempat ia berdiri. Cindy tersenyum sumringah melihat gedung tinggi di depan nya. ia pun melangkah kan kakinya untuk menyeberangi jalan dimana gedung kantor itu berada.
Cindy melangkah dengan pasti. ia begitu optimis bisa mendapatkan pekerjaan yang layak kali ini. tetapi malang tak dapat di tolak untung pun tak dapat di raih nya. baru saja ia berjalan beberapa langkah. tiba tiba dari arah kirinya sebuah motor dengan kecepatan tinggi melintas di jalan raya, di mana Cindy sedang berada di tengah jalan raya tersebut.
__ADS_1
tentu saja dengan kondisi tersebut, sontak membuat pengemudi motor tersebut menjadi panik dan kehilangan kendali. begitupun Cindy yang berteriak kaget melihat sebuah motor dengan kecepatan tinggi mengarah ke pada nya. sehingga dengan spontan Cindy berusaha mengelak dari motor tersebut.
dan naasnya Cindy demi menghindari motor tersebut, mau tak mau Cindy terserempet kendaraan yang lain, yang membuat Cindy terpental dan tersungkur mencium aspal di sisi median jalan.
alhasil bibir dan hidung Cindy lecet dan berdarah. sedangkan ia merasa giginya rontok dan gusinya terasa bengkak. sementara pengendara motor yang tadi lebih memilih menancap gas lebih dalam. demi menghindari dari yang nama nya tanggung jawab.
"awww". pekik Cindy Saat mencoba bangun. ia merasa perih pada telapak tangannya.
Cindy memeriksa telapak tangannya dan benar saja kedua nya penuh luka lecet. lalu ia melihat orang orang mengerubunginya. ada yang menatap iba, dan ada juga yang mengutukinya karena tak hati hati dalam menyebrang.
"mbak. itu di obati dulu lukanya mbak". tegur orang orang yang mengerubunginya.
"nak, kerumah sakit aja Dulu . itu sayang wajahnya nak. mulutnya makin bengkak dan berdarah. mari saya antar". tawar bapak tua tersebut.
Cindy yang masih posisi bingung, ia langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"mari nak". bapk tua tersebut menyuruh Cindy menaiki becak motornya.
tanpa membantah sedikit pun. Cindy menaiki becak motor tersebut menuju rumah sakit terdekat.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
terimakasih buat para readers setia pembaca Novelku. tetap stay di sini. untuk
ngelike
vote
komen
rate
favoritnya
dan
kopinya 😍
thank u ya...
__ADS_1