Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
tentang Nama


__ADS_3

Inka melipat mukenanya kembali setelah baru saja menyelesaikan shalat isya. Inka membuka ponselnya memeriksa pesan masuk di grup Dinasnya. setelah membaca teliti Inka keluar dari aplikasi tersebut.


lalu jemarinya menjelajah ke aplikasi sosial media miliknya yang telah lama ia biarkan. begitu banyak pesan dan notice yang masuk di akunnya. ia membuka dan membacanya. tak ada pesan atau notice yang penting.


lalu ia mengklik ke profil pribadinga. ia memilih salah satu foto dari galeri ponselnya. ia memilih satu foto Jasmine yang berusia delapan belas tahun yang sedang memegang satu piagam penghargaan dari gubernur propinsi tempat mereka tinggali dulu.


lalu ia memilih kembali satu foto Jasmine yang berusia dua puluh dua tahun. yang sedang memegang piagam penghargaan dari kemendikbud.


ia menempatkan dua foto tersebut dalam satu bingkai dan mengetikkan tahun dan usianya dari masing masing foto tersebut. lalu ia mengunggahnya ke akun sosial miliknya.


"semoga prestasi yang kau raih bisa membawamu menjadi seseorang yang lebih baik lagi". tulis Inka dalam postingannya dan keterangan mengenai piagam yang di dapat.


yang tak lama kemudian beberapa akun lain memberi like dan mengaminkan postingan Inka


lalu Inka mengetikkan sebuah nama di kolom searching dari aplikasi tersebut. terteralah beberapa nama yang sama. tetapi pilihan Inka jatuh dengan sebuah nama belakang yang berbeda dan hampir mirip dengan nama belakang putrinya.


Inka mengklik nama tersebut dan terteralah profil, status bahkan foto foto bahagia bersama keluarganya dari pria yang dulu sempat mengisi hati dan hari harinya.


Pria yang pernah membuat hidupnya bahagia meskipun hanya beberapa tahun. bahkan membuat dirinya melayang di atas awan dan setelahnya ia hempaskan jatuh ke dalam jurang yang dalam.


meskipun pria tersebut terus berusaha mencoba menata kembali hati Inka dan rumah tangganya yang telah di porak porandakan oleh pria tersebut.


akan tetapi hati inka terlalu sesak untuk mempertahankan mahligai rumah tangga yang telah terisi orang lain. meskipun orang tersebut masuk tanpa di sengaja. dengan segala banyak pertimbangan dan mediasi. akhirnya Inka memilih menyerah dan mengalah pergi dari rumah tangga yang dibangun dulu berdasarkan cinta.


tanpa pria itu tau jika benih yang di harapkan begitu lama telah tumbuh dan menjadi seorang putri yang cantik bahkan manis serta memiliki kecerdasan berfikir yang luar biasa.


Inka mengklik pesan dan mencoba mengetikkan sesuatu disana. tetapi ia urungkan mengingat akun pria tersebut telah lama di biarkan. bahkan status dan foto di postingan terakhir yang di unggah sekitar lima tahun yang lalu.


Inka ragu untuk memberitahu kepada pria yang satu satunya memiliki ikatan darah dengan putrinya. bahkan untuk memberitahu Jasmine saja Inka ragu. ia takut Jasmine lebih terluka jika mengetahui dirinya masih memiliki seorang papa yang telah memiliki putri lain selain dirinya.

__ADS_1


tetapi bagaimanapun Inka tidak ingin putrinya sendiri jika ia tiada nanti. Inka juga ingin mantan suaminya tau bahwa ada tanggung jawab lain yang harus ia penuhi selain keluarga barunya. apa lagi jika suatu saat putrinya menikah.


Inka menghela nafasnya menerawang jauh ke masa lalu. mengingat dan berandai andai. jika saja mantan suaminya bersabar sedikit lagi, mungkin tidak ada yang namanya poligami dalam rumah tangganya. atau jika dirinya lebih cepat hamil mungkin pun tidak ada hati yang harus di kecewakan.


Inka menarik dalam nafasnya. dan menggelengkan pelan kepalanya. di otaknya muncul satu kata yaitu percuma. yah percuma mengingat masa lalunya hanya untuk membuat hatinya berantakan kembali


Inka logout dari akunnya dan menutup aplikasi tersebut. ia meletakkan ponselnya di atas nakas dan memilih mengistirahatkan tubuhnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jasmine, Retha dan Rendi kembali di aktifkan sebagai tim pembantu dari penelitian Satria. mereka diajak Satria keluar masuk hutan untuk mencari salah satu tanaman hutan yang bisa dijadikan bahan baku atau penunjang untuk salah satu produk obat obatan atau kosmetik.


"Jasmine". panggil Retha yang mencoba mendekati Jasmine yang berdiri di samping air terjun kecil dari hutan yang mereka masuki.


"ni aku ketemu tanaman aneh buat bahan kita teliti entar". Retha menunjukkan satu tanaman yang belum pernah di lihat pada umumnya.


Satria yang sejatinya memang memiliki hobi sebagai penjelajah baik hutan maupun perkebunan, telah mengumpulkan beberapa daun dan tanaman yang di kata orang rerumputan liar. Satria melihat jam tangannya waktu sudah menunjukkan melewati waktu ashar. ia mengajak mahasiswanya untuk kembali.


berbeda dengan Jasmine yang masih terpaku pada satu tanaman yang dianggapnya unik.tanaman tersebut hidup menempel pada batang kayu atau pohon, disamping beberapa diantaranya tumbuh di lantai hutan pada batang kayu yang telah rebah.


ia terus memperhatikan tanaman tersebut. tetapi ia masih ragu untuk menyentuhnya.


"black orchid. itu namanya" satria menghampiri Jasmine yang sedari tadi tak menggubris panggilan teman temannya untuk kembali pulang.


"bapak pernah neliti ini? ". tanya Jasmine


"belum. karena saya lebih suka sesuatu yang indah di biarkan tumbuh abadi di habitatnya. dari pada rusak karena sebuah satu kata rasa yaitu penasaran". ujar Satria


"bagaimana bisa terjawab rasa penasaran kita jika kita ga mencobanya pak". Jasmine menggerakkan bibir dan jarinya

__ADS_1


"maksud kamu? ". tanya Satria


"kita ga akan pernah tau jawaban dari rasa penasaran kita kalau cuma membiarkannya tanpa mencari tau". ujar Jasmine


Satria mengernyitkan dahinya. entah kenapa pernyataan mahasiswanya seperti menyudutkan dirinya. di otak nya mengundang sejuta pertanyaan. apakah berkaitan dengan perasaan yang ditutupinya.


Bukannya Satria tidak pernah kepergok oleh Jasmine ketika Satria terus menatap Retha tanpa menggubris panggilan Jasmine waktu itu. dan bahkanpun mulai keseringan. Jasmine memang tidak pernah bertanya. tetapi sorotan mata Jasmine mencurigai dirinya.


"maaf pak. untuk yang satu ini. dia memang terlihat unik dan indah karena menurut kita berbeda dari yang lain. tetapi jika ga mencoba untuk mempelajarinya lebih dalam bagaimana kita bakalan tau sifat dan kegunaannya". ujar Jasmine


"bukankah lebih baik satu yang berkorban dan bisa bermanfaat bagi semua. dari pada tumbuh liar tanpa kita tau apa fungsinya". lanjut Jasmine


Satria mencerna pernyataan Jasmine. ia tak membantah pernyataan mahasiswinya.


"kamu mau meneliti ini? ". tanya Satria seraya menunjukkan wajahnya ke bunga liar tersebut


Jasmine menganggukan kepalanya. Satria tersenyum dan membolehkan Jasmine untuk membawanya pulang satu.


sepanjang perjalanan menuruni jalan setapak. satria tersenyum sendiri mengingat kalimat Jasmine. ia memandang Retha yang berjarak dua meter di depannya.


"one day. aku akan mengungkapkan tentang perasaan yang lama ku pendam Tha. tunggu aku". bathin Satria seraya memandang gadisnya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


jangan lupa untuk mengklik


like


vote

__ADS_1


komen


be your favorit Novel ❤😊


__ADS_2