
Jasmine, Retha memutuskan untuk ikut karya tulis ilmiah karena selain hadiahnya menggiurkan, mereka juga akan di bantu oleh seorang asisten dosen mereka. dengan syarat mereka juga ikut membantu dalam proyek penelitian milik asisten dosen tersebut.
"Retha, ini nanti bagi tugas sama Jasmine ya. untuk di baca. ada beberapa langkah mudah untuk kita mulai penelitian bersama. abang rasa mungkin ga ada masalah di awal. tapi nanti untuk tahap selanjutnya. harus siap tahan banting ya?. anggap aja meneliti untuk persiapan skripsi". jelas satria panjang lebar dan menyerahkan beberapa dokumen pada Retha.
"bentar lagi kan kalian udah harus ajukan judul bukan? ".Lanjut Satria
"iya pak". jawab Retha singkat dan padat sambil menerima dokumen tersebut.
Satria yang hanya cuma mendapat jawaban tersingkat dari perempuan yang di taksirnya diam diam. mengerutkan keningnya
"kok cuma iya. paham ga? ". tanya satria penasaran
"jadi saya harus ngomong apa lagi pak?". tanya Retha keheranan.
Satria yang memang kehabisan bahan bicara pun juga ga tau mau bilang apa lagi. karena jawaban Retha ya memang benar adanya.
"saya pamit pak".Retha undur diri meninggalkan Satria yang bengong.
sementara yang di tinggalkan hanya mampu tersenyum ketika sadar jika dirinya di tinggal kabur oleh gadis yang di sukainya sedari pertama melihatnya.
ketika saat di hari pertama acara ospek kampus. Satria yang memperhatikan mahasiswa/i yang baru masuk kampus. tanpa sengaja ia melihat Retha ketika di antar oleh sang bunda dan mencium tangannya.
bukan karna cium tangannya yang buat Satria menarik hati menyaksikan pemandangan tersebut. akan tetapi tangisan sang bunda yang sedikit meraung seperti enggan melepaskan sang anak buat belajar. bahkan kata kata sang bunda yang membuat satria tergelitik hatinya.
sementara si anak pipinya sudah merona lebih merah dari tomat karena menahan malu.
"aduh mama.. jangan beginilah Retha malu". ucap Retha menunduk menyembunyikan wajahnya.
"mama kangen sama kamu.. kamu anak gadis mama satu satunya. sudah besar nanti di ambil orang. tinggallah mama seorang diri pula". isak tangis sang bunda
"kan ada adek tama sama abang Reza".ucap Retha
"mereka laki laki". ucap sang bunda
"mama sudahlah". cup cup cup mama". ucap Retha menenangkan si Mama.
dengan penuh perjuangan si anak membujuk sang bunda untuk melepaskan. akhirnya selesai juga Satria menonton drama di pagi hari tersebut.
dan yang lebih menarik lagi tentang Retha adalah ketika hari pertama ia membantu Jasmine menyebutkan nomor barisan milik Jasmine dan miliknya sendiri. mungkin mereka berdua pikir tak kan ada yang tau soal itu. tapi Satria dan temennya meymey mengetahui hal ini. satria dan meymey pun merahasiakan hal tersebut dari panitia lainnya.
bahkan dihari kedua pun ketika Retha sakit. gadis itu sempat sempatnya meminta tolong pada dirinya. agar Jasmine ikut ke ruang klinik bersama dirinya. dengan alasan sakit yang sama dengan gadis itu.
Satria baru paham jika saat itu Retha ingin menyelamatkan Jasmine dari rasa malu karna disabilitasnya.
berawal dari rasa kagum karena kebaikan seorang Retha hingga Satria beneran suka pada gadis tersebut.
dari luar ruangan lab tepatnya di sekitar daerah kantin terdengar alunan musik melalui frekuensi fm. liriknya begitu mirip dengan kisah cintanya saat ini.
"Ku coba merangkai kata cinta
Walaupun ku bukanlah pujangga yang bisa
Tuliskan kata-kata yang indah
Nyatanya tak ada nyali untuk ungkapkan
I wanna love you like the hurricane
I wanna love you like a mountain rain
So wild so pure
__ADS_1
So strong and crazy for you
Andai matamu melihat aku
Alam sadarku alam mimpiku
Semua milikmu andai kau tau
Andai kau tau
Rahasia cintaku
Berdoa dan beranikan diri
Sebelum semua ini terlambat terjadi
I wanna love you like the hurricane
I wanna love you like a mountain rain
So wild so pure
So strong and crazy for you
Andai matamu melihat aku
Alam sadarku alam mimpiku
Semua milikmu andai kau tau
Andai kau tau
Rahasia cintaku
Andai matamu melihat aku
Alam sadarku alam mimpiku
Semua milikmu andai kau tau
Andai kau tau
Rahasia cintaku
Alam sadarku alam mimpiku
Semua milikmu andai kau tau
Andai kau tau
Rahasiaku
Rahasia aku
ketika lagu tersebut bergema di seluruh kota bukan Satria saja yang merasakan hal yang sama.
bahkan Andra yang sedang memesan sendiri kopinya di pagi hari. tepatnya di coffe shop favoritnya. hatinya bergetar melihat seorang gadis yang selalu ia perhatikan setiap harinya. sekarang tampak berbeda dengan hijabnya. lebih cantik dan terlihat imut.
Andra mengikuti langkah gadis tersebut meskipun bersebrangan jalan hingga gadis tersebut menghilang di antara jalan jalan kecil lainnya.
Langkah Andra berhenti dan tersenyum. seraya bergumam pada dirinya sendiri
__ADS_1
"mungkin suatu hari kita akan di beri kesempatan untuk bertemu dan saling mengenal".
tinnn.
"pak Andra ". panggil salah satu karyawannya.
"mau numpang sekalian pak? ". tanya karyawannya.
"oke". Andra pun segera menaiki mobil kepala bagian divisi kantornya.
...----------------...
Dea sedang merilekskan diri di salon favoritnya. hari ini satu harian ia habiskan untuk memanjakan dirinya.
samar samar terdengar berita infotaiment televisi tentang pernikahan mewah yang sedang berlangsung khidmat secara live dari negeri tetangga Malaysia. seorang gadis remaja yang baru menamatkan sekolahnya di indonesia disunting oleh anak pengusaha ternama yaitu kehl bio company.
Dea begitu penasaran akan berita tersebut. ia pun membuka matanya dan mengarahkan netranya ke televisi yang di pampang jelas di dinding ruangan salon tersebut.
Dea mengepal kuat tangannya. giginya di katupkan rapat. darahnya berdesir kuat. rasa cemburu dan bercampur amarah menyatu dalam dirinya saat ini.
"b******k. seharusnya kebahagian tersebut menjadi milikku seutuhnya. bukan anak ingusan itu". gumam Dea
"b*****t kamu Justin. bisa bisanya kamu ga pulang hanya demi menikahi gadis ingusan tersebut.". batinnya
"mbak. mbak.... "panggil salah seorang hair stylist di salon tersebut
Dea menolehnya.
"kita selesaikan bagian ini ya mbak". ucapnya
akhirnya tanpa banyak protes Dea menuruti hair stylist tersebut.
selang beberapa jam kemudian... setelah semuanya selesai. Dea mengemudikan mobilnya menuju rumah orang tua Justin. dan juga dimana Justin tinggal.
rumah terlihat sepi. ia memanggil bi Muna, pak maman dan mang Udin. tetapi tak tampak satu pun batang hidungnya. hingga akhirnya bi Muna berlarian dari arah dapur menuju ruang tamu.
"eh non Dea. mau minum apa non? ". tanya si bibi.
"ga usah bi. mana Justin. mama dan juga papa? ". tanya Dea yang masih memanas hatinya.
"mmmm. anu... ini... eeee". ucap si bibi ragu untuk menjawab
Dea yang mendengar si bibi ragu untuk menjawab akhirnya tidak tahan lagi untuk menahan emosinya.
"mana bi!! "jawab yang jujur!! ". teriak Dea sembari memegang kedua bahu si bibi erat
"eee mereka semua di malaysia non". jawab si bibi takut takut
"akh.. br*****k semuanya.. ". teriak Dea histeris dan melepas bahu si bibi dengan kasar yang menyebabkan si bibi hampir tersungkur karnanya.
bukan hanya itu ia juga menjatuhkan kursi jati yang terdapat di ruangan tersebut. hati Dea begitu hancur saat ini.
dikala ia telah mendapat lelaki yang selalu ada di mimpinya. tetapi lelaki tersebut malah berpaling jauh dari dirinya. tak ada yang tau sebesar apa dia mencintai Justin. hanya hatinya yang tahu.
si bibi yang melihat Dea seperti itu menjadi iba. bagaimanapun si bibi mengerti jika hidup di madu, hanyalah pilu yang selalu di rasakan. apa lagi istri barunya den Justin. lebih di sukai oleh keluarganya dari pada Dea. yang setiap hari sang nyonya selalu mengeluh tentang Dea.
"non sabar non.. "ucap bibi menenangkan Dea.
"b******k. b*****t semuanya". lirih Dea berurai air mata
Dea menghentikan tangisnya tiba tiba. ia memandang tajam ke bibi. sementara si bibi yang di tatap seperti itu menjadi takut.
__ADS_1
...----------------...