Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
bergelut


__ADS_3

Dea menggenggam mug yang berisi cappucino hangat yang dia buat sendiri. ia menatap lurus ke depan di balkon apartemen nya. ia teringat akan kata kata celine. hingga kini ia masih ragu memutuskan apa yang di sarankan oleh Celine.


flashback off


Sebelumnya Dea memang sengaja mencari Celine dan mengajaknya untuk bertemu di sebuah coffe shop di dekat apartemennya.


"lu pikir mudah untuk aku keluar dari sana jika bukan aku sendiri yang menjebak suamiku saat ini". ungkap celine.


"lu harus bisa ambil resiko Dea. jika mau hidup lo enak". lanjut Celine.


"lu tinggal pilih pria mana yang bakalan lu jadiin teman hidup lo dan benar benar menjamin hidup lo sampai tua". ujar Celine.


"dan hubungi aku jika lu bersedia dengan saranku". ucap Celine menyudahi pertemuan tersebut dan meninggalkan Dea sendiri.


...----------------...


"ihhh kak apaan sih.??" ucap Namira sewot lantaran Justin menarik paksa tangan Namira menjauh dari pentas dimana Indra dan istrinya berciuman..


"bocil ga boleh liat adegan dewasa" .ujar Justin seraya menutup mata Namira. lantaran Namira masih melengokkan pandangannya ke arah pentas.


"bocil? siapa yang bocil kak?". protes Namira dan mengambil tangan Justin dan menyingkirkan dari matanya.


jika Giska di halangi Alan dengan tubuhnya. sedangkan tubuh Dini diangkat memutar kebelakang oleh Andra. dan Della langsung di bopong Alex keluar dari area terlarang


tersebut.


Namira yang melihat teman temannya di perlakukan sama seperti dirinya. langsung melotot ke arah Justin.


"kak Justin!! ". kita udah tujuh belas tahun. bukan bocil lagi kakak!!???? ".Namira protes keras.


"oiya.....bukannya masih enam belas tahun ya???". ucap Justin yang sedikit membungkuk kan tubuhnya untuk mendekati wajahnya ke wajah Namira.


"cihh". Namira mendesah kesal dan langsung meninggalkan Justin menuju meja prasmanan serta mengambil makanan.


Justin yang melihat Namira makan tanpa memperdulikan sekitarnya hanya bisa tersenyum disertai gelengan kepala.


acara yang paling di nanti oleh para jomblo telah tiba yaitu pelemparan bunga. seluruh para jomblo undangan berkumpul ditengah ruangan. mereka saling bergelut dengan para Jomblo karyawan kantor dan bahkan harus bergelut juga dengan para jomblo PKL.


Meyriska melempar kan bunga ke belakang tubuhnya tepat berada di tengah tengah jomblo yang menanti bunganya. suasana menjadi riuh dengan teriakan dan pergelutan the jomblo yang coba menangkap bunga tersebut.

__ADS_1


bunga melayang jauh dari perkiraan the Jomblo. yang akhirnya bunga tersebut jatuh tepat di pangkuan Justin yang sedang sibuk melihat pesan masuk di ponselnya.


Justin mengalihkan pandangannya ke bawah dan langsung mengarahkan netranya ke arah Indra dan meyriska yang tersenyum senang karena Indra memang sengaja menyuruh sang istri melempar ke arahnya.


...----------------...


"nih". ucap Justin dan menyerahkan buket bunga pengantin tersebut ke Namira yang hendak turun dari mobil.


"buat aku kak? ". namira tersenyum. dan menerimanya dari tangan Justin.


"tapi ga modal banget sih kak. masa bunga dari pengantin kasih ke cewek". dumel Namira.


Justin melebarkan bola matanya. dan berpaling ke Namira yang terlihat santai. Justin melepaskan safe bealtnya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Namira. ia menatapnya secara intens sehingga gadis kecil yang di tatapnya sedemikian rupa dalam jarak yang begitu dekat menjadi kikuk.


"kak". Namira memanggilnya pelan.


sementara Justin masih terus saja menatapnya tanpa berkedip. dan mengalihkan pandangannya ke bibir Namira yang soft pink itu.


"kak". Namira memanggilnya lagi.


kini jantung Namira berpacu cepat. sehingga bisa terdengar oleh Justin yang juga merasakan hal yang sama. Namira melihat tatapan Justin yang mengarah ke bibirnya. menutup matanya dengan harap harap cemas.


bagi seorang Justin gadis seusia itu belum lah pantas untuk melakukan hal yang dilakukan oleh orang dewasa pada umumnya. ia masih ingin menjaga Gadis kecilnya hingga tiba waktunya dia menjadi seorang gadis dewasa.


"udah malam. masuk ya?? ". ucap Justin setelah melepaskan safebealtnya Namira.


Namira mengangguk pelan dengan pipi yang merona. membuka pintu dan segera masuk ke dalam rumah dengan hati yang berdebar hebat. di balik pintu ia mengutuk dirinya yang terlalu kepedean jika kak Justin ingin menciumnya.


"ihhhhh bodoh banget sihhhhhh... ahhhhh bundaaaaa.... ". teriak Namira pelan dengan nada yang frustasi.


...----------------...


sepanjang perjalanan pulang dari kampus ke kostnya. di dalam bis kota pandangan Jasmine mengarah ke jalan. tetapi pikirannya menerawang di kejadian semalam.


ia mengingat ingat lagi dari menghadiri pesta ulang tahunnya Cindi di salah satu club Hotel ternama. hingga ia merasa mual dan pusing yang menghadirkan rasa kantuk yang hebat. niatnya ingin rebahan di mobilnya Retha. akan tetapi salah masuk mobil. Dan....


ia melebarkan bola matanya seraya menggigit bibir bawahnya. memukul kepalanya pelan ke diinding kaca bis kota.


ia merutuki kecerobohannnya yang salah masuk mobil orang. yang menyebabkan ciuman pertamanya hilang diambil oleh pria yang tak di kenal.

__ADS_1


sungguh ini di luar expectasi Jasmine. karena bagaimana pun jika ia ingin memberikan ciuman pertama nya. ialah pada pria yang tepat menjadi imam nya. atau setidaknya pada pria yang ia cintai.


lha ini jangan kan punya pacar. merasakan jatuh cinta saja entah kapan. karena selama ini belum ada yang membuat hatinya berdebar kecuali kejadian semalam. bisa jadi debaran yang Jasmine rasakan semalam adalah bisa jadi efek rasa takut karena memuntahkan isi perutnya tepat mengenai kemeja dan celana panjang pria tersebut.


Jasmine menarik napas dalam. mencoba menenangkan hatinya. ia segera turun dari bis. dan berjalan kaki ke kostnya yang tak jauh dari jalan raya.


...----------------...


tiga bulan kemudian...


HAPPY SWEET SEVENTHEEN !!!. teriak satu karyawan Divisi grafis dan keseluruhan anak PKL ke pada Namira yang baru datang.


Namira terkejut dan mengatupkan mulutnya yang tersenyum menganga dengan kedua telapak tangannya..


Gisca, Della dan Dini membawa baki cake birthday dengan hiasan angka tujuh belas di atasnya.


Namira meniup lilin birthday cake itu setelah mereka ramai ramai bersorak memintanya untuk meniup lilin . dan mengucapkan terima kasih banyak banyak dengan berurai air mata.


disaat beginilah ia selalu teringat sang kakak yang selalu pertama mengucapkan selamat ulang tahun untuknya. tidak perduli jika jarak nya jauh atau bahkan kakaknya kelelahan sekalipun. sang kakak selalu menunggu momen hari pentingnya di jam awal tanggal kelahirannya.


...----------------...


sementara di ruangannya hampir setengah jam lamanya Justin bergelut dengan pemikirannya sendiri.


hari ini adalah hari istimewa bagi Namira. Ia memang telah menyiapkan tempat jauh jauh hari untuk dinner spesial berdua dengan Namira nanti malam.


tetapi barusan saja ia terima telpon ada masalah di kantor pusat. yang mengharuskan nya menghadiri rapat direksi di sana. itu artinya ia harus berangkat saat ini juga. ia menatap jam dinding di ruangannya seraya menghitung hitung waktu.


Alan masuk dan memberitahu jika Helikopter yang diminta telah di sediakan. dan meminta Justin ke rooftop sekarang.


Justin bergegas menuju Rooftop. ia pun melewati ruangan dimana Namira berada. ia tersenyum melihat gadisnya terlihat bahagia saat ini.


"wait for me Ochi. I'll comeback for you dear" gumam Justin seraya memakai kacamata hitamnya.


Justin dan Alan tiba di rooftop dan memasuki Helikopter yang telah menunggu mereka lima menit yang lalu. mereka terbang menuju ke kota Jkt dimana kantor pusat berada.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


jangan lupa like komen and votenya buat yang nulis ya.... ❤

__ADS_1


__ADS_2