
ting. pesan masuk ke ponsel Justin. raut wajah Justin terlihat murka.
"s**t. perempuan sialan". maki Justin
"Alan hubungi pihak Bank sekarang untuk mengganti pin di platinum card yang ada pada Dea". titah Justin
"baik pak". Alan pamit. dan segera mengurus permintaan bosnya.
ponsel Justin kembali berdering. moodnya langsung berubah senang ketika ia melihat nama di panggilan tersebut. ia tersenyum.
"iya.. sayang. ada apa?. kangen ya?". sahut Justin sumringah
"kak. pulang kerjanya kapan? ". tanya Namira manja
"mmm. ga lama lagi sayang". Justin melirik Jam tangannya.
"kak.. aku pingin makan rujak. buat yang asem dan pedes ya kak". pinta Namira
"iya nanti kakak bawa pulang". ujar Justin
"terus sama es kelapa pake sirup".pinta Namira kembali
"iya sayang". ucap Justin
"jangan lama lama ya? ". rengek Namira
Justin tersenyum mendengar suara istrinya yang bernada rengekan. baginya ia merasa di butuhkan seratus persen Oleh sang istri.
"iya sayang.. memang rencananya habis kerja langsung pulang. kakak kangen sama kamu". gombal Justin tetapi jujur di hatinya.
beberapa jam kemudian..
Justin tiba dirumah membawa bingkisan banyak berupa makanan untuk sang istri dan juga untuk di bagikan untuk mama dan mertuanya yang kebetulan menginap di rumah untuk menjaga Namira.
"banyak amat ni bungkusannya Justin". tanya Astrid yang sedang nyantai di depan tv bersama besannya
"pasti permintaan yang hamil ni". sambar Mona seraya ikut melihat bungkusan yang di bawa anaknya.
__ADS_1
"iya ma. ini aku bawain makanan kesukaan mama mama yang cantik". seloroh Justin
"mmm ada maunya kamu.udah gih sana. dari tadi istri kamu mondar mandir nungguin kamu". jawab Mona dan mengambil bungkusan yang di pisahkan oleh Justin dan menyerahkan sebagian ke Astrid
"terimakasih ya Justin". ucap Astrid
"sama sama bunda.. ".balas Justin
Justin masuk ke kamar Namira. ia tak melihat istrinya. lalu ia melihat pintu ke arah balkon terbuka. ia menyusul ke balkon dan ia melihat istrinya tengah santai di balkon kamar seraya menonton di salah satu aplikasi menggunakan headsetnya.
Justin tau Namira tak menyadari kedatanganya. lalu ia mendekati wajahnya ke pipi Namira dan menciumnya.
Namira yang tengah asyik menonton menjadi kaget ketika tiba tiba ada yang mencium pipinya. ia memalingkan wajahnya dan melihat suaminya tersenyum manis padanya.
"kak".panggil Namira dan membuka headsetnya
"asik bener sayang nontonnya". kata Justin
"bete nungguin kakak lama kali pulangnya". balas Namira
"kan nyari pesanan kamu dulu. nih. ". Justin menunjukkan bungkusan yang diminta istrinya
Justin yang melihat tingkah lucu istrinya ketika makan hanya geleng geleng kepala.
...----------------...
seorang kasir di klinik kecantikan berulang kali menggesek kartu platinum milik Dea tetapi selalu saja gagal.
"maaf mbak punya kartu yang lain ga?". tanya kasir tersebut
"Dea akhirnya terpaksa mengeluarkan kartu pribadinya yang telah ia tumpuki uang Justin di dalam akun kartu tersebut.
ia tersenyum ia pikir rencananya berhasil selama ini. jika kartunya di blokir oleh Justin. itu berarti Justin mengetahui perbuatannya. Dea berfikir mungkin sebentar lagi Justin akan menemuinya meskipun ia tau pasti suaminya bakalan menemuinya dalam keadaan marah marah.
Dea menanti Justin di apartemennya. satu hari, dua hari, tiga hari terlewati. bahkan seminggu telah berlalu. Dea masih berharap Justin menemuinya meskipun dalam keadaan marah.
Dea mencoba menarik sisa uang yang memang tak lagi banyak di kartu tersebut. karena sebelumnya ia memang sengaja memindahkannya ke rekening pribadinya secara berkala. tetapi layar monitor ATM selalu menampilkan kalimat error code. Justin telah memblokir kartu tersebut.
__ADS_1
Dea mencoba menghubungi Justin kembali tetapi nomor tersebut selalu saja bernada dialihkan. dan terkadang di luar jangkauan.
Dea mulai memanas hatinya. ia meremas ponselnya sedangkan tangan kirinya meremas kartu platinum yang telah di blokir. rencananya gagal sudah. Justin benar benar telah memblacklist dirinya.
"dasar br***s*k". awas kamu Justin aku bakalan buat perhitungan sama kamu dan istri kamu!!!". Dea menggeram di hatinya.
ia keluar dari ruang ATM tersebut dengan kesal. ia menstarter mobilnya dan menemui Justin di kantornya. tetapi penolakan dari satpam yang ia hadapi. dan pemberitahuan jika Justin pindah keluar negri. Dea tak percaya begitu saja. ia pun mencari Justin di rumah keluarganya. tetapi jawaban yang sama yang ia dapatkan.
Dea terduduk lemas di jok supir. ia melipat kedua tangannya di atas setir mobilnya. lalu menenggelamkan kepalanya di antara kedua lipatan tangannya.
entah mengapa hari ini ia begitu lelah dan putus asa dalam hidupnya. sangat berbeda ketika ia dari pertama keluar dari rumah sakit hingga ia menjadi model sexy. ia hanya mengikuti alur hidupnya dengan melakukan apa yang diminta Evan dan tante Sonya. ia tidak merasakan sedih atau bahagia. hidupnya datar datar saja. jika pun yang Dea rasakan adalah rasa muak pada lelaki bejat yang hanya ingin menjamah tubuhnya.
Di otak Dea selalu memikirkan bagaimana menghindari laki laki yang ingin tidur dengannya, tanpa Dea harus kehilangan uangnya.
tetapi ketika ia bermimpi di cumbu oleh seorang lelaki dan melihat Justin untuk pertama kalinya. ia selalu bermimpi tentangnya. Dea merasa tertantang hidupnya untuk mendapatkan Justin.
Dea melakukan yang selama ini selalu di hindarinya. membiarkan Justin menyentuhnya dengan kasar dan liar meskipun semua itu di bawah pengaruh obat perangsang yang Dea ciptakan melalui parfum milik Justin.
tetapi setelah Dea kehilangan parfum milik Justin. bahkan secara tanpa sepengetahuan Dirinya Justin menikah lagi. Dea tak pernah lagi melihat Justin baik di kantor atau dirumahnya keluarganya.
Dea melihat Justin terakhir kalinya. ketika ia sendiri yang sengaja datang kerumah keluarga Justin dan menghancurkan makan malam keluarga tersebut.
ia begitu benci melihat kemesraan Justin dengan istri barunya. segala cara Dea lakukan untuk memancing Justin pulang ke apartemen yang Dea tempati. tetapi selalu saja nihil.
Dan kini ia kehilangan jejak Justin. bahkan asisten yang selalu mendampingi Justin hingga kini pun tak pernah tampak lagi batang hidungnya.
Dea mengangkat kepalanya. menatap tajam ke rumah keluarga Justin dan bergumam pada dirinya sendiri
"baiklah Justin. kamu pikir bisa mengabaikan aku seperti ini. ciiih.. jangan harap Justin!. aku akan merebut kembali apa yang menjadi milikku. jika perlu istri kamu aku tendang dari sisimu". Dea menyeringai
Dea menstarter mobilnya dan berlalu dari sana. saat ini di otaknya bermain dengan sejuta rencana untuk merebut Justin dari madunya. ia tersenyum smirk dan membayangkan kebahagiaan jika rencana yang ia susun berhasil seratus persen di jalankan. akhirnya ia tertawa menyeringai sepanjang perjalanan menuju ke apartemen rahasianya.
akhirnya Dea tiba di apartemen rahasianya. ia membuka dan masuk ke ruang lab rahasianya. disinilah Dea kembali menyusun rencana liciknya kembali seperti yang telah ia lakukan sebelumnya. untuk mendapatkan sang pujaan hati yang telah menjadi suami paksanya.
...----------------...
rencana apa ya???. tunggu di chapter selanjutnya
__ADS_1
jangan lupa like, vote n komennya....