Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
Keyra


__ADS_3

Justin memperhatikan tingkah bayinya yang telah berusia dua minggu. ia tak lupa mengabadikan di ponselnya.


sementara Namira yang baru saja menyelesaikan perawatan persalinan nya di ruang maternity yang sengaja Justin desain khusus di kamar yang masih kosong, melangkah masuk ke kamar bayi mereka yang juga ikut terkena sentuhan desain interior.


Justin melihat ke arah Namira, ia mengulurkan tangannya dan membawa Namira ke pelukannya. wangi rempah rempahan khas persalinan tercium di hidung Justin. ia membalikkan tubuh sang istri dan memeluknya dari belakang. ia pun mencium lembut tengkuk sang istri, bahkan mencium dalam ceruk leher istrinya.


suara baby yang menggeliat kini terdengar di telinga mereka. mereka berdua tersenyum seraya memandang hasil cinta mereka.


"keyra" ucap Justin tiba tiba


"keyra?? ". tanya Namira seraya memalingkan wajahnya menghadap Justin


"baby kita". balas Justin dengan senyum.


"Keyra". gumam Namira seraya memandang kembali baby yang tertidur pulas tersebut


"aku suka kak. namanya bagus". ucap Namira


"papa sayang. I am your hubby. not ur brother". protes Justin


"upss. maaf papa". balas Namira.


Mereka berdua pun tertawa bahagia dengan saling berpelukan seraya memandang sang buah hati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


hampir tiga minggu pun berlalu dengan cepat, Namira telah melewati masa nifasnya. hari ini bersamaan pula dengan ulang tahun perusahaan. Justin dan rekan rekannya sepakat merayakan di kantor cabang Bdg. mengingat kolega mereka pun banyak yang berasal dari kota ini.


"tin, pak Amru ga bisa datang sepertinya. beliau minta di percepat jadwal persentasinya. beliau udah jadwal mau berangkat umroh minggu ini".


Indra memberitahu.


"hubungi Andra aja ma tim nya suruh dia maju buat persentasi di kantor pak Amru. kalau dianya udah selesai, suruh dia nyusul kita disini.". saran Justin yang masih berkutat di laptopnya.


"oh ya tolong bilang ke Nindy. pesanin box baby bentar, ga perlu mewah yang penting nyaman. letakkin di kamar gue. Sekalian suruh OG bersihin kamar gue". titah Justin tiba tiba.


"lu mau bawa baby lu disini? ". yakin lu? ". kan baru satu bulan bro". entar anak lu di ***** ***** terus jadi piala bergilir. saking banyaknya penasaran sama anak lu yang gemes itu". tanya Indra


"ya ga gue kasih lah. si keyra bakalan gue umpetin dulu di sini. entar kalau acara utana udah selesai baru si Namira nyusul, sekalian menyusui disini. ". jelas Justin


"oh. maen juga otak lu sebagai bapak". cibir Indra

__ADS_1


"ya iyalah. emang gue sebego itu apa. gue kan juga belajar. how to be a good father like u". protes Indra.


"Excellent friend". puji Indra lalu beranjak pergi keluar dari ruangan Justin dan mendekati Nindy, untuk memberitahu permintaan Justin.


"baik pak akan saya pesankan sekarang". Nindy mengiyakan tanpa membantah.


baginya Pak Justin dan Pak Indra adalah sama sama atasannya. titah pak Justin adalah titahnya pak Indra juga, meskipun secara administrasi Nindy adalah sekretarisnya pak Indra. Nindy tidak keberatan sama sekali. toh selama pak Justin di kantor ini. Nindy sering mendapat bonus selain gaji. bukan hanya Nindy yang sering mendapat gaji extra. bahkan OG atau pun OB juga ikut merasakan bonus pribadi dari Justin.


hari H pun tiba...


Justin dan Namira bahkan baby mereka telah bersiap siap untuk mengikuti acara ulang tahun perusahaan tersebut.


Mereka tiba di kantor satu jam lebih awal sebelum acara di mulai. Justin mengajak Namira ke ruang kerjanya dimana terdapat ruang peristirahatan pribadi milik Justin.


"wahhh... liat ni sayang si papa nyiapin ini buat adek". Namira berbicara ke anaknya, yang sebenarnya di tujukan untuk suaminya sebagai pengungkapan rasa terimakasih secara tak langsung.


Justin yang langsung mengerti akan maksud Namira, mendekatinya dan memeluk mereka bertiga.


"istirahat disini dulu ya. satu jam lagi kita baru turun. atau mau olahraga dulu sebentar". bisik Justin ke telinga istrinya mesra


Namira yang mengerti maksud dari kalimat suaminya. pipinya merona dan melebarkan matanya.


"kak". pekik Namira. ketika Justin menggigit jahil daun telinga istrinya.


sementara Namira menyusui kembali babynya yang terbangun akibat pekikannya tadi. ia mengelus lembut kepala si baby yang terlihat nyaman di pelukan sang ibu.


satu jam berlalu..


ting. pesan masuk ke Namira


Justin


"sayang si adek udah bobo kan? ". turun sebentar ya? bentar lagi Alan ke situ buat jagain Keyra".


Namira


"iya".


Namira merapikan sebentar longdressnya yang berwarna Navy senada dengan tuxedo sang suami. tak lupa ia mengusap lotion kesukaannya di tangannya yang putih mulus tersebut. ia pun menyemprot sedikit parfum miliknya yang memang selalu di sediakan oleh suaminya.


suara pintu di ketuk dari luar. Namira membuka pintunya dan tersenyum ramah ke Alan

__ADS_1


"maksih ya kak mau jagain keyra bentar. " sapa Namira


"sudah menjadi tanggung jawab saya bu". balas Alan hormat


Namira keluar dari ruangan tersebut dan bergegas turun menyusul sang suami yang menunggunya di taman belakang kantor tersebut, dimana acara berlangsung.


di halaman belakang kantor cabang dari perusahaan KBC. acara sedang berlangsung meriah. Indra wakil dari Ceo cabang perusahaan tersebut. memberikan sambutannya, karena kolega disini lebih mengenal Indra di bandingkan Justin.


"sebenarnya ada satu lagi nih yang harus tampil disini selain kita berdua. tetapi beliau sedang berada di Malaysia, karena ada tugas yang tidak bisa di tunda". Jelas Indra


"ya bener. lagian karena masih jomblo sengaja saya tempatkan jauh jauh. biar ketemu jodonya disana". seloroh Justin yang diikuti gelak tawa karyawan dan seluruh kolega yang hadir.


"iya. memang ceo kita yang satu ini sadis sekali jika berurusan dengan kerjaan. apa lagi terhadap yang jomblo. makanya kalian semua buru buru menikah ya setelah ini. agar tidak mengalami yang seperti saya dan pak Andra alami". Indra juga ikut berseloroh, yang semakin menambah hangat suasana di malam ini.


acara selanjutnya adalah memperlihatkan video dan foto foto proses dari awal perusahaan KBC ini dibangun. khususnya yang ada di Bdg. hingga bisa berkembang seperti sekarang ini.


dan akhirnya sang Mc mempersilahkan istri istri dari pria yang sukses tersebut, untuk mendampingi sang suami di panggung yang telah di sulap indah nan megah oleh sebuah Event Organizer yang telah di percayai Indra sejak lama.


di awali pemanggilan Meyriska Keylani oleh seirang Mc dan menjelaskan profil dan kisah cinta mereka berdua. seorang kekasih yang telah mendampingi Indra dari nol dan di persunting menjadi istri. hampir dua tahun yang lalu. bahkan memiliki seorang baby putri yang cantik jelita.


Meyriska bangun dari duduknya dan menganggukkan kepalanya, lalu berjalan ke arah panggung. Indra yang menunggu sang istri di ujung panggung mengulurkan tangannya membantu sang istri untuk naik. mereka pun berjalan beringan kembali ke tengah panggung.


terakhir seorang Mc memanggil istri dari Ceo untuk mendampingi sang suami disini. sekaligus perkenalan secara dekat kepada karyawan dan kolega yang ada disini.


Justin tersenyum tatkala sang Mc memanggil nama sang istri. dan menjelaskan kisah cinta mereka. hingga mereka memiliki baby putri yang bernama Keyra


"pak babynya mana ya pak? ". masa ga di bawa kenalin ke kita pak" celetuk salah satu karyawan.


diangguki dan pekikan para karyawan yang penasaran ingin melihat wajah sang bayi ceo tersebut.


"maaf ya semua. insya Allah saya akan mengadakan acara khusus untuk si baby Keyra. malam ini biarkan dia tertidur pulas di pangkuan oomnya". jawab Justin di akhiri dengan celotehan Justin.


yang diikuti riuh suara tawa Para karyawan dan kolega yang mendengar candaan Justin. karena selama ini mereka menganggap Justin di kenal dengan sosok yang killer man dengan sorot matanya yang tajam saja bisa membuat orang yang melihatnya menjadi ciut nyalinya.


akhirnya detik yang di tunggu pun tiba seorang wanita berjalan ke arahnya dengan model baju dan warna senada dengan Justin. Justin tersenyum sumringah, melihat penampilan sang istri yang elegan. dengan menggunakan fascinator hat berwarna senada dengan bajunya.


sang istri semakin mendekati panggung yang terhubung dengan panggung catwalk. alhasil semua mata memandang takjub ke sang istri, seperti melihat seorang model profesional dari luar negri.


semakin mendekat ke arah Justin. semakin mereka penasaran akan sosok istri dari sang ceo tersebut.


berbeda dengan Justin yang mulai menyadari ada hal aneh yang akan terjadi. karena ia mengenal baik tubuh sang istri yang telah memberinya seorang putri. berbeda dengan sosok wanita yang terus berjalan mendekatinya. wanita tersebut berdiri di hadapannya dan mengangkat angkuh wajahnya sembari tersenyum menyeringai

__ADS_1


... "hallo sayang"...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2