Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
Pedofil


__ADS_3

ujian kelulusan hampir tiba. Namira, Dini Gisca dan Della sedang nongkrong di bawah pokok asem di samping lapangan basket sekolahan mereka. semuanya pada sibuk dengan sekaliber kertas berisi kisi kisi soal ujian tahun lalu.


"Din, jadi ikut kakak lu kuliah di Jepun"?. Della membuka percakapan.


"ga tau juga. secara kakakku bisa kesana kan karena beasiswa . lha akunya yang di sini aja belum tentu jebol Del. ". ucap Dini pesimis


"Kalo lu gimana gis"?. kepo Della ke Gisca


"belum tau paling ga lulus PTN. nyari side job dulu. kalo lu pasti nerusin usaha nyokap lu kalo ga lulus PTN. ya ga"?. ujar Giska


"aku mau nikah!!". sambung Namira tiba tiba


"hah. apa???!! ". teriak tiga sekawan bersamaan.


Namira mengelus kedua telinganya yang rada budeg karna teriakan ketiga temannya.


"aku mau nikah. kalo kalian ngepoin aku. itu jawabannya".ujar Namira


"serius lu??? "Tanya Della


"iya".jawab Namira.


"Nih".


Namira menunjukkan Cincin putih yang dikelilingi mini berlian. yang sempat di sembunyikan di selipan jari jarinya yang padat berisi.


seminggu yang lalu keluarga Justin menemui keluarga Namira di Malaysia untuk meminta Namira sebagai menantu mereka.


dua keluarga tersebut mendadak melakukan video call dengan Namira dan meminta jawaban saat itu juga. dimana saat itu Justin juga ada di samping Namira.


Namira yang mendapat kejutan seperti itu. wajahnya merona malu apa lagi ketauan lagi berpacaran dirumah.


Justin yang sedari awal sudah mempersiapkan cincin lamaran untuk Namira. langsung menunjukkan cincin tersebut dan melamar Namira mendadak di depan kedua keluarga saat video call berlangsung.


alhasil pertunangan tanpa resepsi itu pun terjadi. yang di saksikan mbok inah dan ponakannya. beserta kedua keluarga yang menyaksikan dua sejoli itu melalui video call.


mereka akan melakukan lamaran resmi setelah Namira menyelesaikan ujiannya.


"wah....cincinnya bagus banget". timpal Della


"mau??? ". makanya nikah. biar dapat kayak gini". ujar Dini


" terus kenapa main rahasia rahasian segala kalau lu ama pak Justin pacaran"?. tanya Gisca penasaran

__ADS_1


"apa??!". pak Justin? ". Della dan Dini teriak kaget.


" yang Ceo tempat kita PKL? ". kepo Dini penasaran.


"mmm. basi lo pada. iya kak Justin yang di ceritain Namira waktu kita tanyain fotonya yang sama almh.


"ahh yang bener??? ". Della dan Dini teriak kecil bersamaan


Namira mengernyitkan dahinya. dan memandang Gisca dengan penuh pertanyaan.


Gisca yang di liatin Namira seperti itu langsung tersenyum kikuk dan memandang ke arah lain.


fb off


Gisca tanpa sengaja melihat Alan membawa Namira ke dalam mobilnya. Gisca yang memang sedari awal tidak menyukai Alan yang baginya cowok sok cool, sok keren, dan sok sok an dan segala yang tidak di sukai Gisca ada pada diri Alan.


ia mencurigai Alan yang membawa Namira masuk ke dalam mobilnya. ia dengan cepat menuju sepeda motornya dan mengikuti mereka sore itu. bahkan hingga malam pun tiba Gisca dengan sabar masih menunggu. hingga Alan keluar dari Resto tanpa Namira.


Gisca yang masih memiliki sabuk coklat bela diri langsung menyergap Alan begitu Alan mau pergi. ia mencekik leher Alan dengan lengan kirinya. dan mempelintir tangan kanan Alan membawanya kebelakang tubuh Alan serta menekan kuat di sana.


"kemana lo bawa teman gue".tanya Gisca


sedangkan Alan yang di cekik lehernya oleh Gisca kesulitan dalam menjawab.


tetapi bukan Alan namanya jika ia bisa kalah dengan bocah sma seperti Gisca. ia langsung menarik lengan kiri Gisca dan memutar balikkan posisi. lalu mendorong kuat Gisca hingga hampir tersungkur ke tanah.


Gisca langsung reflek menahan dengan tangannya dan langsung berdiri menghadap Alan dan meneriakinya


"woi... ". b*******k lo.!!


Alan yang hendak masuk ke mobilnya menghentikan langkahnya. lalu mendekati Gisca dan menarik tangannya serta mendorongnya masuk ke jok belakang mobil diikuti Alan dan segera menguncinya. ia memojokkan tubuh Gisca.


sementara Gisca berusaha keras membuka pintu dari sisi sebelahnya.


"lu ga bisa kemana mana". Alan berbicara santai seraya menatap tajam Gisca


"kemana lo bawa temen gue hah!! ". teriak Gisca tanpa takut


"jangan suka mencampuri urusan yang bukan urusan lo". ujar Alan masih dengan gayanya yang tak berubah sedikit pun.


Gisca terkekeh. "hei mas bro.. Namira itu teman gue kalau ada apa apa sama dia. itu udah pasti jadi urusan gue".


"oiya.. termasuk merusak hari bahagianya saat ini? ". Tanya Alan tersenyum sinis

__ADS_1


"maksud lo? ". Tanya Gisca penasaran


Alan tersenyum smirk. lalu mendekati bibirnya ke telinga Gisca


"temen lo lagi dinner bareng sama boss gue". kalo lo masuk dan mengganggu mereka. lo bakalan tau kan keselnya boss gue kayak apa?!


jelas Alan bernada ancam


"bohong lu. pasti boss lu seorang pedofil. gue yakin Namira di paksa." ucap Gisca geram


Alan terbahak bahak hingga mengeluarkan air mata. bagaimana tidak ia begitu geli mendengar kata pedofil yang di tujukan untuk bossnya dari seorang mulut bocah sma seperti Gisca.


sementara Gisca tercengang melihat Alan yang tertawa lepas seperti itu. selama dia mengenal Alan tak pernah ia melihat Alan tersenyum apa lagi tertawa seperti sekarang ini.


Alan menarik napas dalam setelah di rasa cukup puas menertawakan kepolosan Gisca. ia tersenyum smirk dan menoleh ke arah Gisca dengan tatapan yang sulit di artikan oleh Gisca.


Gisca yang di pandang seperti itu oleh Alan menggeser pelan duduknya hingga terhimpit di pintu mobil.


sementara Alan terus mencondongkan tubuhnya perlahan ke arah Gisca. setelah di rasa cukup dekat dengan wajah Gisca. Alan menyeringai dan berkata


"mau aku tunjukkan bagaimana pedofil yang sebenarnya".dengan tatapannya yang tak pernah lepas dari mata Gisca.


Gisca menelan kasar salivanya. tenggorokannya seakan tercekat. jantungnya berdegup kencang.


Alan semakin mendekat hingga hidungnya menyentuh ujung hidungnya. ketika ia melihat netra Alan menyusuri ke bawah. Gisca dengan cepat mendorong kasar tubuh Alan. hingga kepalanya terbentur kaca mobil di belakangnya.


Gisca melompat ke depan tepatnya di jok supir menekan tombol buka di sebelah kanan. dan bergegas keluar dari sana. dengan setengah berlari ia kembali ke tempat dimana sepeda motornya di parkirkan.


masih dengan napas yang terengah engah Gisca menstarter sepeda motornya dan langsung menancap gas dan berlalu dari situ. Gisca melupakan Namira untuk sesaat.


sementara Alan masih dengan mengelus kepalanya yang sedikit sakit. terbahak bahak kembali melihat tingkah Gisca yang ketakutan akibat ke jahilannya.


setelah beberapa hari esoknya. Gisca secara tak langsung mencuri dengar percakapan mamanya Justin dengan papanya tentang Namira dan juga rencana pernikahan.


Dan seminggu yang lalu ketika Gisca iseng ingin main kerumah Namira ia melihat mobil Justin parkir lama di rumah Namira.


bahkan Gisca pun menyempatkan diri ngepoin Namira melalui ponakan bi Inah.


...****************...


*** terkadang Apa yang dilihat mata ga sama dengan kejadian yang sebenarnya***


berilah tanda mata kalian berupa like, vote n komen untuk yang nulis...

__ADS_1


Aku padamu......


__ADS_2