Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
my little girl


__ADS_3

pagi ini Justin, Indra dan juga Andra melakukan meeting dadakan. sontak hal ini membuat Andra menjadi senewen. pasalnya dia sengaja mengambil lebih awal cuti liburannya dengan dalih alasan karena menghadiri resepsinya Indra dan sekalian mau jalan jalan.


akan tetapi kesempatan tersebut di gunakan Justin untuk rapat dadakan. sekalian mengetahui perkembangan perusahaan yang di percayakan kepada dua sahabatnya. Dan juga sekalian menyusun rencana ke depan untuk mempertahankan penjualan tetap stabil.


ketika Justin sedang mendengarkan hasil dari masing masing divisi. tiba tiba ia melihat seorang gadis yang berseragam sekolah masuk dan menganggukkan kepalanya meminta ijin masuk. setelah mendapat ijin masuk dari salah satu karyawan. gadis itu pun membagikan air mineral dan cemilan ke tiap karyawan yang hadir.


Justin terus memandangi gadis tersebut tanpa mangedipkan matanya. hingga gadis tersebut berdiri di sampingnya dan melanjutkan aktivitasnya semula. lalu gadis itu pun pergi setelah menyelesaikan tugasnya. Justin masih terus saja melihat ke arah gadis tersebut hingga gadis tersebut menghilang di balik pintu.


Indra yang sedari tadi memperhatikan pandangan Justin kepada Namira mendekatinya dan menjelaskan begitu rapat selesai


"namanya Namira. siswi yang sedang mengikuti Praktek kerja dari SMK jurusan desain grafis. sudah sepuluh hari disini".


Justin melirik Indra sesaat lalu berujar


"suruh dia keruanganku ketika jadwal kantor selesai"


setelaj mengucapkan kalimat tersebut. lalu ia pun pergi menuju ruangannya.


...----------------...


Justin sedang memperhatikan sebuah foto yang di ambil momennya delapan tahun lalu. dalam foto itu dimana terdapat ia dan Nadira berdiri bersama dengan background pantai di belakangnya sedangkan Ochi yang berada di tengah sedang tersenyum manis dalam genggaman tangan kakaknya.


waktu itu Ochi sekitar delapan tahun. keluarga Justin dan juga keluarganya Nadira melakukan liburan bersama setelah pembagian raport sekolahnya Ochi selesai. terakhir ia melihat Ochi ketika berpamitan pindah ke luar negeri di pemakaman Nadira. hampir enam tahun yang lalu.


pintu diketuk dari luar. Alan masuk memberitahukan bahwa yang diminta sudah datang. lalu pamit pergi meninggalkan Justin dan Namira di ruang kantor Ceo tersebut.


Namira yang di tinggal hanya berdua di ruangan tersebut merasa gugup. dalam isi kepalanya hanya satu pertanyaan yaitu "apa salah dirinya? ".sehingga harus menghadap Ceonya langsung dari perusahaan tempat ia melakukan PKL.


Justin mempersilahkan Namira duduk di sofa. Namira mengangguk pelan. Justin menatap Namira yang terus menunduk. lalu matanya mengarah ke telapak tangan Namira yang terus mengapitkan kedua tangannya. hingga akhirnya penglihatannya terfokus pada gelang yang dipakai Namira di tangan kirinya. ia memperhatikan inisial di gelang tersebut. gelang yang memang persis sama yang pernah Justin dan Nadira miliki.


mereka sengaja membelinya dengan inisial nama masing masing. lalu menukarnya sebagai kenang kenangan. ketika Nadira melanjutkan studi nya ke ujung Sumatra.


(tepatnya Author sendiri menyebutkan propinsi yang di sebut Negri sejuta sunset. karena dari sisi manapun melihatnya. matahari akan terlihat indah jika sudah mulai terbenam).


Hanya saja saat Nadira kecelakaan gelang yang berinisial "J". milik Nadira. sempat disimpan oleh mama Nadira dan menyerahkan kembali kepada Justin ketika mereka berkunjung ke rumah sakit menjenguknya.


setelahnya gelang berinisial "J" tersebut Justin berikan lagi kepada Ochi sebagai Janji kalau suatu saat ia akan kembali untuk mengambil kembali gelang tersebut.


Kini Justin melihat lagi gelang kenangan tersebut di lengan gadis yang sama. yang kini sudah mulai beranjak dewasa dan bertambah cantik.


"apa kabar Ochi?".sapa Justin terseyum tanpa mau melepaskan tatapan matanya ke arah Ochi.

__ADS_1


Namira yang sedari tadi menunduk lalu mendongak menatap Justin heran karena hanya almarhum kakaknya dan teman dekatnya yaitu kak Justin yang biasa memanggilnya begitu.


jantung Namira berdegup kencang. matanya mulai berkaca kaca bibirnya bergetar menyebut dan memanggil


"kak Justin?".


Justin mengangguk kecil dan terus tersenyum pada Namira.


sementara Namira mulai menjatuhkan airmatanya. bagaimana tidak lelaki selama ini yang turut dirindukannya jika ia merindukan kakaknya. sekarang berada tepat di hadapannya.


Justin berdiri menghampiri Namira dan kembali duduk disamping Namira. serta menghapus airmatanya seraya berkata


"udah jangan nangis. kayak anak kecil aja. udah gede kan sekarang?". ujarnya seraya


mencubit pipi Namira yang sedikit gembul.


setelah drama pertemuan yang cukup mengharukan bagi mereka di ruangan itu. Justin mengantar Namira pulang kerumahnya setelah jadwal kantor selesai.


...----------------...


"masuk dulu yuk kak?". ajak Namira setelah Justin memakirkan mobilnya di halaman rumah Namira.


Justin memasuki halaman kecil namun asri dan terlihat begitu banyak bunga dengan dominan anggrek yang bergantungan disisi kiri dari halaman tersebut.


walaupun ia sudah tahu Namira tinggal sendiri. hanya jika malam tiba mbok inah yang bekerja paruh waktu dirumah ini. sesekali menemani Namira tidur selebihnya ponakannya yang setahun lebih tua di atas Namiralah yang menemani Namira tidur.


Flashback off


sebelum berangkat menemui Indra. Mama Justin menelpon Justin memberitahukan jika keluarga Nadira berada di Malaysia. sedangkan Namira tetap di Indonesia karena males ribet dalam pengurusan pemindahan sekolah. Namira akan menyusul pindah begitu sekolahnya selesai.


Flashback on


"kakak kok tau?"tanya Namira.


"cuma menebak". jawab Justin sambil menyenderkan punggungnya ke sofa yang berada di ruang tamu.


sementara Namira masuk ke kamarnya untuk mengganti seragamnya dengan dress dari bahan kaos bergambar. sedangkan rambutnya tetap dibiarkan seperti tadi, diikat satu. ia langsung menuju dapur dan membuat minuman dari jeruk segar dengan topingan lemon yang bertengger di atasnya.


"minum kak ". tawar Namira dan menyerahkan satu gelas panjang ke Justin.


Justin meminumnya dengan semangat. dan menyisakan seperempat nya dari isi gelas tersebut. sedang kan Namira yang melihatnya merasa heran.

__ADS_1


"kakak haus berat ya. aku buatin lagi ya"?. tanya Namira sambil beranjak dari duduknya.


Justin menarik tangannya agar tetap duduk.


"ga usah. kakak pingin ngobrol banyak sama kamu". ucap Justin.


"udah lama kita ga ketemu. sekarang kamu kelas berapa"?. tanya Justin berbasa basi.


sebenarnya ia sudah tau tentang Namira dari Indra. hanya kehidupan pribadinya yang membuat Justin ingin mengetahui lebih dalam lagi. karena sekarang Ochi gadis kecilnya dulu telah berubah menjadi gadis remaja yang cantik dan yang paling sering di bicarakan karyawan laki laki di kantor Indra.


"kelas dua kak".jawab Namira.


"Gimana praktek kerjanya?". mereka baik ga sama kamu.


"baik kak.". jawab Namira.


"kalo mereka ngapa ngapain kamu lapor aja ke kakak ya? "Kata Justin.


"ngapa ngapin gimana maksudnya kak"?. tanya Namira polos.


Justin tersenyum melihat tampang Namira yang terlihat bego tapi terlihat begitu menggemaskan bagi Justin.


"menyulitkan kamu seperti tadi. di suruh ini itu. bawa kopi, bawa roti, ke ruang meeting tadi. itukan tugasnya Ob atau Og". jelas Justin


"ooo.gitu. tapi akunya ga keberatan kok. kan kasian aja liat mbaknya udah kecapean. sedari pagi udah nyapu. lalu ngepel terus buatin kopi atau minuman karyawan. mesti tiga kali sehari lagi. belum lagi di suruh foto kopi ini foto kopi itu. terus belum lagi kena marah sama si boss yang galak seperti kakak". jelas Namira.


yang bagi Namira itu sedikit penjelasannya. akan tetapi begitu panjang bagi Justin


"aku galak?". oh ya?". siapa yang ngomongin begitu". tanya Justin penasaran.


"banyak kak. hampir keseluruhan karyawan kakak. Kakak orangnya semua serba terlalu. berbeda seratus delapan puluh derjat sama pak Indra." lanjut Namira.


"memangnya si Indra itu gimana"?.tanya Justin penasaran.


"mereka bilang beliau the best lah kalo jadi boss. tapi yang aku lihat sendiri memang bener kok kak. memang pak Indra tuh baik banget orangnya". jawab Namira polos.


Justin terdiam seraya mengendorkan dasinya. akhirnya ia pun pamit pulang karena tiba tiba ia merasa gerah dan kepingin mandi. di tambah lagi si little girlnya muji muji si Indra terus sedari tadi. yah walaupun Justin membenarkan ucapan little girlnya. tetapi entah kenapa dihatinya tetap aja dia ga suka.


hayoooo... ada apa ya si Justin.. takutnya mulai possesif seperti yang dilakukan ke Nadira nih


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


hayoooo like komen n votenya dong.. biar semangat nih upnya..


__ADS_2