Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
Terjebak (2)


__ADS_3

Dea terus memperhatikan gerakan koreo di dalam video tutorial hasil rekaman latihan, yang di tunjukkan oleh penata konsep tari tersebut.


lima belas menit pun berlalu. tibalah waktunya penampilan Dea dengan para penari di atas gemerlapnya panggung dari Aula megah kantor tersebut.


Dea di tempatkan di urutan paling belakang mengikuti sang penari yang berjalan di atas catwalk, yang telah di latih sebelumnya agar jalan mereka pun persis sama seperti model model yang tampil pada malam ini.


Berjalan di atas Catwalk adalah pekerjaan Midea sebelumnya. tentu saja hal ini tidak canggung baginya. malah ketika di atas catwalk aura Midea semakin memancar kemilau.


setelah menyisir habis panggung catwalk tersebut. Midea menempatkan dirinya di tengah panggung, di kelilingi para penari tersebut. midea menari dengan gerakan yang lembut mengikuti irama musik.


ketika tiba waktunya seorang putri yang di perankan oleh Midea untuk berimprovisasi. sorot cahaya lampu langsung ke arah Dea. Midea begitu percaya diri dalam melakukan gerakan tarinya sendiri. gerakannya yang lembut nan gemulai mampu menghipnotis mata yang melihat penampilan nya malam ini. Midea di mata penonton saat ini seperti Dewi yunani yang exotic nan mistic


sementara para penari menari sambil membagikan tester produk pada tamu penting. hal ini membuat kaget para tim olif. karena konsep yang sebenarnya adalah konsep yang di lakukan oleh Midea sekarang.


mereka tersenyum lebar dan senang karena konsep mereka berjalan sesuai rencana, di karenakan seorang Midea yang telah membantu mereka. begitu juga Olif yang terus berdecak kagum pada penampilan Midea malam ini.


hingga akhirnya tarian itu selesai pun. Olif masih bisa merasakan antusias penonton pada tampilan kru nya malam ini. khususnya pada sosok Midea. Olif membisikkan kepada Mc nya agar mengubah nama Sherly yang di tunjuk sebagai putri malam ini. di ganti dengan memperkenalkan Midea Hasxander sekarang juga. yang memang sebelum penampilan Dea di mulai, Olif bertanya tentang nama lengkap Midea.


Diruang ganti.


Midea hendak melepaskan dress yang melekat di tubuhnya. menggantinya dengan seragam OG. baru saja ia menyentuh tali pengait dressnya, Olif masuk ke ruangan ganti tersebut dan menarik lengan Midea untuk menemui seseorang.


"hellow mr. Aqio". sapa Olif ramah dengan gaya khasnya.


Midea yang mendengar sebuah nama yang tak asing di sebut, sontak membelalakkan matanya.dan memalingkan wajahnya ke arah lain.


...----------------...


Mr. Aqio datang di acara perusahaan yang telah lama menjadi salah satu investasi terbesarnya. ia ditemani asisten dan beberapa bodyguard nya.

__ADS_1


Mr. Aqio duduk di sofa Vvip yang berhadapan langsung dengan panggung. selama acara berlangsung mr. Aqio hanya menanggapi biasa saja. karena hal yang seperti ini sering di lihatnya di berbagai even di seluruh kota dan Negara yang di hadirinya. ia lebih suka berbincang dengan seseorang yang berada di sampingnya.


setelah satu jam acara berlangsung...


sama seperti penonton yang lainnya. Mr. Aqio pun akhirnya secara tiba tiba pandangannya teralihkan ke arah panggung, menatap pada satu sosok yang menarik baginya. bahkan bibirnya semakin di tarik ke atas tatkala di akhir penampilan sosok tersebut, sang mc menyebutkan satu nama yang ia cari selama ini. wanita yang menjadi putri pada malam ini. wanita yang membuat ia selalu penasaran.


"Midea. I find u". gumam mr. Aqio. lalu ia membisikkan sesuatu kepada asistennya. dan di setujui dengan anggukan oleh Asistennya.


selang beberapa menit kemudian..


"Midea. ini mr. Aqio mau kenalan sama kamu. dia yang punya saham paling gede disini lho". bisik Olif.


"hello dear. udah lama kita tak bertemu". sapa Mr. Aqio dengan senyum nakalnya.


Midea hanya mengangguk dan tersenyum paksa. di otaknya sekarang adalah bagaimana menghindari percakapan yang berkelanjutan dengan kedua pria tersebut. dan sesegera mungkin untuk menyelesaikan misinya.


"mau kemana lu. ga sopan tau". Olif mendelikkan matanya.


Midea membalikkan tubuhnya dan membisikkan ke telinga Olif. "gue kebelet tau! "


dengan nada penekanan.


Olif melebarkan kelopak matanya dan membulatkan mulutnya. ia melepaskan Midea dan tersenyum malu ke Mr. Aqio.


"sebentar ya mister. dia ada keperluan hajat". Olif mrmberitahu dengan rada malu.


tetapi mr. Aqio tidak percaya begitu saja kepada wanitanya. ia menyuruh asistennya untuk mengikuti Midea.


...----------------...

__ADS_1


"oh s**t". maki Dea.


matanya menelisik segala arah mencari peralatan Janitor yang ia tinggalkan di ruang kostum. ia mencoba mencari di luar ruangan tersebut, dan berjalan cepat menuju ruang ganti tetapi belum juga kakinya melangkah ke sana, Dea melihat beberapa bodyguard sedang menyisir tiap ruangan.


insting Dea langsung mengetahui jika bodyguard tersebut mencari dirinya. ia melihat asisten mr. Aqio ada bersama mereka. Midea pun langsung masuk ke lift dan menekan asal tombol demi menghindari mereka yang mengincar dirinya. ia tau jika mr. Aqio tak kan melepaskan dirinya kali ini.


lift terbuka. Midea melangkah keluar dan memperhatikan keadaan di sekeliling nya. di sepanjang koridor dari lantai tersebut tampak sepi.


Ting.


pintu lift yang lain berbunyi. Midea langsung melangkah cepat dan setengah berlari demi menghindari siapapun yang keluar dari lift tersebut. tetapi highheels Midea tidaklah bersahabat dalam kondisi seperti ini. ia membuka high heelsnya dengan segera.


"itu dia!!". seru dari salah satu bodyguard yang pertama kali keluar dari lift yang berjarak beberapa meter dari Dea.


Beberapa bodyguard keluar dari lift tersebut dan melihat Midea yang sedang membungkuk melepaskan highheelsnya.


mereka pun spontan mengejar Midea. sementara Midea yang telah berhasil melepaskan highheelsnya langsung melempar mereka dengan kedua higheelsnya.


Alhasil dua dari beberapa bodyguard tersebut terkena lemparan higheels nya Dea dikening. bahkan ada juga mengenai tepat di hidung salah satu dari bodyguard tersebut, yang menyebabkan darah mengalir dari hidung salah satu bodyguard tersebut.


Dea menarik sudut bibirnya melihat hasil perbuatan nya. Lalu ia sesegera mungkin berlari menghindari mereka yang berjumlah di luar kemampuan Dea untuk menghadapinya. Dea kini berlari dengan bertelanjang kaki. bahkan tanpa di sadari ujung kuku dari jempol kaki Dea tersandung sesuatu yang keras. yang menyebabkan sedikit berdarah di sudut kukunya.


Midea memasuki asal sebuah ruangan serta menguncinya dari dalam. ia merapatkan telinganya ke pintu yang ia tutupi tersebut, demi mendengarkan langkah kaki dari beberapa bodyguard yang terus mengejarnya. Midea hanya memastikan mereka masih di lantai ini atau pergi mencari dirinya ke lantai yang lain.


tanpa Dea sadari, sedari awal Dea masuk ke ruangan tersebut. ada sepasang mata yang menatapnya tajam. dan memperhatikan tingkah Dea.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


jangan lupa like Vote n komen nya

__ADS_1


__ADS_2