Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
mau kabur


__ADS_3

"kau sudah bangun? ". sebuah suara khas laki laki membuyarkan hayalan Merry yang tentang menjadi seorang nyonya bilioner.


Ia menoleh ke belakang dengan sorot mata yang mengerikan seperti hendak menerkam mangsanya. tenggorokan Merry seakan tercekat ia menelan salivanya kasar.


pria tampan maskulin tersebut berjalan mendekati Merry. sedangkan Merry sendiri sedikit demi sedikit memundurkan langkahnya ke belakang dengan netra coklatnya mengawasi pergerakan pria yang berusia jauh di atas usianya saat ini, sehingga langkahnya mentok ke dinding di belakang punggung nya.


pria tersebut menyeringai begitu mangsanya terpojok di antara dinding apartemennya. Merry semakin ketar ketir hatinya tatkala tatapan ganas pria tampan tersebut. ia melirik kanan kiri mencari celah untuk keluar dari ruangan tersebut.


Merry melangkah lebar ke samping dengan niat melarikan diri dari sini. akan tetapi satu lengan kanan kokoh langsung menghalangi menghentak ke dinding tepat di samping kepalanya. wajah mereka kini saling berhadapan.


wajah pria tersebut semakin berjarak sejengkal dengan wajah Merry. yang membuat jantung Merry semakin berdetak tak karuan. entah di karenakan jarak wajah dan tubuhnya mereka yang terlalu dekat atau karena Merry yang mulai di hinggapi ketakutan akan pemikiran nya yang parno.


pria tersebut cukup lama memandang wajah Merry yang mulai terlihat pasi tersebut. Ia menarik sudut bibirnya. tujuannya telah berhasil membuat gadis pembuat onar tersebut menjadi ketakutan. dengan begitu waktu untuk menginterogasi nya sudah bisa di mulai saat ini juga.


pria tersebut menjauhi merry dan mengambil posisi duduk menyender di sofa ruang tamu, seraya menyilangkan kakinya di atas meja berbentuk persegi tersebut. sementara tangannya bersedekap di dadanya yang lebar. ia masih menatap Merry dengan sorotan yang tajam.


"mengapa kau membuat keributan di club ku? ". tanyanya menohok.


Merry yang masih dalam fase kebingungannya, mulai menyadari penyebab mengapa dirinya tiba tiba berada disini. seketika itu juga kelopak matanya melebar. ia menggigit bibir bawahnya dan mulai menundukkan wajahnya takut.


seminggu yang lalu...


Merry yang juga sedang mencari informasi tentang keberadaan Cindy. tiba tiba di hadang oleh seorang lelaki gagah. ia sempat terpana hingga lupa kenapa ia harus di hadang.


"mana cindy". tanya lelaki tersebut dengan memasang tampang bak malaikat maut.


"manalah ku tau. aku pun juga lagi carik dia ini". sahut Merry yang mulai gusar.


"ikut saya". lelaki tersebut menarik lengan Merry untuk di ajak masuk ke dalam mobil hitam miliknya.

__ADS_1


Merry yang mulai mencium sesuatu yang tak baik. menolak dengan menghentakkan keras lengannya agar terlepas. tetapi cekalan lelaki tersebut tidak serta merta membiarkan nya lepas begitu saja.


alhasil Merry dan lelaki itu saling adu kekuatan. lelaki itu bertahan agar cekalannya di lengan Merry tetap bertahan. sedangkan Merry dengan segala jurus sakti nya melawan menggunakan gigi taringnya yang di kenal tajam oleh teman temannya.


"akkhhh... s**t. apa yang lo buat. dasar cewek gila". maki lelaki tersebut, sembari melihat tangannya yang berbekas karena di gigit oleh Merry.


"m*mp*s saja kau situ. siapa suruh kau tarik tarik tanganku. ku teriak kan kau maling baru tau rasa kau". balas Merry berang


Merry pun segera pergi meninggalkan tempat itu.


ia pikir masalahnya selesai sampai disitu saja, ternyata malah berbuntut panjang. lelaki tersebut kembali mencari dirinya dan menginterogasi dirinya habis habisan tentang menghilangnya Cindy.


bahkan kini keluarga Cindy pun juga ikut ikutan menginterogasi dirinya tentang keberadaan Cindy. bahkan teman temannya yang lain juga ikutan menuduh dirinya yang menyembunyikan Cindy karena di anggap paling dekat dengan dirinya.


malah ada lambe nyinyir yang menuduh dirinya membunuh Cindy dan membuang mayatnya entah kemana.


"jangan jangan teman dekatnya yang bunuh. kan udah sering teman dekat yang bunuh temannya sendiri". ucap salah satu teman kampus yang berbeda unit dari Cindy dan Merry, di kolom komentar di status salah satu kerabat Cindy.


Merry yang merasa lelah akan permasalahan yang menyangkut Cindy. memilih menghibur dirinya ke club malam yang biasa mereka datangi. bermodalkan kartu vip yang di berikan Cindy tempo hari. Merry masuk dan memesan satu set minuman beralkohol ringan. ia ingin melupakan rasa lelahnya karena kasus kaburnya Cindy, sahabatnya itu.


ia minum tanpa tau berapa gelas yang telah ia habis kan. rasa sepi melanda hatinya. hidup jauh dari orang tua. kerjaan tak punya. mau lanjut kuliah untuk pengambilan profesipun masih mikir mikir tentang dananya.bahkan teman satu satunya yang dekat pun malah kini kabur entah kemana.


Kecewa, sedih, dan kesepian. yah itulah yang dirasakan sekarang. Merry meneguk kembali minumannya. ia mulai meracau tidak jelas.


ia berteriak menyebutkan nama seluruh teman temannya. bahwa saat ini ia butuh bantuan. dan yang terakhir ia menyebut kan nama Cindy. ia mengomel tentang kekecewaannya terhadap teman dekatnya itu.


hingga akhirnya ia harus ribut dengan petugas club, karena mengganggu kesenangan dirinya yang menari asal asalan di tengah lantai dansa dari club tersebut.


hingga akhirnya ia merasakan mual dan pusing yang luar biasa sehingga ia tak sanggup lagi menahan kocokan perut yang menuntutnya harus segera di keluarkan saat itu juga.

__ADS_1


alhasil bukan hanya salah satu petugas yang kena. bahkan pemilik club yang Terpaksa turun tangan menghadapi Merry yang di landa mabuk berat juga terkena imbasnya. muntahan lahar dari perut Merry keluar begitu saja mengotori baju dan celana pemilik club tersebut.


hingga akhirnya ia harus berakhir di apartemen mewah bersama dengan lelaki tampan tetapi mengerikan, yang tak lain pemilik club dan apartemen mewah tersebut.


"jawab !!". titah dari pria tersebut dengan nada penuh penekanan. yang membuat bulu kuduk siapapun yang mendengarnya jadi bergidik ngeri.


Merry menggeleng gelengkan kepalanya pelan dan semakin menunduk. rasanya ingin sekali ia menerobos dinding apartemen tersebut dan menghilang untuk sementara waktu.


sementara pria tersebut tersenyum menggelitik di hatinya. ia begitu senang melihat pemandangan di depannya. benar benar menghibur dirinya yang sedang di landa frustasi akibat terlalu lelah memikirkan pekerjaan dan masalah calon pengantinnya yang kabur, tepat seminggu sebelum mereka menikah.


"Jawab!! ". bentak pria tersebut.


yang seketika itu juga membuat Merry terkejut dan mengangkat kepalanya. ia mengangkat dan menangkup kedua tangannya memohon maaf.


"maaf pak. maafkan saya. saya ga tak sengaja.beneran pak. sumpah". Merry memohon seraya membuat tanda huruf V pada kedua jarinya telunjuk dan tengahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


selamat menunaikan ibadah puasa ya readers.


tetap semangat memberikan dukungan kepada penulis. berupa


like


vote


komen


rata

__ADS_1


favoritnya.


makasih buat readers yang udah nimbrung disini.


__ADS_2