
hingar bingar musik dengan beat yang ga cuma jantung bahkan gendang telinga jasmine serasa mau pecah. belum lagi lampu yang berkelap kelip dengan tempo yang cepat mengganggu pandangan Jasmine untuk melihat sekitarnya. ia meminum minumannya yang telah disediakan cindi di pesta ulang tahunnya yang ke 21.
"memang gila tu si cindi buat party ulang tahun pun di tempat beginian. mentang mentang ini club punya lakiknya". sungut Retha.
"sudahlah biarkan saja. sukak sukak ati dia lah. mungkin pun cuma begini yang bikin happy hatinya. kau ini macem tak tau saja itu anak hobinya memang ngedugem. makanya jodohnya pun yang punya club". jelas Meri
"iya kasian si jasminenya. ga liat tu ga nyaman dianya.".Retha menunjuk ke arah Jasmine yang kelihatan tidak nyaman.
"Jasmine kita pulang aja yuk ?".ajak Retha
"kamu ga nyamankan pastinya?". lanjutnya.
Jasmine tersenyum. ketika ia ingin menggunakkan jarinya untuk berbicara. tiba tiba cindy datang menyapa.
"hai guys kok cuma duduk disini aja. yuk kita ke sana aja. gabung sama yang laen. ngapain duduk di sini terus. ga asik tau ga?". ajak cindi seraya menunjukkan ke arah teman temannya yang lain. yang saat ini sedang on fire di lantai club.
"wah seru nih. aku turun dulu ya". Meri yang sejatinya memiliki hobi menari menyusul yang lainnya. sedangkan Retha ogah ogahan turun karena di bujuk Cindy.
"kamu ga turun Jasmine?".cindi bertanya karena Jasmine masih terlihat ragu untuk turun.
"kamu disini aja dulu ya. aku cuma bentar. ga usah turun kalo kamu ga nyaman". saran Retha.
Jasmine mengangguk. dan ia pun di tinggal sendirian duduk di sofa. ia hanya mampu melihat dari jauh teman temannya sedang bersuka ria di lantai dansa.
awalnya ia pikir cindy mengadakan party ulang tahunnya seperti biasanya. seperti makan di cafe atau menginap di villanya. tetapi kali ini partynya benar benar membuat Jasmine mulai merasa mual. bahkan kepalanya semakin berat.
Jasmine semakin gelisah. kepalanya semakin berat. bahkan matanya mulai tak bisa di ajak lagi berkompromi. ia bangun dari duduknya dan berjalan sempoyongan keluar dari club tersebut menuju ke arah parkiran untuk mencari mobilnya Retha. dengan bermodal kan kunci yang dititipkan padanya ia memasuki mobil tersebut dan tertidur di jok belakang.
...----------------...
Jasmine bermimpi dalam tidurnya. ia tidur di temani seorang pangeran tampan. lalu dibangunkan oleh sentuhan lembut pangeran tersebut yang membelai pipinya. ia mendekap erat pangerannya. dan menangkup wajah pangerannya dengan kedua telapak tangannya sembari tersenyum. sementara sang pangeran hanya menatapnya.
sang pangeran menarik tengkuk leher Jasmine. begitupun Jasmine. hingga ujung hidung mereka saling bersentuhan. lalu sang pangeran mengecup lembut bibirnya sekali. begitupun Jasmine. yang akhirnya mereka berdua saling mengecup, me****t, dan me**g**t lembut serta menikmatinya dengan mata yang terpejam. dan di sudahi dengan mata yang saling menatap.
Jasmine yang akhirnya sadar bahwa ini bukan mimpi. sontak memelototkan matanya. tetapi rasa mual yang sempat tertunda kembali datang mengocok seluruh perutnya dan memuntahkan semua yang ada dari perutnya tepat di hadapan pria yang ia pikir adalah pangeran dalam mimpinya.
"ahhh d**mn *t!!! maki pria tersebut. seraya melihat ke arah kemeja dan celananya.
__ADS_1
Jasmine melihat ke arah kemeja serta celana pria tersebut menjadi kotor karena terkena muntahannya. ia begitu takut dan langsung kabur keluar dari mobil melalui pintu samping kanan Jasmine.
sementara pria tersebut ikut keluar hendak mengejar Jasmine untuk meminta pertanggung jawaban. tetapi Jasmine telah menghilang.
sementara Jasmine bersembunyi diantara mobil mobil yang lain dengan kepala yang masih sedikit berdenyut serta rasa mual yang masih terasa.
Retha mendengar seseorang muntah di balik mobilnya ia melihat ke sisi kiri mobilnya. ia melihat Jasmine sedang berjongkok memuntahkan isi perutnya.
"ya ampun Jasmine..". ucap Retha seraya memijit tengkuk Jasmine. lalu mengambil ponselnya dan menelpon Meri.
Jasmine merebahkan dirinya di jok belakang mobil Retha yang sebenarnya, setelah ia menyerahkan kunci mobil milik Retha. tak lama setelah Meri datang. mereka pun bergegas pulang.
...----------------...
di dalam mobil pria tersebut menyetir pulang dengan hot pants serta singlet yang melekat di badannya yang atletis nan putih. ia gagal menghadiri undangan sahabatnya atas peresmian pertunangan mereka di Resto Hotel tersebut.
jika saja ia tidak lupa membawa bingkisan untuk sahabatnya yang tertinggal di mobil. mungkin tidak akan ada yang sembarangan masuk dan tidur di mobilnya. lantaran ia telah menekan tombol buka jarak jauh dan bersamaan menerima telpon penting. sehingga ia lalai jika pintu mobil bisa dibuka dengan mudah oleh orang lain tanpa menggunakan alat apapun.
tetapi ia pun tidak memungkiri jika jantungnya berdetak melihat gadis yang tidur di mobilnya tadi. antara cemas dan takut. ia berfikir jika makhluk manis tadi adalah kuntilanak. karena dressnya yang di gunakan berwarna putih dengan rambut lurus yang terurai rapi. serta wangi parfum melati yang ia pernah gunakan ketika SMP. bahkan hampir keseluruhan temannya menggunakan parfum tersebut.
antara ya dan tidak ia menyibak rambut gadis tersebut untuk melihat wajahnya. ia akui jika gadis tersebut begitu cantik dalam tidurnya. ia membelai pipi gadis tersebut begitu halus. hingga gadis itu terbangun ia pun hanya terdiam kaku di tempat duduknya.
ia menatap wajah gadis itu dan beralih ke bibirnya. ia mendekat seraya menarik leher gadis tersebut hingga ujung hidungnya saling bersentuhan.
ia pun mengecup lembut bibir gadis tersebut sekali. hingga akhirnya...
"aishhhh... ". pria tersebut mendesah kesal. mengingat endingnya yang berantakan.
tetapi tak di pungkiri juga hatinya berbunga bunga mengingat pengalaman pertamanya dengan seorang gadis. ciumman pertama dan misteri.
...----------------...
Jasmine mengerjap pelan matanya. saat matahari masuk dari celah jendela kaca kamar kostnya. ia masih malas untuk bangun. ponselnya berbunyi tanda alarm peringatan mitem jam kedua. ia melihatnya dan beranjak malas malasan untuk mandi.
beberapa saat kemudian...
ia tiba di kampus lima menit sebelum mitem di mulai. dan menyelesaikan ujian mitem tersebut dalam kurun waktu empat puluh menit. disusul Retha dan yang lainnya.
__ADS_1
"kamu udah baikan. masih pusing ga? ". tanya Retha cemas.
Jasmine menggeleng sambil tersenyum.
"semalam kamu muntah banyak lho. kita takut kamunya kenapa napa. mau bawain kamu ke UGD. tetapi kamunya nolak. minta di bawa pulang terus. kamu bilang mau tidur karena ngantuk berat". lanjut Retha.
"Jasmine!". Meri memanggil.
"udah sehat kau. semalam kau muntah banyak kali". lanjut Meri.
"maaf ya ngerepotin". Ucap Jasmine sambil menangkupkan kedua tangannya. meminta maaf.
"yahh tak Apa apa kan bukan mobilnya Retha yang kau muntahin. tapi mobil orang". kekeh Meri
"Apa!!!". teriak Jasmine dan Retha bersamaan.
Meri melihat wajah cemas Jasmine sontak tertawa kecil karena mengingat kejadian semalam.
"untung kau cepat kabur girl. kalau engga kita bertiga kena imbasnya harus membayar mahal itu mobil. syukur kalau yang punya mobil mau terima kita yang bersihin. tapi kalau dia minta ganti yang rusak rusak bagaimana?". tanya Meri sembari melihat mereka berdua.
"kamu tau darimana Jasmine muntah di mobil orang?".tanya Retha cemas.
"aku nguping tak sengaja. itu cowok ngomong sama kawannya tak bisa hadir karena mobil sama bajunya dimuntahin sama cewek gila yang barusan masuk mobilnya dia". jelas Merry.
"Jasmine?". ujar Retha seraya menatap Jasmine dengan niat meminta penjelasan dari jasmine.
sementara Jasmine mengangguk lemah.
"untung kamu ga kenapa napa. kok bisa salah masuk mobil sih Min? ". tanya Retha.
"aku pikir aku udah bener masuk mobilnya. secara mobilnya kebuka waktu tekan tombol kuncinya." Jelas Jasmine dengan bibir dan tangannya.
"ya udah deh. yang penting kamunya ga kenapa napa". ucap Retha.
padahal hatinya ketar ketir jika mengingat sang pemilik adalah cowok. bagaimana kalau cowok itu adalah pria brengsek. ia menatap Jasmine iba dengan kondisinya sekarng.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
wahhh Retha memang bener temen yang baik ya...
ayooo mana like vote n komennya...