
"Jasminka". secarik kertas yang di tinggalkan seorang gadis yang selama ini hanya bisa ia pandangi dari kejauhan. dan baru saja ia tau namanya.
Andra menyimpan kertas memo tersebut di selipan dompetnya. ia tersenyum mengingat pertemuan pertamanya dengan gadis yang membuat ia selalu penasaran, tetapi selalu tak pernah di beri kesempatan untuk berkenalan.
"Jasminka".gumam Andra tersenyum seraya melanjutkan ketikan di laptopnya.
...----------------...
hari keberangkatan pun tiba. Satria menghabiskan waktu dengan ponselnya selama menunggu proses boarding. berbeda dengan Jasmine dan Retha yang masing masing masih saja melakukan video call dengan mamanya.
"kamu jangan lupa shalat. tidur jangan larut malam. jangan keluyuran sendirian ya?. itu Jkt .ga ada satupun yang kita kenal. kalau perlu apa apa minta tolong di temani sama pak Satria, dosen kamu itu ya? ". Inka memberi wejangan untuk sang putri.
Satria yang mendengar namanya disebut. mendekati Jasmine dan meminta ijin untuk berbicara pada mamanya Jasmine. akhirnya Jasmine menyerahkan Ponsel ke Satria.
"Assallmualaikum ma.. ". sapa Satria.
"Waalaikumsalam..pak Satria". balas Inka tersenyum ramah pada Dosen putrinya.
"apa kabar ma? ". tanya Satria sebagai bentuk basa basi tetapi memiliki arti. alias bukan sekedar basa basi yang akhirnya basi.
"Alhamdulilah pak". sahut Inka
"pak titip anak saya ya? ".pinta Inka
"ya ma.. Insya Allah. mereka berdua sudah menjadi tanggung jawab saya ma". ucap Satria menenangkan mamanya Jasmine.
akhirnya Satria pun terpaksa pamit, karena panggilan Retha yang meminta dirinya dalam menghadapi sang mama. Satria tertawa kecil melihat tingkah Retha yang uring uringan karena kekhawatiran sang mama yang berlebihan.
"Assallmualaikum mama mertua". sapa satria dengan suara lantang dan berakhir pelan di kata "Mertua".
tentu saja hal ini membuat wajah Retha bersemu merah, meskipun ia tak yakin mamanya mendengar atau tidak candaan pak Satria. cukup lama pak Satria mengobrol dengan mamanya. lalu di akhiri dengan penititipan pesan untuk menjaga dirinya baik baik.
"tentu saja mama. kalau perlu di antar pulang sampai ke pelaminan lagi". canda Satria padahal hatinya berharap.
yang akhirnya mama Retha juga ikut tertawa mendengar candaan dosen anaknya yang tampan tersebut.
suara PIS (public Information service) menggema di seluruh ruang tunggu tersebut, yang memberitahukan jika pesawat yang mereka tumpangi akan siap landas.
maka masing masing mereka pun menghentikan kegiatan mereka sejenak. berjalan memasuki pesawat yang telah menjadi tujuan mereka bertiga. mereka duduk di kursi VVip yang telah di pesankan tiket oleh perusahaan atas ijin Andra sebagai bentuk apresiasi atas perwakilan persentasi ilmiah untuk perusahaan mereka.
dua jam lebih perjalanan mereka pun tiba di bandara SKH.
"welocome to Jkt my students". Satria menyambut muridnya sendiri dengan tersenyum.
__ADS_1
yang di balas senyum lebar dari keduanya.
"sayang ya Rendy ga bisa ikut. coba kalau ada dia mungkin bisa lebih seru ni". Jasmine menggerakkan bibir serta Jarinya.
"itu namanya tak rezeki sayang". sahut Retha sambil merangkul pundak Jasmine.
tak lama kemudian, mereka di jemput oleh mobil perusahaan. lalu mengantarkan mereka ke sebuah hotel yang menjadi tempat acara persentasi ilmiah mereka besok malam.
tiba di hotel Satria memberikan kunci kamar mereka masing masing. berhubung keduanya lebih nyaman sekamar maka Satria pun tidak bisa memaksa keinginan mahasiswinya tersebut.
Jasmine dan Retha akhirnya beristirahat di satu kamar, dalam satu ranjang yang berukuran king size tersebut.
...----------------...
Inka menutup ponselnya setelah baru saja mendapat kabar dari putrinya, jika mereka telah tiba di Jkt dengan selamat.
Inka membuka kembali laman sosial medianya. dan mengetik kembali sebuah nama yang sempat hilang bertahun tahun ketika ia ingin memberitahu jika dirinya mengandung cinta mereka.
Inka mematung lama melihat ponselnya yang berada di laman pesan. jemari Inka gemetaran tatkala ia mulai mengetikkan sesuatu di dalam pesan tersebut. antara ia dan tidak dengan apa yang di lakukannya. tetapi ketika ia mengingat Jasmine. ia harus membuang seluruh egonya. menghilangkan seluruh kenangan yang membuatnya marah dan benci pada pria yang pernah ia cintai. hanya hitungan menit ia mengetikkan sesuatu yang penting disana. dan di akhiri kata maaf. ia kembali log out dari akunnya.
Inka menarik dalam nafasnya agar bisa meraup banyak oksigen untuk di alirkan ke paru parunya yang mulai terasa sesak belakangan ini. Inka kembali ke kamarnya, untuk mengistirahatkan tubuhnya yang mulai sering kelelahan.
besok paginya..
Inka di jemput Alma untuk kembali dinas.
Inka tersenyum sambil menggeleng lemah. lalu bangun dari duduknya untuk mengunci pintu rumah.
"uni bana ini tak apo apo? ". istirahat sajo kalau sakit". saran Alma.
Inka menghela nafasnya dan berkata", ga apa apa uni. saya masih sanggup untuk kerja hari ini kok".
lalu Inka membuka pintu mobil dan menutupnya. Alma yang melihat Inka masuk mobil pun mengikutinya dan menstarter mobilnya menuju ke salah satu rumah sakit pemerintah tempat mereka bertugas sebagai perawat.
...----------------...
"aww....puff pufff". Cindy menghebuskan tangannya sendiri tatkala seseorang menabraknya dengan coffee cup di tangannya.
"maaf.. saya ga sengaja". ucap Andra tulus.
lalu ia menarik lengan Cindy dan membawanya ke salah satu kursi dari coffeshop tersebut.
"bro punya gel untuk luka bakar ga? ". tanya Andra ke salah satu pekerja coffe.
__ADS_1
"ada ni bang". kata salah satu pekerja kafe dan memberinya ke Andra.
Andra dengan telaten mengolesi lengan Cindy yang memerah karena tumpahan kopi miliknya. sementara Cindy hanya memandang lekat wajah tampan yang selalu ia bayangkan sejak dari pertama bertemu hingga saat ini.
setelah pertemuan pertamanya. Cindy sempat mencari informasi tentang kegiatan Andra setelah bekerja pada sekretarisnya melalui basa basi.
sore ini bersamaan dia pulang kuliah ia pun dengan sengaja singgah di coffe shop yang memang jarang ia datangi. selain letaknya yang sedikit jauh dari kampusnya, di tambah juga di ribetkan dengan penyebrangan.
karena bagi seorang Cindy pribadi, ia memang tipe yang benci pada sesuatu yang ribet, dan memakan waktu.
jika bukan karena skripsi nya pun. Cindy juga ogah berpanas panasan di perkebunan bunga milik para petani yang di kontrak oleh perusahaan yang produknya Cindy teliti.
tetapi untuk hari ini, hal yang meribetkan dirinya pun ia lakukan demi seseorang yang membuat ia hilang kendali jika dirinya sudah bertunangan.
...----------------...
bruk.
Alma melihat Inka pingsan di depan rumahnya setelah keluar dari mobilnya.
Alma berteriak meminta tolong. tak lama datanglah Danang, suaminya yang baru pulang bekerja. diikuti tetangga yang lainnya.
Alma meminta mereka memasukkan ke mobilnya untuk di bawa kembali ke rumah sakit. karena Alma melihat darah mengalir dari hidung Inka.
"biar ambo saja yang menyetir. awak pangkukan Inka di belakang. "ucap Danang sambil menstarter mobil istrinya.
setiba di rumah sakit khusus. Inka di periksa di ruang darurat. dan mulai di pasangi alat alat medis di tubuhnya. lalu di bawa langsung ke ruang ICCU.
Alma yang sedari panik dan terus saja menangis. di tenangkan oleh suami. tak lama kemudian dokter keluar dengan wajah murung.
lalu meminta keluarga untuk berdoa, semoga keajaiban terjadi dan pasien bisa segera sadar.
Alma tau jika keadaan Inka pasti sulit bertahan. ia mencoba menghubungi Jasmine.
Alma tau jika malam ini adalah malam dimana Jasmine melakukan persentasi di depan juri internasional. ia mengetik pesan dengan kata kata yang ia rangkai sebaik mungkin. agar Jasmine bisa tetap tenang, untuk presentasinya dan pulang kembali menemui sang mama yang terbaring koma di ruang ICCU.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
jangan lupa tekan
like
vote
__ADS_1
dan komen..
terimakasih 😍😉