Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
Kecewa


__ADS_3

waktu mendekati subuh. ponsel Justin berdering pelan tetapi bergetar kencang. ponselnya terus saja berdering sehingga mengganggu tidur sepasang suami istri yang baru saja berdamai setelah berseteru dalam waktu yang lama.


Justin yang masih nyaman dalam satu selimut dengan Dea. mengerjapkan matanya perlahan dan meraih ponselnya yang berserak di lantai dalam kantong celananya. ia merogohnya dan mengangkat ponsel tersebut tanpa tau siapa yang menelponnya.


"hmmmm. siapa? "jawab Justin malas.


"apa!! ". Justin membelalakkan matanya dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. ia memakai pakaiannya dengan terburu buru.


ponsel Justin terus berdering dengan durasi yang lama. yang akhirnya membuat Dea terjaga dari tidurnya. matanya masih terpejam tetapi ia bisa mendengar kepanikan Justin dalam percakapan nya.


Dea mendengar kata "sayang" yang terucap dari bibir Justin. Dea mengatupkan giginya dan meremas bantal yang berada di atas telapak tangannya. Dea tau jika pengucapan kata "sayang" hanya untuk madunya.


Dea mendengar pintu kamar menutup. hening. itu yang Dea rasakan sekarang. Justin pergi tanpa mengatakan apa pun padanya. Dea bangun dari tidurnya dan membalut tubuhnya dengan selimut putih. ia melangkah mendekati jendela dan menyibak gorden yang berwarna senada dengan seprai dari ranjang yang di tiduri mereka semalam.


dari kejauhan Dea melihat sebuah helikopter yang baru saja mengudara dari rooftop gedung ini. samar Dea melihat seorang pria berkacamata hitam yang berpakaian sama dengan Justin semalam, duduk dibelakang pilot.


hati Dea serasa di remas melihat kepergian Justin tanpa mengucapkan sepatah katapun padanya. Dea melangkah menuju kamar mandi dan ingin segera pergi dari sini. tetapi matanya menangkap sebuah kartu platinum card yang sempat Dea miliki dulu dari Justin, terletak rapi di atas nakas. dengan secarik kertas yang bertuliskan kode pin dari kartu tersebut.


Dea mengerti sekarang. Justin membayar dirinya untuk sebuah kenikmatan yang di dapat dari dirinya semalam. Dea meremas kartu tersebut. dan menjatuhkan dirinya ke lantai, bersandar pada ujung ranjang yang Dea dan Justin tiduri semalam. ia menekuk lututnya dan membenamkan wajahnya di sana. air matanya pun tumpah. miris. itulah yang di rasakan Dea sekarang.


jika semalam ia menitikkan airmata karena bahagia. maka pagi ini pun ia menjatuhkan airmatanya karena kecewa.


...****************...


"hmmmmm.. enak nyo". puji Alma yang mencoba masakan Jasmine.


pagi ini Jasmine sengaja memasak untuk tamu spesialnya, yang baru tiba dini hari.


Alma dan Inka menyempatkan diri datang ke Mdn, sebelum kembali ke Pdg nanti sore. mereka tiba di Mdn dini hari, dan memang khusus menemui Jasmine. sebenarnya mereka datang karena untuk menghadiri sebuah seminar yang berhubungan dengan sertifikasi di daerah perbatasan Sumut.


setelah acara seminar yang diselenggarakan selama satu harian itu berakhir. dan masih ada jatah libur satu hari di akhir minggu. mereka berduapun berinisiatif menemui Jasmine dulu sebelum kembali ke rumah dan melakukan aktifitas mereka seperti biasanya.


"ada yang kurang ga tante?" tanya Jasmine yang penasaran akan rasa dari bumbu rendangnya.


"mantap jiwo". sahut Alma dengan mengangkat dua jempol


"ma, sopnya gimana? ". tanya Jasmine ke mamanya yang ia masakkan sop khusus dengan taburan Jamur kuping yang ia petik dari penjelajahan hutan sumatra bersama tim penelitian pak Satria tempo hari.


Inka tak menjawab tetapi hanya mengangkat jempolnya yang sebelah kiri. sementara ia terus menyesapi kuah kaldu dari sop tersebut. dan mengunyah jamur segar hasil kerja putrinya. setelah selesai dalam kunyahannya yang membuat ia berselera makan. Inka memuji kembali masakan putrinya dengan kata kata


"anak mama buat kuah kaldunya pinter banget. perfect.". ujar Inka jujur.


"mmm. iyo. sudah bisa ni kito buka restoran". timpal Alma

__ADS_1


Jasmine tersenyum lebar.


" entar kalo aku udah selesai kuliah, terus mama pensiun. kita buka restoran tante. nama Restonya Sumatra. ". hayal Jasmine


"kenapa Sumatra? "tanya Inka penasaran.


"karna anakmu ini mau mengenalkan masakan yang ado di seluruh pulau Sumatra. ya tak Jasmine? ". Jelas Alma


Jasmine menganguk anggukan kepalanya. membenarkan ucapan tante Alma, tetangganya yang berasa saudara.


"Aamiin sayang". doa Inka tersenyum, tetapi instingnya berkata lain.


semenjak dirinya di vonis kanker, Inka hanya mampu berdoa dan berharap. agar anaknya bisa kuat dan tegar menghadapi cobaan dunia. jika suatu saat dirinya lebih cepat di panggil Allah.


Ia memandang lekat wajah putrinya dan menyimpan di hatinya. entah mengapa instingnya berkata jika ini adalah kebersamaan mereka yang terakhir. hanya saja Inka tak mau berbagi apa yang ia rasakan dalam hatinya. ia takut putrinya bertambah sedih dan kecewa karena mengira dirinya menyerah dalam berjuang untuk mempertahankan hidup..


...****************...


"Justin kamu itu kenapa susah banget sih di hubungi. untung mama sama bunda Astrid cepat datang kalau terlambat sedikit aja. kamu bakalan nyesel. mama kecewa sama kamu". omel Mona


"iya ma. maaf.". ucap Justin seraya mondar mandir di depan ruang bersalin.


Justin tak menyangka jika hari ini akan di hadapkan pada situasi darurat seperti ini. dalam hatinya ia menyesali perbuatannya yang tak segera pulang. jika semalam ia tak terpesona dengan kecantikan Dea. mungkin ia lebih cepat menemani Namira ke rumah sakit.


"suami pasien mana? ". tanya seorang perawat yang keluar dari ruang persalinan tersebut.


"mari masuk pak. sudah di tunggu istrinya". perawat tersebut mempersilahkan Justin masuk. dan menyuruh Justin memakai pakaian steril.


"silahkan mendampingi istrinya pak". perawat tersebut menginstruksikan Justin untuk berada di sisi Namira.


Ia melihat Namira terlihat lemah dan kesakitan dengan nafas yang tersengal.


"kak". Namira memanggil suaminya


"sayang. maaf sayang. aku telat mendampingi kamu kemari".ucap Justin dengan penuh penyesalan, seraya menangkup wajah Namira dan mencium wajah nya berkali kali.


"kak". Namira memanggilnya dengan nafas yang tersengal.


"iya sayang. papa disini ". Sahut Justin


Namira tertawa kecil mendengar tutur suaminya. ia lupa jika semalam mereka harus mengubah nama panggilan mereka masing masing.


"aaaaaaakkhhhhh... " teriak Namira tiba tiba seraya mencengkram lengan Justin kuat. karena kontraksi yang timbul.

__ADS_1


"ayo bun... tarik nafasnya... buang perlahan..sebentar lagi babynya datang ni bun.." ucap seorang dokter perempuan memberinya semangat.


"paaaaaaaaa.... ". teriak Namira kembali ketika mengejan


Justin yang melihat kondisi Namira saat ini menjadi tidak tega. jika saja Namira mau melakukan SC mungkin ia bisa melahirkan dengan tenang tanpa harus menanggung rasa sakit di awal melahirkan. tetapi ia pun tidak bisa memaksa sang istri atas pilihannya.


Justin terus menguatkan Namira. bahkan ia rela menahan sakit di lengannya akibat cengkeraman tangan Namira yang memiliki kuku lentik.


satu jam lebih bergelut dan berjuang untuk bisa memperoleh sebuah karunia dari tuhan, akhirnya terbayar sudah. suara tangis baby perempuan yang cantik memenuhi ruangan persalinan tersebut. semua merasa haru dan bahagia melihat sang bayi yang memiliki berat tiga kilo tersebut. pipinya yang montok dengan rupa kemerahan menambah kesan gemas bagi siapa saja yang melihatnya.


seorang bidan mendekatkan bayi perempuan yang telah di bersihkan dan diselimuti kain khusus bayi ke Namira untuk melakukan IMD.


Namira dan Justin tertawa bahagia melihat hasil cinta mereka. mereka menitikkan air mata dan saling mencium babynya. tak ada lagi rasa kekhawatiran di wajah mereka. semua berganti dengan kebahagiaan.


...****************...


Dea meremas kuat remote tvnya. ia baru saja kembali dari kantor Justin seorang diri. setelah rasa kecewa yang di akibat oleh Justin tadi pagi. sekarang Dea kembali dengan rasa kecewa yang bertambah dalam.


bagaimana tidak. jika perlakuan Justin semalam membuat Dea terbang melayang. lalu pagi tadi hingga sore ini, ia telah di hempaskan Justin ke dasar Jurang. Justin meninggalkan nya tanpa berkata sepatah kata pun. hanya sebuah kartu card platinum yang sekarang dalam genggamannya. Dea merasa Justin menganggapnya wanita bayaran untuk kenikmatannya semalam.


Dea menertawakan dirinya yang bodoh. yang mudah larut dalam perasaannya. jika saja ia langsung meninggalkan ruang kerja Justin dan melanjutkan misinya semalam. mungkin saat ini yang ia lihat adalah berita kehancuran dari Kehl Bio Company. bukan berita kebahagiaan Justin dan istri mudanya.


"akhhhhhh.. br*ngs*k". Dea mengacak rambutnya frustasi.


"fine. cukup. gue ga akan kalah lagi kali ini". gumam Dea pada dirinya sendiri.


lalu ia mengambil kunci mobil Justin yang ia dapat di kantor pribadi Justin. di karenakan Dea telah kehilangan barang barangnya. akibat terjebak dalam situasi acara grand opening semalam.


Dea melajukan mobil Justin dalam kecepatan tinghi. lalu ia berhenti di salah satu ATM dan menarik tunai dalam jumlah yang besar. sehingga peringatan pertama masuk ke ponsel Justin


Justin membuka pesan masuk ke ponselnya. ia mengernyitkan dahinya sejenak, lalu membiarkan pesan tersebut. baginya saat ini adalah menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya. ia tak mempermasalahkan tentang Dea yang seketika itu juga mulai menghamburkan uangnya kembali. asal bisa membuat wanita itu senang dan tenang. terlebih tidak mengusik keluarganya.


malamnya..


Dea tidak kembali ke apartemen Justin. ia akan menghabiskan waktunya sementara disini. di apartemen rahasianya. Dea memasuki ruangan rahasianya dan meletakkan sejumlah alat dan zat kimia tambahan untuk racikan barunya. Dea tersenyum menyeringai.


Dea meninggalkan ruangan tersebut dan memanjakan dirinya dalam bathup hangat yang telah di taburi minyak aroma theraphy kesukaan Dea.


di otaknya kini telah bersarang rencana licik untuk menghancurkan Justin dan keluarganya. Dea kembali tertawa kecil mengingat rencananya yang akan ia lakukan sesegera mungkin. untuk membalas rasa kecewa dan sakit hatinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


jangan lupa like, vote dan komen

__ADS_1


thanks buat readers yang udah mau baca...


love u full ❤❤❤


__ADS_2