
Namira menyiapkan hidangan makan malam untuk satu keluarga. selama tiga hari di rumah keluarga Justin, ia belajar memasak makanan kesukaan Justin dan keluarga.
Namira menyambut kepulangan Justin dari kantornya dengan sumringah.
"gimana ngantornya. capek kak? ". tanya Namira
"seperti biasa. tetapi jadi happy karena ada istri seperti kamu yang menyambut suami pulang". gombal Justin
Namira yang tau kalau suaminya sedang mengombal. hanya menepuk pelan lengan bahunya. dan tersenyum.
setelah semuanya berkumpul. Namira mempersilahkan semuanya untuk menikmati hidangan yang ia sajikan malam ini. baru juga mereka memulai makan tiba tiba mereka di kejutkan oleh bel rumah yang berbunyi
"siapa sih malam malam bertamu". ujar mona
bi muna yang mendengar suara bel segera membukakan pintu. bi Muna yang melihat siapa yang datang menjadi ragu untuk memberitahu nyonya rumah.
Dea yang berdiri di depan pintu dan melihat si bibi yang membuka pintunya langsung bertanya
"mereka dimana bi? ". tanya Dea datar
"la..lagi makan non". ucap bibi gugup. karena sebenarnya ia takut kedatangan Dea akan merusak suasana keluarga ini.
"ohhh. kebetulan saya juga belum makan bi". ucap Dea seraya tersenyum sinis
tanpa di suruh masuk oleh si bibi. Dea memasuki rumah tersebut tanpa permisi. dan langsung menuju ke ruang makan dimana ia melihat seluruh anggota keluarga Justin berkumpul dalam satu meja. bahkan ia melihat seorang gadis muda duduk di sebelah suaminya. ia meyakini jika itu adalah istri muda dari suaminya.
Dea menatap Namira tajam dengan ujung matanya. dan tanpa ada yang menyuruhnya duduk. ia mengambil tempat di antara mona dan Justin.
sementara Namira yang melihat pemandangan di depannya menjadi arti yang lain baginya. meskipun ia duduk di samping Justin tetapi Wanita yang ada di hadapannya kini mengambil posisi duduk yang paling tepat. yang dimananya wanita tersebut di apit oleh suami dan ibu mertuanya.
Justin yang melihat tatapan lain Namira menggenggam erat tangan kiri Namira dan tersenyum untuk menenangkan istrinya.
sedangkan Mona merasa terganggu dengan kehadiran Dea. sementara Dea melihat Genggaman erat kedua pasangan pengantin itu seketika darahnya berdesir panas. tetapi sikapnya dibuatnya setenang mungkin.
"kamu ga kenalin aku sama istri muda kamu mas? ". tanya Dea ke Justin
Justin yang mendengar pertanyaan Dea menatap tajam Dea dengan ujung matanya. Dea yang di tatap seperti itu semakin tidak perduli dan langsung mengulurkan tangannya ke Namira dengan senyum di buat paksa semanis mungkin. padahal di hatinya ingin sekali dia menjambak rambut anak ingusan di depannya.
"hai.. aku Midea kamu pasti istri mas Justin kan? ". tanya Dea ke Namira
"iiya mbak. aku Namira.". jawab Namira seraya membalas uluran tangan Dea
__ADS_1
"selamat datang di keluarga Justin kehl Ardiansyah maduku". ucap Dea sarkas dan penuh penekanan pada kata Madu
Namira yang mendengar nada penekanan di kata kata madu melepaskan tangannya dari Dea.
Arfan yang merasakan suasana tadinya ceria dan hangat sebelum kedatangan Dea kini berubah menjadi dingin. akhirnya ia berdehem
untuk mencegah situasi lebih memanas lagi antara Dea dengan Namira, istri pertama dan kedua dari anaknya.
"ayok kita mulai makan saja.Namira mana lauk yang kamu buat khusus untuk papa". Arfan memulai pembicaraan
"ini pa. aku tuang ya pa". sahut Namira dan menuangkan satu atau dua sendok makanan kesukaan mertuanya.
"terimakasih Namira". ucap Arfan
"sama sama pa".balas Namira dengan senyum
"mama mau. aku juga udah masakin makanan kesukaan mama ni". ucap Namira yang juga menuangkan makanan tersebut ke piring sang ibu mertua.
"terimakasih sayang. lain kali punya suami dulu yang .........ka....mu... ".
mona terpaksa menghentikan ucapannya. lantaran ia melihat Dea mencentongkan sebuah nasi ke piring Justin. sedangkan Justin menghentikan aksi Dea ketika Dea akan menuangkan satu sendok sayur ke piring Justin.
Dea yang melihat sikap Justin terpaksa menghentikan aksinya. matanya mengekori pergerakan piring Justin ke arah madunya.
mereka semua melanjutkan acara makan tanpa mengajak Dea untuk ikut makan bersama mereka. Dea hanya terdiam tanpa ada yang menganggapnya di situ.
"silahkan mbak". Namira mempersilahkan Dea untuk makan.
sementara Dea tanpa membalas perkataan Namira mengambil lauk yang di tawarkan Namira ke ibu mertuanya.
"gimana ma rasanya? tanya Namira.
"mmm.. enak sayang..". ujar mona
"kurang garam. bahkan bumbunya juga kurang". bantah Dea.
lalu Dea menjelaskan panjang lebar kekurangan dan kelebihan dari masakan Namira. dan memberi nilai.
"nilainya tujuh". tutup Dea
sementara Mona terdiam tanpa membantah ucapan Dea yang sebenarnya memang benar, jika masakan Namira persis seperti apa yang Dea katakan.
__ADS_1
Namira melihat ibu mertuanya. ia tau dari mata ibu mertuanya bahwa makanannya masih banyak kekurangan. lalu ia beralih ke papa Justin
"gimana pa..ada yang kurang ga? ". tanya Namira hati hati ke papa Justin
"mmm boleh lah.. ini sudah enak kok". jawab papa Justin
"kalau mas..gimana? ". tanya Namira pelan
"ini enak sayang. mirip koki restoran kok". ucap justin tersenyum
Dea yang mendengar perkataan Justin langsung berdecih. ia mencicipi langsung makanan Justin dari piring Justin
"ini masih hitungan hambar mas. bahkan untuk sebuah sate ayam yang di masak menggunakan saus kecap bumbunya juga masih kurang. seharusnya di bakar lebih lama dengan bara sedang dengan sistem bolak balik agar tidak gosong. tekstur dagingnya masih termasuk kategori sedikit keras."jelas Dea.
"nilainya enam setengah". Dea menutup penjelasannya
Justin mendengar penjelasan Dea mengepalkan tangannya geram. ia tak menampik penjelasan Dea tentang masakan Namira tetapi baginya Dea tak perlu ikut campur dalam memberi penilaian rasa akan masakan istrinya. ia melihat Namira tertunduk sedih dan cenderung malu.
akhirnya Dea bangun dari duduknya dan meminta pamit pada semuanya. ia melangkah keluar dari ruang makan tersebut tetapi satu lengannya di tarik Justin ke belakang sehingga mereka saling berhadapan. Dea sedikt mendongakkan kepalanya memandang wajah Justin yang kemerahan menahan amarah. jarak wajah mereka hanya sejengkal.
"apa maksud kamu hah? ".tanya Justin dengan nada mengintimidasi.
"kenapa? ". ga terima istrinya di kritik". tantang Dea
"kamu ga perlu membahas yang ga penting di hadapan dia. apa lagi kamu datang tanpa di undang". ucap Justin seraya menekan lengan bahu Dea
Dea meringis saat lengan bahunya di tekan seperti itu oleh suaminya. tetapi ia menahan dan membiarkan sejenak.
"hah... kamu lupa... kalau aku masih menjadi bagian dari anggota keluarga ini". ucap Dea seraya tersenyum sinis
"ingat Justin. aku masih ISTRI SAH kamu!!! ". Dea berkata dengan penuh penekanan di kata istri sah
Dea melepas paksa cekalan tangan Justin dari bahunya dan berlalu pergi dari sana.
sementara Namira sudah tak berselera lagi untuk melanjutkan makan. ia langsung permisi masuk kamar. ia tak menyangka jika acara makan keluarganya jadi berantakan hanya karena rasa.
sementara Mona dan Arfan hanya mendengus kesal untuk acara malam ini. dan mereka berdua memilih masuk kamar.
Justin yang melihat ruang makan telah kosong tanpa ada satupun anggota keluarganya. hanya meraup kasar wajahnya. ia membiarkan sang istri menenangkan diri di kamarnya. sementara ia masuk ke ruang kerjanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
jangan lupa like, vote n komennya ya....