Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
Bonchap ( Flashback of Midea)


__ADS_3

# selamat membaca Bonchap


flasback of Midea


beberapa bulan pasca kecelakaan..


"mama".


Midea tersentak bangun. ia baru saja bermimpi tentang seorang wanita yang datang menghampiri nya dengan baju serba putih. wanita itu terlihat murung menatapi dirinya.


sementara ia teringat dirinya tergeletak lemah di pinggir jalan dengan tubuh yang terluka bahkan bersimbah darah.


Midea duduk di pinggir ranjang. lalu ia keluar kamar menuju dapur untuk membasahi tenggorokan nya yang kering.


"ada apa sayang?". tanya Sonya.


"mimpi itu lagi?". tanya Sonya kembali seraya mendekati Midea dan mengelus lembut rambut keritingnya.


Midea memgangguk pelan kepalanya. Sonya tersenyum. lalu memberikan segelas air putih kepada Midea.


"tidurlah kembali sayang? ". titah Sonya.


"jangan di pikirkan tentang mimpi tadi. itu hanya mimpi". lanjut Sonya.


Midea hanya diam seraya menggenggam gelasnya. lalu meminum air putih yang sebenarnya telah di tetesi obat pelumpuh ingatan oleh Sonya.


"kamu pikir aku akan membiarkan kamu mengingat kembali siapa diri kamu yang sebenarnya Midea". ucap Sonya di hatinya

__ADS_1


"tidak akan pernah Midea. kau asetku yang paling berharga saat ini. tidak akan ku biarkan siapapun mengambil mu. bahkan ingatanmu sekalipun". lanjut Sonya di hatinya.


Sonya menyeringai puas tatkala melihat Midea menghabiskan air yang sengaja ia tuangkan khusus untuknya.


"terimakasih tante". ucap Midea tulus.


"iya sayang. ini hanya air putih saja sayang. kamu tidak perlu sungkan". sahut Sonya berpura pura tulus.


"sekarang beristirahatlah. jangan pikirkan apapun. biar besok kamu tampil fresh. besok pagi kan ada pemotretan". ucap Sonya.


lalu Sonya membawa Midea ke kamarnya dan membantu Midea merebahkan tubuhnya di ranjang. Sonya merapikan selimut Midea. lalu ia mengusap pelan kepala Midea.


"tidurlah. jangan memikirkan apapun. semoga kamu bermimpi indah. di jemput oleh raja atau pun pangeran tampan". bisik Sonya ke telinga Midea.


"tentu saja para Raja dan pangeran tampan yang berduit sayang". lanjut Sonya di hatinya.


"ya Sonya. ada apa malam malam begini kau hubungi aku. ada sesuatu yang mendesak kah? ". tanya seorang dokter yang menangani Sonya dan Midea.


"aku butuh dosis yang lebih kuat lagi. gadis itu masih mengalami mimpi buruk dan bermimpi yang sama di setiap malam nya". sahut Sonya melebih lebihkan.


"maaf Sonya. itu sudah dosis yang tepat aku berikan kepadanya". ucap sang Dokter yang menolak secara halus.


"tapi dia mengalami sakit kepala yang berat. dan aku takut dia akan menyakiti dirinya sendiri". dusta Sonya.


"berikan saja obat pereda nyeri". saran Dokter tersebut.


"tidak pernah mempan. terakhir aku terpaksa menyuntikkan penenang padanya".

__ADS_1


"apa!! ". pekik Dokter psikiater tersebut.


"Sonya. jangan pernah kau bertindak apapun pada pasien ku. kau mengerti!!". titah Dokter tersebut.


"hanya secuil ku berikan". Sonya membela dirinya.


"apapun itu Sonya. jangan pernah kau berikan obat obatanmu kepada gadis itu. bukan itu yang dia butuhkan. dia hanya butuh terapi.". sahut sang Dokter.


TE..RA..PI !!". ucap sang Dokter memberi penegasan pada Sonya.


"ya baiklah. aku tidak akan melakukan nya lagi". sahut Sonya.


"jika dia merasa sakit lagi. hubungi aku segera. aku akan membuat jadwal ulang untuk terapinya akhir minggu ini. tolong kau kosongkan jadwalnya untuk Akhir minggu ini". titah sang Dokter.


"baiklah". sahut Sonya.


lalu mereka menutup telponnya. sementara Sonya menggenggam erap ponselnya dengan geram.


"baiklah Dok. aku akan ikuti semua caramu dulu. lalu setelah nya baru caraku". gumam Sonya seraya menyeringai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon dukung Novel ini dengan memberikan


like, vote, komen, rate, fav, dan poin.


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2