Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
Pesona


__ADS_3

"Midea Hasxander" .nama yang sedari tadi membuatnya hanyut dalam sejuta pertanyaan.


"saya akan mencari tau pak sesegera mungkin" ujar Alan yang langsung mengerti jika Bossnya menanyakan perihal tentang istri paksanya itu.


"saya tunggu di ruangan saya". ujar Justin seraya bangkit dari duduknya, lalu pergi meninggalkan Aula menuju ruang kerja pribadi nya yang berada di lantai teratas dari lantai Aula kantor tersebut.


di ruang kerja pribadinya. ia sibuk berbalas pesan kepada istrinya, Namira.


Namira


"kak. masih lama ya acaranya? ".


Justin


"seharusnya udah selesai sih. tapi masih ada satu acara lagi yaitu doorprizenya party".


Justin melirik jam di ponselnya. waktu hampir memasuki larut malam


Justin


"kenapa belum tidur?".


Namira


"mau bobo sih tapi mau tau keadaan papa si baby dulu".


Justin tersenyum senang.


Justin


"ya udah bobo ya. bumil ga bagus tidur nya malam malam banget. papa usahain pulang secepatnya".


Namira


"papa? "


Justin


"iya. mulai sekarang harus di biasakan panggilannya ma??. kan si babynya ga lama lagi bakalan hadir. insya Allah"


Namira

__ADS_1


"iya papa. adek mau bobo dulu ya? ". papa cepat pulang ya? ".


Justin


"iya sayang".❤❤❤


Namira


"😊❤❤❤"


Justin menyudahi Chatnya ketika ponsel Namira dalam posisi offline.


ia memutuskan untuk segera pulang malam ini juga. ia bangun dari kursi kebesarannya menuju pintu.


ketika langkah kakinya mendekati pintu. ia melihat ada pergerakan dari luar. pintu terbuka dan seorang wanita tanpa permisi masuk ke ruang kerjanya serta menguncinya dari dalam. ia memperhatikan tingkah wanita tersebut yang sedang menempelkan sebelah kanan telinganya ke pintu yang ditutup, seperti menguping dari luar.


dengan sorot matanya yang tajam. Justin terus memperhatikan tingkah wanita yang di hadapannya kini. ia menelisik dari ujung rambut hingga ujung kaki wanita tersebut. hingga tatapannya terpaku di ujung jempol kaki wanita yang belum menyadari kehadirannya. Justin mengernyitkan dahinya, yang otomatis menambah satu kalimat pertanyaan lagi di kepalanya.


ketika wanita itu berbalik dan saling berhadapan. seketika raut wajah Justin berubah dengan sejuta perasaan yang bercampur aduk. antara kaget,( karena wanita itu adalah Dea). rasa marah, ( karena hal yang paling ingin ia hindari adalah istri paksanya tetapi malah bertemu kembali dalam satu ruang seperti ini.). rasa takjub, ( karna Dea yang di hadapannya sekarang adalah seseorang yang terlihat begitu cantik dan terlihat imut di mata Justin). dan bahkan kini pun rasa penasaran mendominasi di dirinya. ( karena luka yang ada pada ujung jempol kaki Dea).


berbeda dengan Dea yang sempat terkejut melihat Justin. netra hitamnya menelisik ke seluruh ruangan yang di masukinya barusan. ia baru menyadari jika ruangan ini adalah ruangan kerja milik suaminya.


mereka kini saling menatap. dengan pemikiran masing masing. Justin melangkah mendekati Dea. sementara Dea mengambil ancang ancang membuka kunci pintu dan berniat pergi dari sini, dan tetap melanjutkan misinya.


tetapi Dea salah menduga. Justin menarik lengannya dan mendudukkan nya di sofa. Justin mengambil kotak obat yang tersimpan dilemari p3k.


Justin berlutut di hadapan Dea, ia menarik dan meletakkan sebelah kaki yang terluka tersebut di atas pahanya. dan mulai mengobati nya.


Dea yang mendapatkan perlakuan baik dari Justin untuk pertama kalinya terhenyak kaget. jantungnya berdegup kencang.


"akh". Dea meringis sakit. dan spontan mengedipkan matanya. ia menggigit bibir bawahnya tatkala Justin menyiramnya dengan setetes alkohol berkadar rendah, lalu memotong ujung kuku yang sedikit terkoyak. ia membalutnya dengan kasa yang mengandung obat.


Justin begitu telaten mengobati Dea. ia bahkan tersenyum smirk tatkala Dea berteriak sakit di karenakan tetesan alkohol yang sengaja ia teteskan ke luka Dea. ia sempat melirik Dea menggigit bibir bawahnya yang kebanyakan orang berkomentar tentang bibir Dea yang termasuk kategori sexy.


entah mengapa sedari tadi bathin Justin bergejolak melihat wanita yang selama ini mengacaukan hidupnya. ia tidak memungkiri hatinya, jika Dea istri yang tak pernah di akuinya terlihat cantik dan sexy di matanya.


selesai mengobati. Justin membereskan dan menyusun kembali obat obatan tersebut ke dalam kotaknya. dan menyimpannya kembali.


Dea bangun dari duduknya dan berniat pergi. ia berjalan asal dan


"akkhh s**t". Dea mengumpat kesal.

__ADS_1


entah mengapa malam ini ia begitu sial. ia harus mengalami jebakan dan sandungan berkali kali seperti sekarang ini. lututnya terlihat memar di karenakan rak meja jati yang terdapat di sudut sofa.


ia terduduk kembali ke sofa dan mengusap usap lututnya. sementara Justin yang melihat tingkah Dea memutar bola matanya dan menarik ujung bibirnya. ia membuka kembali lemari p3k nya, mengambil gel khusus memar.


Justin mendekati Midea dan duduk di sampingnya. ia menyingkap telapak tangan Dea yang masih terus saja mengusap usap lututnya. Justin mengoles lembut lutut Dea yang mulai terlihat membiru.


Dea terdiam mematung atas perlakuan baik suaminya untuk yang kedua kalinya pada malam ini. nafasnya mulai tak beraturan tatkala Justin mengusap usap pelan lututnya dan meniupnya lembut. hawa dingin dari gel yang Dea rasakan membuat tubuhnya meremang.


Justin terus mengolesi gel memar tersebut dan mengusapnya lembut bahkan sesekali meniupnya. nafas Justin pun mulai tak beraturan saat ia merasakan lembutnya kulit dari sang istri yang ia abaikan selama ini.


Justin melirik Dea, dan menangkap mata Dea yang sedang memandanginya dalam diam tetapi menghanyutkan dirinya dalam pesona seorang Midea yang tersembunyi selama ini.


Justin menangkap sorot mata Dea yang terlihat indah tetapi mengandung mistis baginya. Justin menghentikan usapannya. ia menangkup pipi Dea yang begitu lembut, dengan sebelah tangannya. entah mengapa jauh di dalam bathin seorang Justin ia seperti mengalami Dejavu.


jantung mereka kini semakin berdegup kencang. mereka saling diam tetapi tangan Justin masih bertahan di pipi Dea. ia menarik tengkuk sang istri paksanyanya sehingga hidung mancung mereka saling bersentuhan.


Justin memiringkan sedikit kepalanya dan mengecup sekali lembut bibir Dea yang sexy. ia memandangi Dea yang masih terdiam mematung. tetapi ia merasakan detak Jantungnya berdetak keras. Justin tersenyum samar dan mengusap bibir lembut nan sexy tersebut.


entah bermimpi apa Dea semalam di perlakukan manis seperti ini, oleh suaminya sendiri. ia menggenggam erat jas kerja Justin. dan menariknya perlahan untuk mendekat dengan jarak yang tak bisa di jengkali lagi.


mereka kini saling berc**m*n mesra, m*m*g*t, m*ny*s*p lembut. hingga gejolak rasa yang di pendam keduanya mengalir deras begitu saja.


masih dengan permainan bibir mereka. Justin menarik tubuh Dea untuk duduk di pangkuannya, dan memeluknya. bahkan tangannya mulai bergerilya di balik dress yang Dea kenakan.


tanpa mau melepaskan ciuman mereka. Justin menggendong Dea seperti bayi koala. yang diikuti kedua tangan Dea memeluk lehernya. ia membawa Dea masuk ke kamar pribadinya.


ia merebahkan Dea ke ranjang berukuran size king, yang baru di belinya beberapa bulan yang lalu. niat awalnya adalah untuk bisa beristirahat secara pribadi maupun bersama Namira nantinya.


tetapi untuk malam ini Justin merelakan semuanya demi seorang Midea, istri yang tak pernah sekalipun ia perlakukan lembut selama ini. istri yang ternyata memiliki sejuta pesona yang tersembunyi.


entah bagaimana kelanjutannya hanya dua insan tersebut yang tau. yang jelas adegan panas nan mesra tersebut, berakhir dengan rasa puas dari keduanya. dan di tutupi ciuman lembut Justin di perut Midea yang datar tetapi memang terlihat sexy dimatanya dan dimata siapapun yang memandangnya.


Dea memalingkan wajahnya seraya tersenyum samar dan menitikkan air mata haru di sudut netranya. malam ini adalah puncak kebahagiaan yang ia rasakan selama hidupnya. perlakuan manis dari suaminya membuatnya hanyut dan terlelap dalam mimpinya.


begitupun Justin yang untuk pertama kali menikmati percintaannya dengan Dea tanpa sedikit pun obat perangsang yang hadir di tubuhnya. ia pun juga terlelap di samping Midea yang lebih dulu terbawa mimpi. ia mengecup kening Dea


"thanks Dea. for tonight. have a nice dream". gumam Justin di telinga Dea.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


don't foget to like, vote n komen...

__ADS_1


please...


the readers cakep deh... ❤❤❤


__ADS_2