
berita kaburnya Cindy dari rumah ga hanya bikin heboh satu rumah. bahkan satu keluarga besar dimana pun berada juga sedang sibuk mencari tau informasi keberadaan Cindy.
ga hanya itu. bahkan teman teman kampus yang satu kampus dengan Cindy pun juga ikut jadi sasaran interogasi dari asisten papanya Cindy.
Rendy, Arjun, Ravi yang jarang bersama Cindy pun juga jadi sasaran. tetap saja hasil yang di dapatkan nol besar. semua tidak mengetahui keberadaan Cindy.
"siapa lagi yang kamu tau teman kampusnya" tanya sang papa pada asisten nya.
"coba tanya ke Retha pa? ". timpal mama Cindy yang mengingat jika Merry pernah menyebut Retha dalam pertemanan mereka.
"ok. ma. papa langsung ke sana sekarang". sahut si papa.
akhirnya pencarian tersebut berlanjut ke rumah Retha.
saat ini Retha yang sedang sibuk membantu mamanya di dapur untuk belajar masak di ke kejutkan dengan kedatangan beberapa orang bodyguard yang di pimpin asistennya papa Cindy. dan papanya Cindy yang langsung menyapanya.
"selamat pagi Retha". sapa papa Cindy yang memiliki umur yang sebaya dengan papanya
"ya pagi pak. kenapa ya pak? ". tanya Retha seraya mengernyitkan dahinya.
"bapak mau tanya apakah Cindy ada di sini? ". Tany papanya Cindy.
"ga. saya ga ketemu Cindy lagi setelah pertemuan kampus minggu lalu. itu yang terakhir kali saya ketemu dia". sahut Retha dengan rasa penasaran.
"kenapa ya pak? ". tanya Retha kembali dengan rasa kepo yang luar biasa.
"Cindy pergi dari rumah tadi pagi alias kabur". sahut papanya Cindy yang mulai terlihat sendu.
"hah. kabur. ke ke kenapa? ". tanya Retha syok dan dirinya pun mulai merasa cemas.
bagaimana tidak, ia teringat tentang kata katanya yang telah ia lontarkan selama ini yang begitu menohok Cindy. bahkan percakapan mereka berdua yang terakhir semalam pun, tetap saja ada kata kata yang menohok darinya untuk cindy.
__ADS_1
yang pada akhirnya, Retha sendiri tidak akan menyangka Jika Cindy bisa terprovokasi oleh kata katanya. dan pagi ini berita tentang kaburnya Cindy yang ia dapatkan langsung dari papanya Cindy, sukses membuat darahnya berdesir syok.
si papa menundukkan kepalanya dan menggeleng pelan. lalu ia menatap Retha dengan sorot mata penuh harap.
"tolong jika nanti Cindy menghubungi kalian, kasih tau kami. saya hanya ingin anak saya pulang". pinta papanya Cindy.
"ba ba baik pak". sahut Retha terbata.
saat ini ia di landa rasa cemas dan takut. sementara papanya Cindy beranjak dari pergi dari rumaj Retha dengan hati yang kalut.
"Cindy. akhirnya kamu beneran nekat untuk kabur". gumamnya dengan jantung yang berdebar takut.
Retha mengambil ponselnya untuk menghubungi teman temanya yang lain. untuk mencari tau keberadaan Cindy. bagaimana pun ini juga menjadi tanggung jawabnya. ia merasa bersalah pada keluarga Cindy karena dirinya lah Cindy nekat kabur dari rumah.
Retha mencoba menghubungi Merry untuk pertama kali. tetapi selalu saja nomor nya dalam keadaan sibuk.
"aduh ini anak kemana sih? ". tanya Retha seraya menghentak hentak kecil telapak kakinya.
"pufft. mereka semua lagi ngapain sih??". keluh Retha.
...----------------...
Rendy, Arjun, Didit dan Ravi sedang sibuk saling berkomunikasi grup telpon. masing masing dari mereka menanyakan pertanyaan yang sama tentang menghilangnya Cindy.
"kok tahun ini teman kita yang cewek cewek pada menghilang ya. kemarin Jasmine ini si Cindy". Ravi mengeluarkan statementnya.
"iya nih. jangan jangan tahun ini tahun orang menghilang". timpal Didit.
"huss. jangan ngawur kalau ngomong. Cindy ga menghilang tapi tu anak memang kabur dari rumah. karena baju, ransel, sepatu, ponsel dan juga dompet beserta atm dan kartu kredit dari bapaknya juga ikutan kabur". sahut Rendy.
"kita bantu cari tu si Cindy. cari tau dulu penyebab kenapa bisa kabur. karena yang aku dengar dari asisten bapaknya. si Cindy udah di larang keluar. tetapi tetap keluar diam diam terus pulangnya malam malam" . sahut Arjun
__ADS_1
"oooo. sengaja kabur". sahut tiga sekawan bersamaan.
...----------------...
sementara Cindy sedang asyik asyiknya menikmati sarapan di salah Restoran yang berada di salah satu kota Jkt. setelah ini ia akan membuat rencana mencari tempat tinggal yang layak huni. untuk menghemat uang cash nya. karena umtuk menggunakan kartu atm atau semacam lain nya tidak memungkinkan di saat seperti ini. pasti papanya dengan cepat mengetahui dimana dirinya berada.
setelah di rasa kenyang ia pun menuju rumah kost yang telah di tandainya dalam pencarian nya tadi. ia menggunakan taxi menuju ke sebuah rumah yang terlihat seperti flat kecil tetapi tampak mewah jika dilihat dari luar.
Cindy menghubungi pemilik kost tersebut jika ia telah berada di depan gerbang dari kost kost an tersebut. tak lama kemudian pemilik kost datang dan mengajak Cindy masuk untuk melihat lihat kondisi kamar dari rumah kost tersebut.
setelah puas melihat isi dalam dari kost tersebut Cindy pun berminat untuk menyewanya. ia tertarik karena dari setiap kamar tersebut memiliki dapur kecil selain kamar mandi yang terdapat di dalamnya. dan juga masing masing kamar memiliki balkon yang memang di peruntukkan khusus menjemur pakaian dari setiap penghuni kamar.
"gimana mba. ada yang berminat. sama kan dengan yang di video promosi". ujar sang pemilik kost.
Cindy mengangguk kan kepanya pelan.
"saya ambil kamar yang ini aja bu". Ujar Cindy yang masih memperhatikan setiap sudut kamar.
"baik mba. silahkan kita selesaikan administrasi dahulu ya mba". sahut sang ibu pemilik kost.
setelah Cindy melakukan pembayaran untuk tiga bulan kedepan. ia diberikan keycard dan di beri pengarahan untuk mengganti kode password.
"oiya mba. setiap sebulan sekali ada acara pertemuan semacam silaturahmi sesama penghuni kost yang disini. kita ngumpul ngumpul di aula yang kita lewati tadi. dan juga setiap jumat an ada pengajian rutin di rumah ibu. sebagian anak kost disini mengikutinya.kalau mba mau gabung datang aja kerumah ibu ya? ". saran si ibu pemghuni kost.
Cindy mengangguk kan kepalanya pelan. setelah ibu tersebut pergi. tinggalah Cindy yang mulai membenahi beberapa baju dari ranselnya. ia menyusun nya ke dalam sebuah lemari kayu sederhana yang tersedia di kamar kost tersebut.
"aku harus mencari pekerjaan. karena ga mungkin mengandalkan uang yang ada". bathinnya.
akhirnya Cindy mencari lowongan kerja melalui ponselnya. ia menandai setiap loker yang sesuai dengan standar ijazahnya yang sarjana. setelah menandai semua ia pun membuat lamaran digital dan mengrimnya melaui email miliknya. setelah di rasa terkirim semua email email tersebut. Cindy merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang berukuran standar di kamar kost tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
hai readers... tetap di like, vote, komen, dan rate nya ya, di tekan ❤ juga