
#selamat menikmati Bonchap nya ya...
Flashback beberapa tahun lalu.
"Jasmine". Naminka memanggil putrinya.
" semua udah di beresin belum? ". tanya Naminka.
"udah ma". sahut Jasmine dengan anggukan.
lalu Jasmine menghampiri mamanya yang sedang menyusun beberapa kotak kardus untuk di angkut ke truk.
"ma". panggil Jasmine dengan mencolek bahu sang mama.
"ada apa? ". tanya si mama seraya menoleh ke putri nya itu.
"di tempat yang baru. orangnya baik baik ga?". tanya Jasmine seraya menggigit bibir dan mengepal jari kanannya ke dalam ibu jarinya.
Naminka tersenyum dan mengangguk.
"baik baik sayang. kamu ga usah khawatir. jangan pernah takut dan minder ya. kan kamu anak mama yang pemberani". sahut Inka menenangkan sang putri.
"mama udah liat lokasi rumahnya. menurut teman mama selama beliau tinggal di situ Tetangga nya baik baik kok dan ga usil". Inka menjelaskan kembali seraya memainkan jemarinya.
"jadi kamu tenang aja ya. kan nantinya kamu juga jarang di rumah yang baru. karena bentar lagi kamu udah harus tinggal di Mdn". lanjutnya.
Jasmine tersenyum.
"mama ga apa ni kalau nanti tinggal sendirian di sana?. kenapa ga minta mutasi ke sumut aja sih ma". sahut Jasmine.
Naminka menggeleng gelengkan kepalanya
__ADS_1
"bukan mama yang atur sayang. ini masih mending dapatnya masih daerah sumatra. coba kalau daerah luar sumatera. makin jauh kamu dari mama". sahut Inka.
"iya deh ma. tapi kalau tau gini lebih jauh dari mama. mending mama dinasnya di Aceh terus". ucap Jasmine seraya memonyongkan bibirnya.
Naminka tersenyum seraya menggeleng kepalanya kembali.
"ga bisa gitu juga sayang. di dunia ini semua butuh perjuangan. semua butuh pengorbanan jika mau hidupnya berhasil". Inka menasehati putrinya.
"jangan ngeluh Jasmine. dan jangan manja meskipun kita memiliki keterbatasan atau pun kelebihan. tetap kita harus jadi manusia yang mandiri". Inka menasehati putri satu satunya.
"jadilah manusia yang punya cita cita. dan kejarlah cita cita tersebut. jika gagal coba lagi. jika gagal lagi ya di coba lagi". ujar Inka.
"sampai akhirnya pondasi cita cita kamu berdiri. meskipun setelahnya kamu berhenti atau mati. tetapi setidaknya pondasi itu akan di lihat oleh orang lain dan salah satu dari mereka akan berniat melanjutkan kembali pondasi itu". lanjutnya.
Jasmine tersenyum.
"ingat ya sayang. Jangan nyerah, jangan ngeluh, tetap berusaha dengan tenaga yang kamu punya. okey anak mama yang manis?". nasehat Inka.
'iya ma". sahut Jasmine dengan menggerakkan bibirnya.
bunyi klakson truk terdengar di telinga mereka. pertanda jika muatan barang barang perabotan rumah tangga mereka telah siap di susun dan siap juga untuk di berangkatkan.
"bu Inka". panggil kernet supir truk tersebut.
" semuanya udah siap bu. bang Muib tanya udah bisa berangkat sekarang apa belum?". tanya sang kernet kembali.
"iya boleh. kami juga udah siap". sahut Inka.
lalu ia pun mengajak putrinya untuk keluar dari rumah yang memberikan kenangan masa kecil putrinya.
sebenarnya Inka tidak mau menjual rumah tersebut tetapi demi bisa membeli rumah yang baru di kota yang baru. Inka pun harus rela melepaskan rumah yang memiliki banyak kenangan bersama putrinya itu.
__ADS_1
"bu Inka". panggil seorang ibu yang bertetangga dengan mereka.
"saya ga bisa ngasih apa apa buat ibu. semoga ini bisa buat ganjelin perut selama di perjalanan". ujar ibu tetangga seraya memberikan bingkisan kue kue khas dari Aceh tersebut.
lalu ibu ibu tetangga yang lain pun berdatangan melepas kepergian mereka dengan memberikan souvenir dan buah tangan sebagai kenang kenangan.
"ya Allah ibu ibu. ini banyak sekali malahan. saya belum bisa balas kebaikan ibu ibu semua. semoga Allah yang membalas kebaikan ibu ibu semuanya ya". sahut Inka berucap haru.
"iya bu Inka. ini juga tidak sebanding dengan apa yang bu Inka dan Jasmine berikan pada kami selama ini". sahut seorang ibu tetangga yang anaknya pernah di tolong oleh Jasmine lantaran jatuh dari bermain panjat pohon kayu di depan rumahnya sendiri. lalu dengan telaten Inka mengobati dan merawat anaknya tanpa di minta bayaran.
"tidak usah sungkan begitu bu. yang saya lakukan selama ini adalah kewajiban saya sesama manusia dan profesi". sahut Inka merendah.
"saya minta maaf kalau saya banyak salah ya bu". lanjut Inka dengan meminta maaf.
"iya bu. sama sama kita bu. kami juga minta maaf". sahut ibu ibu tetangga yang lain.
mereka saling bersalaman meminta maaf dan juga saling berpelukan secara bergantian kepada anak dan ibu itu.
akhirnya adegan haru saling meminta maaf pun selesai. Naminka dan Jasmine menaiki truk dan duduk di samping supir.
sang supir membunyikan klakson agar para ibu ibu memberi jalan untuk truknya. setelah mendapatkan celah untuk berjalan. akhirnya supir pun melajukan truknya menuju jalan raya.
sementara dari kaca spion Naminka melihat para tetangga melambaikan tangannya ke Inka. begitupun supir truk tersebut yang sempat melirik kaca spionnya.
"mak kah pasti urueng get hatee dek.( ibu kamu pastilah orang baik dek). bukti jieh awak kah pinah ji oh u lua kota ( buktinya kalian pindah jauh ke luar kota ). leu that yang i moe ( banyak kali yang nangis)". ucap Muib yang nota benenya asli warga Aceh tersebut.
Jasmine tersenyum mengangguk bangga
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
berikan dukungan cinta kalian pada Novel ini berupa
__ADS_1
like, vote, komen, rate, fav dan poin.
teurimong geunaseh 😉