Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
Dejavu


__ADS_3

"pak gimana Kalo naik bus aja dulu buat balik ke mdn nya. stasiun pun dah tutup ni pak. kalo melalui jalan udara juga susah ni pak. pesawat pada delay semua. menurut berita di radio rasio hujan bertambah deras ". jelas supir pribadi dari pria yang sedang duduk di belakangnya.


"kalo saya mah gampang pak. nunggu tukang bengkelnya buka. baru saya nyusul bapak besok paginya". Lanjut sang supir


ting. pesan masuk ke ponsel pria tersebut


"besok standby jam 9 bro. mr Alex mo balik jam 10.30 pagi ke LA. dy ngebet mo ketemu elu".


"hmm". desah pria ini.


"pak cariin angkutan apa aja yang bisa. supaya cepat sampai ke terminal bus". pinta pria ini.


"baik pak". jawab pak supir


selang satu jam kemudian..


dengan menggunakan becak motor pria tersebut tiba di terminal bus yang bertujuan ke kota Mdn. ia membeli tiket darurat untuk bisa tiba tepat waktu di kota tersebut.


Bus yang di tunggu tiba. Ia menaiki bus tersebut dengan arahan dari kondektur busnya. dan mencari nomor duduk sesuai tiket nya.


setelah tiba di nomor tersebut. langkahnya berhenti karena ia melihat seorang gadis berhijab sedang tertidur pulas di antara dua sofa bus.


sang kondektur yang melihatnya langsung membangunkan pelan gadis tersebut.


gadis itu mengerjapkan matanya perlahan.


"bangun dek". ada yang mau duduk di sini". kata kondektur bus seraya mempersilahkan pria ini duduk.


gadis tersebut mengarahkan netranya ke pria yang berdiri di lorong bus. ia mengangkat malas tubuhnya serta menggeser tubuh rampingnya menyender ke jendela kaca bus tersebut. dan ia pun kembali memejamkan matanya seraya memeluk tubuhnya sendiri dalam balutan jaketnya.


pria yang berkulit putih tersebut pun duduk di samping gadis tadi. ia menyetel kursi sofanya sedikit ke belakang supaya lebih rileks. ia merebahkan tubuhnya mencoba tidur sejenak.


selang beberapa jam kemudian..


tring.. bunyi ponsel berdering. membuat pria tersebut terjaga dari tidurnya. ketika ia mencoba menyetel kursi sofanya kembali. sebuah tangan kecil melingkar di dadanya.


ia melihat ke arah kiri. gadis yang tidur menempel ke jendela kaca tadi sudah berganti posisi dengan kursi sofa yang di setel ke belakang dengan posisi yang hampir sama dengan kursi sofanya.


tanpa niat mengganggu tidur si gadis. ia membiarkan tangan gadis itu sejenak di atas dadanya. ia hanya cukup menyetel kursi sofa nya sedikit ke depan. lalu menjawab pelan panggilan yang masuk di ponselnya.


"halo". sahut pria itu seraya mendengar lawan bicara di ponselnya.


"oke". tunggu gue di terminalnya. busnya akan berhenti di situ". ia menutup telponnya.


"mas.. mas.. "tiba tiba seseorang dari arah belakang memanggil dirinya.

__ADS_1


pria tersebut menoleh ke belakang di mana seorang penumpang pria paru baya sedang kesulitan untuk bangun dari duduknya.


"saya mau ke toilet. istrinya bisa di bangunin bentar ga. kursinya menghalangi saya untuk keluar".


"ahh iya. maaf". sahut pria itu yang mengerti kondisi si bapak.


ia mencari tuas yang berada di sisi kiri gadis tersebut. ia mengambil posisi duduk dan membungkukkan tubuhnya hingga ujung hidung mancungnya sedikit menyentuh pipi halus gadis tersebut.


ketika ia menarik tuas kursi sofa gadis tersebut ke arah depan. secara tanpa di sengaja hidung mancungnya serta bibirnya menyentuh pipi gadis tersebut.


jantung pria tersebut berdegup kencang. ia takut gadis itu terjaga dari tidurnya karena kejadian barusan.


ucapan terimakasih dari penumpang di belakang membuyarkan lamunannya. ia mengambil posisi duduknya kembali. tangan gadis tersebut ia letakkan disisi wajahnya yang menghadap dirinya.


ia merapikan anak rambut gadis itu yang berwarna hitam nan lurus yang keluar dari hijabnya. pria tersebut dengan perlahan memasukkan rambut gadis itu ke dalam kain hijab gadis tersebut serta merapikan hijab nya.


entah mengapa kejadian saat ini seperti dejavu baginya. ia mengingat saat ia berciuman dengan seorang gadis untuk pertama kalinya. usia gadis misterius itu mungkin tak jauh berbeda dengan gadis berhijab ini.


ia memandang lekat gadis tersebut dengan tersenyum.


suara kondektor bus memberitahu bahwa bus telah berhenti di terminal salah satu ibu kota kabupaten perbatasan sumut.


ting. sebuah pesan masuk ke ponsel pria tersebut.


"gue nunggu di parkiran loket A. buruan".


dari kejauhan sebuah mobil mengedipkan lampu depan beberapa kali. hujan masih turun begitu deras. pria tersebut masuk ke mobil sepupunya.


"kenapa bisa sih mobil kau pecah bannya sampai dua kali". tanya sepupunya begitu pria tersebut duduk dan meletakkan mini kopernya di jok belakang.


pandangan pria tersebut teralihkan pada dua bantal mungil yang bergambar couple kartun. ia memperhatikan sejenak dua bantal tersebut.


lalu dengan acak ia mengambil bantal tersebut. aksinya berhenti seketika kala sang sepupu menanyakan perihal bantal yang mau di bawa pergi.


"ntar gue ganti yang baru".ucap pria tersebut.


ia pun langsung membawanya keluar dari mobil sepupunya untuk kembali ke bus yang di tumpanginya tadi.


dengan langkah setengah berlari pria itu bergegas kembali ke bus yang tadi. sesegera mungkin ia masuk dan menghampiri gadis yang masih tertidur dengan posisi yang telah berubah menghadap kaca jendela bus. ia mengangkat tangan kanan gadis tersebut perlahan. ia menyelipkan bantal yang bergambar lelaki dengan hati yang sebelah.


ia mengambil bekas tiket busnya dan menulis kan sesuatu disana. lalu menyelipkan di kantong jaket tersebut. pria itu memberanikan dirinya mengecup lembut kening gadis manis itu. ia tersenyum dan pergi meninggalkan gadis tersebut. lalu ia memesankan kepada kondektor bus agar menjaga gadis tersebut dengan baik.


akhirnya ia kembali ke mobil sepupunya yang tadi. hujan terus bergulir deras membuat manusia beranjak malas membuka mata.


"yok bentar lagi dah mau masuk waktu subuh ni". ucap pria tersebut kepada sepupunya.

__ADS_1


"bantal yang tadi untuk siapa !? ". tanya sang sepupu.


"kasian gue tidurnya lelap banget. kecapekan mungkin. makanya gue kasih aja bantal lu. ntar gue ganti". ucap pria tersebut


"tak usah. aku masih sanggop beli. lagian kalau yang kau kasih untuk cewek. bisa saja menjadi jodohnya aku. kan aku masih punya pasangannya". seloroh sepupunya.


"kenapa banyak tanaman yang lu bawa pulang?. kan aku cuma minta kamu mengobservasi lahan petani yang mau bekerjasama sama dengan kita saja". ucap pria tersebut mengalihkan pembicaraan.


"untuk proyek mahasiswaku". jawab sepupu nya.


"hebat dong kamu baru wisuda udah jadi dosen". puji pria tersebut.


"baru asisten". ucap sepupunya merendah diri


"ntar ku doain jadi profesor".doa pria tersebut


"Ya amiin. makasih". ucap sepupunya.


mobil mewah itu terus melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan dan hujan menuju kota Mdn.


...----------------...


Jasmine terjaga dari tidurnya. ia begitu mengantuk di karenakan kemarin pagi bahkan berlanjut sore terus menangis.


ia melihat jam di tangannya telah menunjukkan untuk sholat subuh. Bus akhirnya berhenti di salah satu mesjid yang memasuki salah satu kabupaten sumut. para penumpang yang muslim bergegas turun untuk menunaikan kewajibannya. begitupun Jasmine.


ia mengambil ransel kecilnya yang berisikan mukena dan bekal cemilan. ia turun dan bergabung dengan penumpang lainnya untuk berjamaah subuh.


beberapa menit kemudian...


seluruh penumpang kembali naik ke bus untuk melanjutkan perjalanan mereka. Jasmine baru menyadari ada bantal yang terletak di samping sofa duduknya. ia melihat lihat sekelilingnya.


"itu tadi suami mbak ini yang naruh disini. untuk bisa mbak tiduri katanya. sekalian kursinya udah dibayar sampe mdn". kata kondektur yang tiba tiba datang menghampirinya.


Jasmine mengangguk bingung. lalu ia merebahkan punggungnya di dua kursi sofa tersebut. sembari menaikkan kakinya untuk berselonjor bebas.


ia mengambil bantal tersebut dan memeluknya. ketika ia mengambil ponselnya yang bernada masuk pesan di kantong jaketnya. ia merasakan secarik lipatan kertas terselip disana. ia mengambilnya dan melihat tiket bus yang bukan miliknya. ia membalik kan kertas tiket tersebut. dan melihat tulisan yang bertinta hitam lebih tebal dari background tulisan tiket tersebut.


di situ tertulis kalimat "Have a nice dream girl".


Jasmine memperhatikan bantal yang di peluknya. dan kertas tersebut. lalu ia teringat kata kata kondektur bus tadi.


di fikirannya mengundang sejuta pertanyaan. bagi Jasmine ini seperti dejavu di kala hujan mendapat hadiah yang tanpa diduga.


...----------------...

__ADS_1


kalau menurut author itu rezekinya anak sholeh


jangan lupa like vote n komen ya...


__ADS_2