Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
ketahuan 2


__ADS_3

"apa?! ". jadi mbak yang tadi itu ga hamil? ". tanya mona penasaran


"sepertinya begitu bu".jelas Apotekernya


Mona menggenggam erat ponselnya. seraya bergumam geram "Dea. kamu bener bener perempuan iblis".


Mona berbalik kerumah sakit menemui dokter kandungan yang di kunjungi Dea tadi.


setelah perdebatan yang cukup panjang mengenai kode etik antara dokter dan pasien. akhirnya dokter luluh juga memberitahu mengenai kondisi Dea yang sebenarnya. karena Mona menunjukkan cukup bukti kalau Mona adalah keluarga Dea.


Mona semakin geram mendengarnya. betapa tidak jika selama ini Dea menipu mereka mentah mentah.


untuk sementara Mona membiarkan Dea dengan kebohongannya. dia menunggu saat yang tepat untuk mendepak Dea dari apartemen tersebut.


...----------------...


Mona sengaja mengundang Dea dan Justin untuk acara makan malam bersama.


Justin ogah ogahan menjemput Dea di apartemennya.


"biarin aja dia datang sendiri ma". kan dia bisa nyetir. atau naik taxi kek". jawab Justin.


"hmmm ga bisa begitu juga sayang. belum tentu dia mau datang".jawab Mona


"udah gih jemput sana. kalau ga ada dia entar ga seru ceritanya. "paksa Mona seraya mendorong Justin ke luar rumah.


Justin dan Arfan melihat Mona dengan keheranan


"memang ada apa sih sayang? ".jadi penasaran deh". tanya Arfan


"ada deh. ntar aja ga seru kalau diceritain sekarang"Mona berlalu seraya mengedipkan matanya genit ke suaminya.


Arfan yang melihat kelakuan sang istri saat ini hanya bisa geleng geleng kepala.


...----------------...


"kamu kemana aja selama ini. ga pulang pulang" Dea membuka percakapan


Justin yang terus fokus pada setirnya tak menggubris pertanyaan Dea.


masing masing mereka terdiam untuk waktu yang lama. hingga mereka tiba di kediaman rumah orang tua Justin


Mona menyambut hangat anaknya saja. sementara Dea di biarkan begitu saja. lalu Mona memberhentikan langkahnya. dengan berpaling sedikit ke arah Dea.

__ADS_1


"ngapain di situ. yok makan".ucap Mona ke Dea


Dea menganggukkan kepalanya. dan melangkah ke meja makan. mengambil posisi duduk di samping Justin.


ketika acara makan berlangsung. tiba tiba Mona membuka suara


"oiya Dea. gimana kandungan kamu?"


Dea yang tiba tiba mendapat pertanyaan seperti itu. spontan menghentikan ayunan sendoknya.


"b b baik ma". Dea menjawab dengan gugup


"ohhh. gitu. seharusnya perut kamu udah buncit dong kan udah mau masuk lima bulan". ucap Mona menyelidik


"kamu kok langsing amat seperti ga hamil deh". lanjut Mona


Justin dan Arfan yang mendengar ucapan Mona barusan. spontan melihat ke arah Dea


Dea yang di lihat seperti itu. gelagapan dalam menjawab"ohh ini aku ikut program diet ma.. agar nanti bayinya ga besar besar amat kalo melahirkan nanti. aku pingin melahirkan secara normal".


"ohh gitu. harusnya ibu hamil makannya jangan di tahan tahan. kan kasian bayinya ntar kurusan. apa lagi ini anak pertama".ucap Mona memojokkan


"mama aja dulu waktu hamil si Justin suka ati mau makan apa aja. yang penting anak nya sehat dan gembul".lanjut Mona


"dan memang bawaan si orok kalo makan ga bisa ngerem. ini kamu kok malah aneh. memangnya kamu ga ngidam apa? ".tanya Mona


"hmmm. benar benar perempuan licik". batinnya


karena dari setiap pertanyaan yang memojokkan Untuk Dea selalu bisa di sanggah oleh Dea.


"oiya kemarin mama baru ketemu dr. Rahayu loh. itu loh spesialis kandungan. besok mama ajak kamu kesana ya buat USG bayinya". ucap Mona


Dea yang mendengar ucapan Mona barusan tersedak dengan minuman yang baru saja mengalir di tenggorokannya.


"aduh pelan pelan dong Dea.. jangan buru buru minumnya. kayak ketahuan bohong aja". ucap Mona geram


"maksudnya apa sih ma. dari tadi pembicaraannya ga jelas gini". tanya Arfan


"yang ga jelas itu menantu kita pa". coba papa fikir. di saat calon ibu yang lain berlomba lomba pingin di turuti ngidam oleh suaminya. eh dia malah sok sok an mau mandiri". ucap Mona


"dan juga hampir 99 persen ibu hamil makannya banyak. mereka ga perduli dengan tubuhnya. yang penting mereka turuti apa maunya si bayi. ini enggak malah ikut program diet segala. kayak ga hamil aja tau ga? "lanjut Mona


"kalau habis melahirkan itu lain cerita. mau ngegym. mau diet. suka ati ikut program apa aja buat ngebalikin lagi tubuh menjadi langsing". Mona terus menyudutkan Dea.

__ADS_1


Dea yang semakin terpojok sudah tidak tau jurus apa lagi yang harus ia keluarkan untuk menampik perkataan Mona padanya.


Mona yang melihat Dea semakin terpojok. tersenyum sinis"katakan Sejujurnya Dea. apa yang kamu sembunyikan".


"ada apa ma"?. tanya Arfan pelan


Justin mengernyitkan dahinya. memandang Dea dan mama


"jawab Dea".pinta Mona yang mulai meninggikan suaranya


sementara Dea masih dengan diamnya. hal ini yang membuat Mona semakin geram padanya.


"kalau kamu ga mau jawab dan mengakuinya sendiri sekarang. baik mama akan ceritakan sekarang". Mona mengeluarkan ponselnya.


lalu ia memutar rekaman percakapan antara dirinya dan dokter Rahayu. dokter kandungan yang menangani Dea.


Justin dan Arfan yang mendengarnya terhenyak. sementara Dea tidak bisa mengelak lagi tentang kebohongannya. seketika itu juga tubuhnya bagai tak bertulang.jantungnya berdegup sangat kencang. ia pasrah saat itu juga.


hingga rekaman itu selesai. Dea tetap bungkam. dan ini juga yang membuat Justin terpancing amarah. seketika itu juga ia mencengkeram dagu Dea dengan keras


"dasar wanita iblis". sudah ku duga kau memang licik. ia ingin menampar Dea. tetapi di tahan Arfan


"aku akan menceraikanmu". aku akan mengurus semuanya ke pengadilan agama". Ucap Justin


Dea yang mendengar kata kata Justin begitu ketakutan. ia memikirkan hidupnya kelak tanpa Justin. ia belum menikmati semua kekayaan Justin. ia juga belum mendapat pengakuan sebagai istri dari ceo kehl bio company.


Dea memohon kepada Justin untuk jangan menceraikannya


"aku cinta sama kamu mas. aku mohon jangan ceraikan aku. mengenai anak. kita bisa cari alternatif lain mas. aku mohon". Dea memegang lutut Justin dengan berderai air mata.


Dea tak perduli meskipun ia di pandang hina di hadapan Justin dan keluarganya saat ini. yang penting pernikahannya terselamatkan untuk saat ini.


Justin tertawa. ia benar benar tak habis pikir mengenai kisah hidupnya. ia pikir ia akan menikah dengan Namira dan hidup bahagia. tetapi ternyata bertolak belakang dari impiannya.


"mama akan telpon pengacaranya buat urus berkas perceraian kamu besok pagi". Ucap Mona


"ma jangan ma aku mohon. aku ga mau pisah dari mas Justin. aku cinta sama mas Justin ma. aku ingin terus jadi istrinya". mohon Dea


Mona tersenyum sinis. "makanya jadi perempuan jangan licik".


"mas jangan ya. aku mohon kita jangan cerai. aku akan melakukan apapun buat kamu mas". mohon Dea kembali kepada Justin yang diam mematung


"mana rekaman Video dan foto foto milik Justin".Arfan membuka suara.

__ADS_1


...****************...


jangan lupa like vote n komen nya ya..


__ADS_2