Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
Sendu


__ADS_3

Jasmine begitu terhanyut dengan lirikan lagu yang di putar oleh operator radio di dalam bus yang di tumpangi Jasmine. hingga ia pun berderai air mata. kala mengingat sang mama.


"Apa yang ku berikan untuk mama


Untuk mama tersayang


Tak ku miliki sesuatu berharga


Untuk mama tercinta


Hanya ini ku nyanyikan


Senandung dari hatiku untuk mama


Hanya sebuah lagu sederhana


Lagu cintaku untuk mama


Apa yang ku berikan untuk mama


Untuk mama tersayang


Tak ku miliki sesuatu berharga


Untuk mama tercinta


Hanya ini ku nyanyikan


Senandung dari hatiku untuk mama


Hanya sebuah lagu sederhana


Lagu cintaku untuk mama


Walau tak dapat slalu ku ungkapkan


Kata cintaku tuk mama


Namun dengarlah hatiku berkata


Sungguh ku sayang padamu mama


Oh hanya ini ku nyanyikan


Senandung dari hatiku untuk mama


Hanya sebuah lagu sederhana


Lagu cintaku untuk mama


Hanya sebuah lagu sederhana


Lagu cintaku untuk mama


Lagu cintaku untuk mama."


saking banyaknya ia menangis dalam diamnya. ia lelah dan tertidur. bahkan ketika siang berganti malam bahkan hujan pun turun dengan derasnya. semakin terlelap lah Jasmine bahkan penumpang yang lain pun ikut terhanyut dalam kantuknya. kecuali supir dan kernetnya.


...----------------...


hening. hanya deburan ombak yang mereka dengar di sore ini.


"Ochi".panggil Justin pelan

__ADS_1


"jika sekiranya Ochi bersabar dan menunggu kakak sebentar aja mau ga? ". dengan hati hati Justin bertanya.


Namira yang sedari tadi melihat raut wajah kak Justinnya yang sendu mulai bertanya tanya.


semenjak Justin berjanji untuk VC an habis subuh tiga hari yang lalu. Namira menunggu disubuh tiga hari lalu. tetapi jangankan pesan apa lagi VC. tidak juga dilakukan oleh Justin.


"kak Justin mau kemana?".tanya Namira


"ga kemana mana. hanya saja kita belum bisa menikah sekarang". jawab Justin dengan tenggorokan yang tercekat


"ga apa apa kok kak". ucap Namira dengan tersenyum kecil


"kakak Janji begitu selesai urusannya. kakak bakalan balik buat kamu dan nemenin kamu selamanya". lanjut Justin seraya menundukkan wajahnya


"kak ada apa? ". tanya Namira pelan tetapi mencurigai ada yang tidak beres pada calon suaminya


"kakak... kakak.. ". Justin tak mampu melanjutkan kata katanya.


sungguh ia tidak bisa membayangkan kekecewaan yang diterima oleh seorang gadis polos seperti Ochinya.


Justin Tau Impian pernikahan yang di dambakan oleh Ochinya. lalu bagaimana bisa ia pula yang mematahkan impiannya


fb off


Dea!!!. bentak Justin


ia meihat mamanya pingsan di depan matanya. sementara Dea tak terlihat rasa iba sedikitpun.


lalu ia mengulurkan kedua tangannya untuk mencekik Dea.


papa Justin yang melihat Dea kesulitan bernafas. apa lagi Dea dalam kondisi hamil. akhirnya melerai Justin dan menjauhkannya dari Dea.


ketika pagi menjelang mamanya sadar. dan memanggilnya. entah karena syok pasca pingsan atau rasa takut berlebihan yang mengancam masa depan anaknya. Mona meminta Justin untuk menuruti keinginan Dea sekarang.


"apa ma!! ". enggak ma.. enggak mau.. Justin ga ngerasa hamilin dia ma..?? ". rengek Justin


Dea yang mendengar percakapan anak dan ibu itu seketika itu juga tersenyum smirk. lalu ia menelpon seseorang.


selang beberapa jam kemudian...


tanpa baju pengantin. dan hanya bermodalkan jam tangan mahal yang sering di gunakan Justin sebagai mahar. maka pernikahan mendadak itu terjadi.


dimana dari pihak wanita, telah Dea serahkan pada wali hakim keseluruhannya. Dea telah membayar mahal seseorang untuk pengurusan administrasi pernikahannya. karena bagaimanapun Dea memang meyakini jika hal yang seperti ini bakalan terjadi.


maka itu Dea merencanakannya dengan matang.


setelah penandatangan administrasi pernikahan yang hanya di saksikan Mona, Arfan dan Alan. Dea meninggalkan kantor Justin saat itu juga. sedangkan Arfan menyuruh Alan mengikuti Dea.


Arfan melihat istri dan putranya duduk mematung di sofa.


"bertahanlah Justin hingga anak itu lahir".Arfan membuka suara.


Mona dan Justin serentak memandang Arfan. Arfan mendekati Justin lalu ia memegang pundak putranya


"bertahanlah hingga anak itu lahir. dan kau bisa menggugat cerai setelahnya". lanjut Arfan.


Justin hanya diam. tetapi di hatinya ia sangat menyetujui saran papanya.


fb on


"ada apa kak?". Namira menangkup wajah Justin.


"kalau kakak cerita kamu janji ga akan marah? ". dengan hati hati Justin bertanya.

__ADS_1


Namira mengangguk pelan. ia tahu bahwa apa yang diceritakan oleh calon suaminya bukanlah hal yang baik. tetapi ia begitu penasaran dengan apa yang terjadi tiga hari belakangan ini.


Justin mengambil tangan Namira dan mengecupnya dalam. ia melepaskan pelan begitu saja. lalu ia menggenggam setir mobil dengan kedua tanganya erat.


ia menarik dalam napasnya.


"tiga hari yang lalu". Justin menjeda kata katanya


"kakak terpaksa menikah !". lanjut Justin


tap. bagai sebilah pisau yang menusuk ulu hatinya. membuat Namira sulit bernafas. ia meremas kuat rok prisketnya.


"bagaimana bisa kak?? ". tanya Namira dengan tenggorokannya yang tercekat.


Namira berusaha bersikap sekuat mungkin agar bisa mendengar kelanjutan cerita kak Justinnya.


Justin melanjutkan ceritanya sedari awal hingga akhir dengan rasa takut. sementara Namira dengan berusaha setegar tegarnya mendengar penjelasan dari Justin.


cerita berakhir. mereka berdua terdiam membisu beberapa waktu.


"Ochi". panggil Justin pelan.


Namira tak bergeming. ia berusaha menahan air mata yang sedari tadi hendak keluar.


"maaf kalau kakak egois. tapi mau kan kamu nunggu kakak" pinta Justin.


" setahuuuun aja". setelah itu kakak janji bakalan balik buat kamu". Janji Justin.


"kak. kali ini jangan berjanji lagi jika tidak yakin untuk kembali". ucap gadis yang memiliki panggilan kesayangan Ochi oleh Justin seraya tersenyum miris


"kakak jalani saja apa yang terbaik menurut kakak dan keluarga". aku ga pa pa kak". lanjutnya.


"kita pulang sekarang ya kak"? pinta Namira dengan tatapan sendu.


tanpa bantahan Justin menyetir mobilnya kembali kerumah Namira. selama di perjalanan mereka hanya diam membisu. bergumul dengab fikiran dan perasaan masing masing. sesak itu yang mereka rasakan.


hingga tiba di halaman rumah Namira tak ada satu katapun keluar dari bibir keduanya.


ketika Namira membuka pintu mobilnya sendiri. justin menahan lengannya. Namira menghentikan aksinya dan melihat ke arah Justin. ia tersenyum simpul. lalu menyegerakan dirinya keluar dari mobil Justin.


Ia berjalan pelan menuju pintu rumah. Justin hanya mengekori dengan matanya. hingga akhirnya Ia melihat Namira berdiri dan membalikkan badannya berjalan ke arahnya.


Namira tersenyum. serta menanggukkan kepalanya pelan seraya berkata


"kak Justin makasih ya atas apa yang kakak lakukan selama ini untuk aku. makasih udah mencintaiku. makasih udah nemenin aku".


setelah berkata demikian Namira bergegas masuk rumah. menutup pintu dan menguncinya. ia langsung berlari ke kamarnya dan menghempaskan tubuhnya di ranjang dan menenggelamkan wajahnya disana.


sementara Justin terdiam lama di halaman rumah Namira dalam mobilnya. ia menggenggam setirnya kuat.


tring... ponsel Justin berdering.


"ya. Alan ada apa? "


"Apa?! ". pekik Justin.


"perempuan sialan". makinya. ia mematikan ponselnya dan bergegas pergi dari rumah Namira.


sementara Namira memandangi Justin dari balik ghorden jendela kamarnya dengan bola mata yang masih mengkristal.


...----------------...


ada masalah apa ya si Justin?. tunggu di next chap ya..

__ADS_1


jangan lupa like vote n komennya dong..


di tunggu lo kritik n saran nya


__ADS_2