Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
my mom is my life


__ADS_3

Jasmine memilih membereskan rumah selama liburan semester. ia mulai dengan membenahi kamar sang mama yang sedikit berantakan. karena hari ini sang mama berangkat kerja dengan terburu buru. memang sudah kebiasaan di senin pagi jika seluruh staf yang bertugas di poli harus mengadakan apel pagi.


Jasmine merapikan isi lemari dan laci. ada sebuah map berwarna coklat yang menarik hati Jasmine. dimana amplop tersebut tertera nama sebuah rumah sakit , yang Jasmine tahu jika Rumah sakit tersebut terkenal dengan Rumah sakit khusus penyakit Kanker.


dan yang lebih menarik hati Jasmine untuk membaca isi dalamnya adalah karena nama yang di tujukan kepada nama mamanya, Ny. Naminka.


Jasmine menjatuhkan kertas yang dibacanya tadi. ia mengatupkan mulutnya dan menangis sekeras mungkin. bagaimana tidak selama ini mamanya yang kelihatan sehat baginya ternyata menyembunyikan penyakit yang sebegitu parah. Leukemia stadium lanjut.


lama ia menangis hingga akhirnya ia merapikan kembali amplop yang di bacanya tadi. ia memutuskan untuk merahasiakan dari mamanya. ia hanya ingin mama nya tetap bersemangat menyambut kepulangannya kerumah selama liburan semester ini.


...----------------...


"sampai kapan uni mau menyembunyikan semua ini kepada Jasmine?". tanya Alma teman sejawat Inka.


"entahlah ma. aku pun bingung. aku tak ingin Jasmine khawatir dan kuliahnya jadi berantakan gara gara ini. dia sudah semester enam. sedikit lagi mau pengajuan skripsi" jawab Inka


"uni..Ambo rasa Jasmine berhak tau yang sebenarnya. biar dia tidak menyesal di kemudian hari". jelas Alma


Inka terdiam dan hanya tersenyum melihat Alma.


...----------------...


Jasmine dan inka makan malam pada satu meja. Inka memperhatikan Jasmine ada yang tak biasa pada diri anaknya, semenjak ia pulang kerja tadi.


Inka yang melihat rumah dan kamar dalam keadaan rapi. matanya pun tertuju pada laci meja riasnya. ia memperhatikan ada yang berubah pada tatanan amplop dan kertas kertas yang sebelumnya di susun Inka sendiri.


Jasmine yang merasa di awasi. hanya melirik sesaat ke arah mamanya. ia tak mau terlihat habis menangis oleh mamanya.


di malam hari ibu dan anak ini tidur berdua dalam satu kamar. mereka saling membelakangi, dan belum ada seorang pun yang tertidur. masing masing larut dengan pemikirannya sendiri.


pemikiran Inka yang ragu untuk memberitahu Jasmine.karena ia takut anaknya terluka dan sedih. sehingga membuat kuliahnya terganggu karena dirinya. tetapi yang dikatakan Alma ada benarnya. paling tidak Jasmine bisa menghabiskan waktu bersama dengan dirinya setiap saat.


meskipun selama ini waktu bersama yang mereka lalui tak pernah terlewatkan. tetapi kali ini Inka sebagai ibu, belum begitu banyak memberikan yang terbaik bagi Jasmine selama ini.


sedangkan pemikiran Jasmine yang ragu bertanya tentang keadaan yang terjadi pada mamanya. karena ia takut mama nya berhenti tersenyum karena dirinya. Jasmine tahu kalau dirinya takkan mampu bertahan tanpa mamanya. dan mama nya pun memang mengerti tentang itu.

__ADS_1


Jasmine kembali menangis. ia benar benar tak kuasa menahan air mata. bahunya berguncang. isak tangis yang sunyi semakin dalam. Jasmine terlalu takut di tinggalkan oleh orang yang dia cintai. baginya di dunia ini hanya mamanyalah malaikat pelindung satu satunya yang ia punya.


jika Jasmine boleh memilih, ia lebih rela kehilangan segala yang ia punya pada dirinya. dari pada dia harus kehilangan mamanya.


Inka merasakan sesuatu berguncang di belakangnya.ia langsung berbalik badan menghadap Jasmine. ia melihat anaknya menggenggam erat selimutnya dengan bahu yang berguncang. ia tahu jika saat ini putrinya sedang menangis.


Inka mendekati Jasmine. memeluknya dari belakang, serta mengecup lembut ubun ubunnya.


" ga apa apa sayang.. ga apa apa". ucap Inka menenangkan Jasmine.


Jasmine yang merasakan pelukan hangat mamanya dari belakang punggungnya. sontak berbalik arah menghadap mamanya. dan menangis lebih kencang di dada mamanya.


Inka tersenyum dengan bola mata yang mengkristal. saat ini ia melihat Jasmine benar benar seperti anak balita yang kehilangan mainan kesayangannya dulu.


Malam itu tanpa sadar mereka larut dalam pelukan. bahkan tanpa kata kata mereka saling memahami dan saling menguatkan.


...-------------...


saat Justin mendengar laporan tugas Alan dengan serius. tiba tiba seorang wanita paruh baya yang terlihat elegan masuk tanpa mengetuk pintu. dia adalah Ramona Kehl ibu kandung Justin yang setiap bertemu selalu saja membahas pernikahan dan cucu. makanya Justin selalu menghindar dan memilih tinggal di apartemennya yang ada di indonesia. dengan dalih alasan mengurus tiga perusahaan nya yang baru berkembang.


Alan pamit keluar begitu Mona berdehem sebagai kode agar mereka berdua berhenti


Justin tahu jika mamanya sudah ada di indonesia dan menginap di rumah lamanya yang di Jakarta dua hari yang lalu. tapi Justin sengaja menghindar karena sebelumnya mona meminta Justin pulang untuk pertemuan dua keluarga apa lagi kalau bukan masalah perjodohan.


"kamu sengaja ya menghindar dari mama". mona membuka suara karna ia melihat Justin masih sibuk dengan laptopnya. anaknya ini hanya menyapanya dengan kata " hai mama". selebihnya matanya kembali menatap layar monitor. meskipun ia berada dekat di sampingnya.


"ah ga kok ma. perasaan mama aja kali". jelas Justin kikuk.


sang mama yang tau jika anaknya berbohong spontan menjewer telinganya.


"awww mama.."teriak Justin seraya megelus telinganya yang bekas di jewer mamanya.


"gimana hubungan kamu sama Namira". tanya mamanya tiba tiba


justin membeliakkan matanya dan mengalihkan pandangannya ke mamanya.

__ADS_1


"apa liat liat kamu pikir mama ga tau kamu sama Namira ngapain aja". jelas Mona


Selama ini ketika Mona mengetahui keberadaan keluarga astrid. tanpa sepengetahuan mereka Astrid, Namira dan Justin menyuruh Alan dan mbok Inah untuk melaporkan kegiatan Namira dan Justin. karena bagaimanapun Mona sudah menganggap Namira itu bagian dari keluarga sama halnya dengan almarhumah kakaknya. tetapi ia juga tak menolak dan mendukung penuh jika berbesanan dengan Astrid.


tetapi jauh di hati Mona ia telah berjanji jika Justin dan putrinya Inka belum juga menikah. ia akan menjodohkan mereka berdua. hanya saja hingga kini keberadaan mereka berdua tidak diketahui sama sekali.


sementara Ia dan suami sudah semakin menua. tetapi hingga kini Justin belum juga menunjukkan akan menikah. hal ini yang membuat Mona frustasi. apa lagi Justin selalu menolak jika seluruh anggota keluarga Kehl dan Ardiansyah merekomendasikan calon istri ke Justin.


"ayok jawab". tagih Mona.


"baik baik aja ma". jawab Justin


"kapan mau dinikahi anak orang. jangan di pacari mulu". Mona mengintimidasi


"ma.. Aku sama ochi itu baru juga.. " Justin terpaksa menghentikan penjelasannya lantaran mamanya memotong pernyataannya dengan memberi statement yang panjang dari mamanya dan di akhiri dengan kata "Harus Menikah begitu Namira tamat sekolah".


Tringggg.. baki gelas yang di bawa Namira jatuh dan dengan segera ia membereskan gelas dan tutup yang berserakan di lantai.


Mona yang melihatnya langsung mengambil tangan Namira dan membawanya duduk di sofa. Justin menghubungi sekretarisnya agar menmanggil OB.


"kamu mau kan nikah sama Justin setelah setelah tamat sekolah tahun ini". pinta Mona


Namira yang terlihat bingung hanya mampu menunduk sesekali melirik ke Justin. ia ragu jika menyangkut keputusan langkah apa yang akan di ambil setelah menyelesaikan sekolahnya.


sebenarnya Namira juga punya cita cita sendiri. ia ingin kuliah sama seperti yang lainnya. akan tetapi ia melihat mata Justin penuh harap padanya.


"mama tau keinginan kamu buat kuliah sama berkarier. mama pastikan kamu tidak akan di halangi oleh calon suami kamu ini". jelas Mona meyakinkan.


"tenang aja mama udah kasih tau bunda kamu dan juga ayah kamu. mereka setuju setuju aja. yang penting dari kamunya" lanjut Mona


Karena terus di paksa menjawab akhirnya Namira menyetujui.


"tuh kamu liat kan. kamunya aja yang lelet.". cibir Mona ke Justin


Mona yang sedang kegirangan segera menelpon sang suami memberitahu kabar baik. sementara Justin dan Namira saling pandang

__ADS_1


...----------------...


***satu sisi kehidupan ada manusia yang berbahagia dan satu sisi kehidupan yang lain ada yang bersedih***


__ADS_2