Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
tampilan


__ADS_3

# selamat membaca kembali.


pagi pagi sekali Cindy datang ke kafe tempat ia bekerja dulu. ia terpaksa kembali bekerja di situ karena ia butuh uang untuk menyambung hidupnya, lantaran duitnya sudah mulai menipis.


sebelum nya ia menghubungi sang pemilik kafe agar mau menerima nya kembali setelah beberapa belakangan bolos dari kerjaan. awalnya pemilik kafe mengomel kepada Cindy. tetapi karena ia masih butuh seorang karyawan, akhirnya ia pun menerima Cindy kembali.


sebelumnya Cindy terpaksa harus merubah penampilan rambutnya yang pirang menjadi hitam dengan pewarna sachetan yang sengaja ia beli di toko kecantikan. bahkan matanya yang biru harus ia tutupi dengan soflents berwarna hitam pekat.


semenjak foto fotonya terpampang di selebaran dan internet ia berniat merubah penampilan nya, agar bisa mengelabui para bodyguard papa atau tunangannya yang mengejarnya. atau pun orang orang yang mengenal dirinya melalui selebaran yang hanya tergiur dengan uang yang di tawarkan keluarganya. apa lagi menurut berita artikel kota Mdn. keluarganya telah melibatkan pihak kepolisian.


meskipun ia merubah penampilan nya, Cindy sendiri masih harus waspada ketika keluar dari kamar kostnya. bahkan untuk berangkat ke kafe saja ia harus celingak celinguk seperti maling dulu sebelum melangkah lebih jauh. ia takut saja jika tiba tiba ada orang yang terobsesi karena uang dan nekat menculik dirinya. begitulah pemikiran Cindy saat ini.


"hmmmm... masih bisa di kenali ga ya? ". gumamnya pelan seraya memperhatikan penampilan nya di depan cermin yang tersedia di sudut ruangan di kafe.


tanpa ia sadari sang pemilik kafe sudah memperhatikan Cindy sedari tadi. awalnya ia sempat pangling sedikit karena rambut Cindy yang berwarna coklat berganti dengan hitam pekat. serta bola mata yang ikut ikutan berubah menjadi hitam.


tetapi karena kulit Cindy yang putih mulus itu masih terlihat indah di pandang mata dan juga lekuk tubuh Cindy yang masih menawan hati para pria untuk mendekatinya. baik dengan niat menjadikannya istri simpanan atau pun sebagai niat penghangat ranjang tidur mereka. bahkan garis wajah Cindy yang masih memiliki daya tarik untuk di dekati oleh mereka secara agresif.


pemilik kafe pun menggeleng geleng heran seraya menatap anak buahnya itu.


"haiya...haiya... Cindy. lu jadi olang mau lubah lubah penampilan, macem olang plibumi. mana bisa. kalau bule ya bule aja". komen pertama di keluarkan oleh pemilik kafe. begitu melihat penampilan Cindy hari ini.


Cindy terhenyak dan tersenyum kikuk tatkala mendapat teguran dari bossnya. ia melipat ke dalam bibir bawahnya dan tertunduk malu.


"haiya.. lu orang pigi bilang sana sama olang dapur. suruh siapin kopi. ini bon nya. sebentar lagi ada yang ambil pesanannya". titah si boss seraya memberikan memo berupa orderan di pagi itu.


"iya boss". sahut Cindy. dan berlalu menuju dapur.

__ADS_1


...----------------...


Merry sedang membagikan brosur mobil dan juga menjelaskan kepada pelanggan tentang kelebihan dan kekurangan masing masing mobil yang di jadikan ajang promosi dalam event grand launching tersebut.


ketika asyik menjelaskan detail mobil yang di tunjuk seorang pembeli. tiba tiba seorang manajer memanggilnya ke kantor. dan secara otomatis tugas Merry di gantikan oleh teman seprofesinya.


Merry mengikuti sang manajer masuk ke dalam sebuah ruang kantor dimana ada seorang tamu sedang menunggu mereka. Manajer menghampiri tamu tersebut sedangkan Merry di suruh mendekat dan memperkenalkan mereka berdua.


"Merry. ini adalah mr. Alex. beliau ini adalah pelanggan tetap kita disini. beliau butuh SPG yang mampu menjelaskan rincian tentang mobil mobil disini". ujar Manajer seraya memperkenalkan tamunya ke Merry.


sedang kan Merry yang sudah mengetahui siapa tamu yang menanti di ruang manajer tersebut. ia langsung melebarkan kelopak matanya begitu tau bahwa tamunya adalah pria sadis yang menyebabkan dirinya terpaksa harus berhutang seratus juta pada pria tersebut. kini jantungnya tak bisa di ajak kompromi. ia menjadi takut dan gugup.


sementara Alex sendiri sudah tersenyum smirk memperhatikan Merry sedari awal ia datang ke showroom ini. ia sengaja menyuruh manajer showroom ini untuk memanggil Merry dan memintanya datang ke ruangan ini dengan dalih alasan membutuhkan SPG yang profesional seperti dirinya.


"hallo Merry. apa kabar? ". tanya Alex tersenyum dengan logat bulenya.


karena di fikirannya saat ini adalah tentang hutang yang hingga kini belum ia lunasi. jangankan melunasi bahkan sepeserpun ia belum menyetor barang serupiah pun kepada pria yang di hadapannya kini. apa lagi datang menemui untuk sekedar berbasa basi jika ia belum bisa melunasi hutangnya.


sudah dua kali malam minggu Merry tak menggunakan kartu club vvip Cindy. ia lebih terfokus dalam mencari uang. baik secara pinjaman atau pun kerja serabutan seperti yang ia lakukan sekarang ini.


Merry menelan salivanya kasar. mengingat jika pria ini sengaja mencari dirinya ke showroom ini untuk menagih hutang dengan cara membayar cash sisa harga mobil yang akan di belinya.


"hah. mana ada duitnya kalau sekarang tu orang suruh aku yang bayar sisa mobilnya. aihhhh mak Jang. mampus lah aku hari ini". bathinnya.


"bagaimana Merry?". kamu bisa kan?". karena cuma kamu yang cekatan di sini". ujar sang manajer memuji.


"aduh ini manajer ngapain juga muji muji aku di depan lakik ini". bathinnya.

__ADS_1


"Mer". tegur sang manajer seraya memberikan kode untuk setuju.


"hah.. i.. yya pak... iya.. saya bisa'. ". sahut Merry gugup.


"lets go Merry". ajak Alex ramah.


Merry mengangguk kan kepalanya. lalu mempersilahkan Alex keluar duluan dari ruangan tersebut.


Alex keluar dari ruangan diikuti Merry yang menyusul di belakang nya. Alex berhenti pada sebuah mobil yang pertama kali mereka jumpai. ia tersenyum dan menoleh ke belakang di mana Merry berdiri.


"coba kau jelaskan tentang mobil ini". tanya Alex seraya mengelus pelan mobil Alphard seri terbaru yang berwarna hitam tersebut.


"baik pak". jawab Merry mantap.


lalu Merry secara gamblang menjelaskan tentang detail dari mobil mewah tersebut secara panjang lebar hingga harga cash dan kredit dan juga tata cara pembayaran nya.


sementara Alex hanya menatap gemas pada gadis bertubuh kurus di hadapannya. sebenarnya ia sudah tau tentang detail mobil tersebut. karena ia baru saja membelinya seminggu yang lalu. ia hanya ingin menguji Merry.


"gimana pak?. Anda berminat? ". tanya Merry ramah.


"mmm. saya mau liat yang lain dulu". sahut Alex cuek dan pergi meninggalkan Merry menuju ke mobil mewah yang lainnya.


sementara Merry mengekorinya dari belakang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


selamat menunaikan ibadah puasa

__ADS_1


berikan cinta kalian berupa like, vote, komen rate dan favoritnya ya readers....


__ADS_2