
Dea menghentikan tangisnya tiba tiba. ia memandang tajam ke bibi. sementara si bibi yang di tatap seperti itu menjadi takut.
"bi." panggil Dea datar.
"iiiya. ..non". jawab si bibi dengan gugup
"jangan pernah kasih tau mereka kalau aku kemari hari ini". ucap Dea datar
"iya.. non". jawab si bibi
"janji ya bi?. mohon Dea dengan mata mulai sendu menatap bi Muna.
Dea akhirnya pergi meninggalkan rumah keluarga Justin. dengan sikap sebisa mungkin di buat tampak tegar.
Dea berkendara jauh dari keramaian kota hingga tiba di apartemen rahasianya. setelah memarkirkan mobilnya. Dea menuju lift ke penthousenya.
ting. pintu lift terbuka. Dea menggesek keycardnya dan langsung menuju kamarnya yang telah lama ia tinggalkan. ia masuk ke bathup dan merendamkan tubuh nya di sana hingga tertidur.
Dea terbangun dalam keadaan lemas bahkan kepalanya pusing. ia merasakan menggigil di dalam. ia mengambil thermo digital dan menempelkan di tubuhnya.
38,1 derajat celcius. suhu tubuh Dea saat ini. ia mengalami demam tinggi. selain sakit di hatinya bahkan fisiknya pun tak kuat menanggung derita hatinya.
Dea membuka ruang rahasianya. menuju mini labnya. ia mengambil obat pereda panas yang di sediakan dan meminumnya. Ia kembali ke kamarnya menaiki ranjangnya dan tertidur di sana.
...----------------...
"saya terima nikah dan kawinnya Namira orchidea binti Jason Archidean dengan mas kawin tersebut di bayar tunai". ucap Justin dengan satu tarikan nafas.
"Sahhhhh". sorak seluruh saksi yang hadir
Jason dan Justin saling tersenyum. akhirnya mereka telah resmi menjadi ayah dan menantu. akhirnya Jason melepaskan jabatan tangannya dari Justin sebagai tanda bahwa ia telah melepaskan putri yang tinggal satu satunya kepada Justin, anak lelaki yang mereka kenal sedari kecil hingga menjadi seorang pria dewasa sekarang.
acara pergelaran ijab kabul telah selesai di laksanakan. Namira di bawa keluar dari ruang MUA di salah satu ruang Hotel mewah nan megah.
berbalut atasan kebaya putih dengan modif batu permata Swarovski dengan kombinasi bawahan sutra yang memanjang. membuat Namira semakin terlihat cantik bak putri raja. semua mata memandang takjub padanya. terlebih Astrid sang bunda.
ia membayangkan jika Namira itu adalah Nadira. mereka begitu mirip jika Namira sudah di dandani seperti ini.
tak terasa air mata Astrid jatuh. ia begitu sedih. bagaimanapun Namira adalah anak mereka yang masih hidup satu satunya. sekarang sudah menjadi istri orang.
Justin begitu terpukau melihat penampilan Namira hari ini. ia tersenyum bahagia. ia tak menyangka jika ia masih di beri kesempatan untuk menjadi suami bagi gadis kecilnya.
__ADS_1
Namira di dudukkan bersandingan dengan Justin. mereka saling menyematkan cincin. Justin mencium kening Namira lama dan di akhiri dengan kecupan singkat di bibir.
"I love u Ochi. love u so much". ucap Justin haru seraya menangkup wajah istri kecilnya
"I love u too kak ". balas Namira dengan bahagia.
resepsi digelar saat itu juga hingga malam. bahkan acara televisi dua negara tak henti hentinya menayangkan kemeriahan acara pernikahan tersebut.
karena keluarga kehl dan Ardiansyah yang cukup terkenal dengan memiliki banyak perusahaan.
sedangkan keluarga Archidean sendiri adalah salah satu utusan dari Indonesia yang di tempatkan di kedubes Malaysia.
sehingga cukup di segani di lingkungan tempat keluarga Namira tinggal.
bahkan para tamu tak hanya datang dari Indonesia bahkan dari manca Negara. mengingat hubungan bisnis mereka yang cukup luas.
...----------------...
pesta berakhir.. membuat seluruh anggota keluarga di rundung penat dan kelelahan yang extra luar biasa. tetapi berakhir bahagia.
Justin dan Namira memasuki kamar pengantin mereka yang telah di dekor sedemikian rupa cantiknya. lengkap dengan taburan mawar yang sengaja di bentuk hati di atas tempat tidur mereka.
Namira begitu mengagumi dekor dari kamar tersebut. ia tak pernah menyangka bahwa pernikahannya bak putri dongeng yang seperti ia impi impikan selama ini.
"kenapa?". tanya Justin
"seperti mimipi".jawab Namira
Justin tersenyum dan membalikkan tubuh istrinya menghadap dirinya. lalu mencium keningnya. dan mencubit kecil kedua pipinya.
"awww. sakit kak". pekik Namira
"berarti bukan mimpi".kekeh Justin
"mandi bareng yuk". bisik Justin ke telinga istrinya
Namira mendengar kata kata dari suaminya. langsung bergidik geli. dan ia buru buru kabur dari hadapan suaminya. masuk ke kamar mandi dan mengunci dirinya disana.
Justin tersenyum geleng geleng kepala melihat tingkah polos istri kecilnya.
Namira membasahi dirinya di bawah shower hangat. ia tersenyum merona mengingat perlakuan suaminya. beberapa menit kemudian Namira menyelesaikan ritual mandinya ia keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe serta lilitan handuk di kepalanya yang semakin tampak lehernya yang putih mulus.
__ADS_1
sedangkan Justin tanpa mandi sudah merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Namira yang melihat sang suami belum mandi dan langsung tertidur menghampirinya.
niat di awal ingin membangunkan sang suami agar mandi dulu tetapi karena begitu terpesona melihat ketampanan suaminya ia hanya memandanginya lama.
lalu Namira mencoba mendekatkan bibirnya untuk menyentuh bibir suaminya. sekali kecupan ia daratkan. ketika ia ingin mengangkat kepalanya kembali. dua buah tangan menahan kepalanya dan sedangkan tangan yang satunya memeluk pinggangnya erat.
Namira mencoba memberontak. tetapi kedua tangan tersebut semakin erat memeluknya. bahkan ciuman tersebut semakin dalam.
akhirnya ia pasrah jika saat ini ia dikerjai oleh suaminya. Justin yang merasakan jika istrinya telah pasrah dalam permainannya. ia pun semakin antusias dalam ciuman tersebut bahkan ia membawa tubuh istrinya ke atas ranjang dan mengungkungnya di bawah tubuhnya. ia melihat istrinya telah merona karena malu. jantung mereka pun sama berdegupnya.
"kak".panggil Namira pelan
"ya".jawab Justin
"kakak belum mandi".ucap Namira pelan
"nanti sekalian". jawab Justin dan ia semakin menggebu hasratnya untuk terus melanjutkan ciuman yang sempat tertunda. ciumannya kini turun di leher istrinya. ia menghirup harum tubuh milik istrinyya tanpa jeda.
bahkan kedua tangannya ikut bergerilya di bagian bagian sensitif milik istrinya.
"mmmhh.. ". ahhh... kak... " desah Namira pelan. tapi begitu sexy terdengar di telinga Justin.
akhirnya Justin menatap mata istri kecilnya yang sendu
"boleh kakak lakukan sekarang? ". pinta Justin lembut.
Namira mengangguk pelan. akhirnya tanpa hitungan menit. mereka berdua telah sama sama polos tanpa sehelai benangpun menutupi mereka.
Justin merentangkan kedua kaki istrinya dan memasukinya dengan lembut. sedangkan bagi Namira selembut apapun perlakuan Justin padanya tetaplah ia merasakan sakit untuk pertama kalinya.
Justin tau istrinya begitu tidak nyaman dengan kondisinya saat ini. ia mencium lembut bibir istrinya agar istrinya terbuai dengan ciuman tersebut.
ketika dirasa istrinya sudah mulai tenang bahkan Namira memeluknya begitu erat. di situlah Justin meneruskan aksinya menerobos masuk pintu yang berkali kali ia coba terobosi tadinya.
"akh.. sakit kak.. "pekik Namira seraya meneteskan airmatanya.
Justin menjeda sesaat dengan membiarkan penyatuan tersebut. Justin mengusap air mata Namira dengan ibu Jarinya.
"tenang. habis ini kakak pelan pelan". ucap Justin menenangkan istrinya kembali. dan mengecup keningnya
akhirnya Justin memulai kembali apa yang tertunda. ia begitu menikmati tubuh istrinya. ini adalah hal kedua yang ia rasakan mencicipi keperawanan seorang gadis setelah dua tahun lamanya.
__ADS_1
hampir satu jam bergelut dalam kemesraan dan kenikmatan akhirnya suami istri tersebut mendapatkan kisah malam pertamanya dengan cinta dan kasih sayang.