
# selamat membaca....
satu bulan kemudian...
ting.
sebuah pesan masuk ke ponsel Cindy. Cindy membuka dan membacanya. matanya membulat sempurna tatkala ia membaca sebuah email yang masuk. dimana email resmi tersebut menyatakan dirinya telah di terima di tahap awal sebagai karyawan di salah satu perusahaan kimia yang berada di luar Jakarta.
Cindy di minta untuk menghubungi pihak HRD agar bisa mendapatkan info lebih lanjut mengenai pekerjaan tersebut. Cindy pun dengan segera menghubungi bagian HRD dari calon perusahaan tempat ia bekerja nantinya.
beberapa saat kemudian akhirnya Cindy di minta untuk melakukan tes wawancara secara langsung di perusahaan tersebut, dengan jadwal yang telah di tentukan.
besoknya...
hari ini jadwal keberangkatannya ke daerah Jgj untuk melakukan tes wawancara. Cindy hanya membawa barang barang yang di perlukan saja. karena jika pun ia lulus tes dan di pastkan bekerja di kota tersebut. ia akan kembali ke Jkt untuk mengambil barang barangnya yang lain. dan sekalian berpamitan pada ibu kostnya.
...----------------...
Andra singgah ke kafe favoritnya. meskipun kini suasana nya telah berbeda, karena tanpa satu sosok yang selama ini selalu saja ia perhatikan dari kejauhan.
"eh bang Andra. apa kabar?". sapa pemilik kafe yang telah melihat Andra dari kejauhan lewat dinding kaca kafenya.
"baik". sahut Andra seraya tersenyum.
"seperti biasa ya? " Andra langsung memesan kopi kesukaan nya.
"oke bang". sahut sang pemilik kafe yang merangkap sebagai barista tersebut.
Andra pun berlalu untuk mengambil tempat duduk favoritnya yang menghadap ke jalanan di mana bersebrangan dengan halte yang biasa Jasmine singgahi untuk menunggu bis kota.
ia menyulut sebatang rokok favoritnya.mengisapnya dalam dan mengeluarkan asap putih dari mulutnya, seraya memperhatikan setiap sudut jalanan dan juga orang orang yang berlalu lalang di atas jalan raya tersebut. semua memang masih terlihat sama jika di lihat secara umumnya.
tetapi bagi Andra pribadi. kali ini semua telah berbeda jauh. tak ada lagi sesuatu hal yang istimewa membuat ia tertarik untuk di jadikan objek perhatian nya.
Hampa. itu yang di rasakannya kini. jika sebelumnya ia selalu tersenyum senang jika melihat Jasmine di setiap senja. tetapi kali ini. hanya sepi dan kopi yang menemaninya kembali dalam hari hari di kesendiriannya yang sudah mulai terasa sunyi.
udah lama ga singgah bang. kemana aja bang?". tegur sang pemilik kafe yang mengantarkan kopi pesanan Andra.
"sibuk. banyak kerjaan numpuk abis cuti. terus rapat dadakan ke luar kota. kenapa?". kangen ya? ". sahut Andra seraya sedikit bercanda.
"hehehe iya bang". sahut si pemilik kafe yang biasa di panggil Romi.
"cih. kangen sama aku nya atau sama saweran nya". seloroh Andra.
__ADS_1
"hahaha itu iya juga bang". balas Romi dengan ikutan bercanda.
dan suasana tadinya hening akhirnya sedikit berisik dengan candaan dan kekehan keduanya.
"bang". panggil Romi.
"mmm. ada apa". sahut Andra yang sedang asyik menyeruput kopinya.
"waktu abang tak ada. ada cewek cantik yang selalu nanyain abang tiap kali dia nongkrong di sini". ucap Romi.
"siapa? ". tanya Andra seraya mengernyitkan dahinya.
"alah mak. lupa pulak ku tanyak namanya". sahut Romi.
"tapi sebelumnya aku pernah lihatlah abang ngobrol sama dia sebentar". ujar Romi yang coba mengingat kenangannya kembali.
Andra memutar kembali memory sebelumnya. seingatnya ia tidak pernah mengobrol dengan perempuan manapun di kafe ini selain gadis yang meminta produk nya untuk di jadikan bahan skripsinya. dan ia juga temannya Jasmine.
"Cindy? ". sahut Andra mencoba membantu Romi.
"iya kayaknya bang. cewek cantik yang bule itu namanya Cindy ya bang? ". tanya Romi untuk meyakinkan jawabannya kembali.
"iya. jadi dia yang sering kemari kalau aku tak ada? ". tanya Andra.
"cih. ada ada aja kau. main tebak tebak an pulak lagi. mungkin dia itu cuma nongkrong biasa sambil chatingan minum kopi. biasalah cewek jaman naon.". sahut Andra.
"kita pikir dia jomblo.eh ga taunya, itu lakiknya orang luar negri. kitanya aja yang pikir dia jomblowati, karena sering menyendiri. ga tau nya besok udah mau nikah. ya ga? ". lanjut Andra.
"hehe iya juga ya bang". kekeh Romi.
"berarti abang gitu juga dong. diam diam punya cewek di luar sana". terka Romi.
"ada".sahut Andra.
"cantik lah ya bang. ada fotonya. boleh lah ku liat". kepo Romi.
"boleh". sahut Andra.
lalu ia menunjukkan sebuah foto di galerinya. ia menunjukkan seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik.
"nih. cewek aku yang paling cantik yang ga bisa aku berpaling untuk perempuan mana pun". ujar Andra seraya memperlihatkan foto ibunya sendiri.
"ahh abang ini bisanya bercanda. aku serius bang". sahut Romi dengan mimik muka meng iba.
__ADS_1
"tak ada Rom. aku sampek sekarang tak punya cewek lain selain ibuku sama kakakku". sahut Andra.
"carik lah bang. masa abang kalah sama anak laki yang itu tu". ujar Romi seraya menunjukkan pada sepasang muda mudi yang berboncengan di atas sepeda motor.
Andra melirik ke arah telunjuk Romi. lalu ia menatap Romi kembali.
"kau carikanlah satu. tak perlu terlalu cantik. yang penting baik hatinya. dan ibuku suka melihatnya. karena kalau ibuku sudah tak suka. mengomel dia nanti. aku juga yang pening". ujar Andra.
"hahaha.. betul juga tu bang. nanti lah kalau ada. jadi abang harus tunjukin ke ibu abang dulu tu cewek. baru abang mau buat pacaran". tanya Romi.
"mmmm. tak juga. kalau aku udah jatuh cinta pasti langsung ku nikahi. dan ga akan ku pacari". sahut Andra mantap.
"mantap bang". Romi mendukung perkataan Andra.
akhirnya sore itu perbincangan dua pria tampan yang sama sama menyandang status jomblowan. yang awalnya hanya sekedar basa basi untuk mengusir hati yang sepi ( meskipun bakalan menjadi tambah sepi jika sampai di rumah masing masing nanti) menjadi obrolan senja yang menjadi pengisi di kala suasana awalnya biasa saja menjadi luar biasa bagi mereka. tetapi bagi kita yang udah nikah yah tetap biasa. 😂
...----------------...
di bandara..
Cindy mengambil jadwal penerbangan malam. agar sesampainya di Jgj ia bisa beristirahat sejenak dan terlihat fresh jika melakukan sesi wawancara.
dalam masa boarding. selain memainkan ponselnya, Cindy memperhatikan keadaan sekitar. kini penampilan Cindy semakin berbeda dengan menggunakan kacamata baca. ia hanya ingin menghindari dari orang orang yang mengenal dirinya.
ketika Cindy memperhatikan orang orang yang berlalu lalang. tiba tiba netranya menangkap seorang sosok yang mirip dengan temannya yang menghilang beberapa bulan lalu.
"Jasmine". gumamnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
berikan dukungan kalian untuk novel ini. berupa
like
vote
komen
rate
favorit
terima kasih
__ADS_1