Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
Cinta wajib di ungkapkan


__ADS_3

sebulan berlalu sejak Namira dan teman temannya menyelesaikan tugas Praktek kerja. mereka kembali ke sekolah. dan bersiap untuk ujian semester ganjil.


sementara Namira yang masih kepikiran tentang rencana tante Mona mulai bimbang. bukannya ia tidak ingin menikah dengan pria yang ia cintai. hanya saja ia masih ragu di tambah ia melihat sikap kak Justin kepadanya hanya sebatas melindungi sebagai adik. bukan kekasih. kak Justin tidak pernah menyatakan cinta selama lebih sebulan mereka berpacaran. bahkan mereka berpacaran kerena Namira yang memintanya.


fb off


"kak..."panggil Namira pelan.


saat mobil berhenti tepat di depan rumahnya. Justin bersiap turun mengantar Namira masuk ke dalam rumah.


"ya..ada apa"?.tanya Justin yang menghentikan tangannya untuk membuka pintu.


" kakak mau ga jadi pacar aku"?. tanya Namira pelan. tetapi itu cukup terdengar jelas di telinga Justin


Namira melihat Justin terdiam dan hanya tersenyum padanya.


" ya udah ga apa apa kalau ga mau" Namira melanjutkan kata katanya sambil tersenyum samar dan bergegas turun.


"Aku mau".jawab Justin.


Namira yang sudah membuka pintu mobil terdiam.


"kita pacaran sekarang".lanjut Justin tersenyum


Namira tersenyum senang. ia melangkah masuk rumah dengan hati yang berbunga bunga.


fb on


ting. pesan masuk ke ponsel Namira


"pulang sekolah jangan kemana mana. kakak jemput bentar lagi".justin


"iya".Namira


Giska yang sedari tadi melirik Namira mulai kepo


"ehmm.. dari siapa sih. sepertinya penting amat? ".


"ga ada kok. cuma dari operator telpon. biasa promo promo an". dusta Namira.


karena ia masih merahasiakan hubungannya dengan Justin. lantaran ia belum terbiasa menunjukkan pada teman temannya jika ia punya pacar.


apa lagi Justin seorang Ceo terkenal yang umurnya terpaut jauh hampir tiga belas tahun darinya. ia masih belum begitu percaya diri mengimbangi Justin yang tampil wibawa dan di segani.

__ADS_1


sementara ia masih pecicilan bahkan bertingkah manja seperti remaja kebanyakan. apalagi dalam kurun waktu dekat setelah selesai sekolah tante mona menyuruh mereka agar segera menikah. ia semakin frustasi karenanya.


ia takut tidak bisa mengimbangi Justin yang dikatakan sempurna oleh kebanyakan para wanita di kantornya atau pun klien kliennya.


...****************...


"kenapa diam aja dari tadi?". tanya Justin penasaran sesaat melirik Namira di sampingnya. seraya terus fokus dengan setirnya.


Namira menggeleng pelan. tetapi Justin melihat lain dari sikap Namira. ia segera menepikan mobilnya


"kok berhenti disini. memang mau ngapain"?. tanya Namira penasaran


Justin membuka safe bealtnya dan menghadapkan tubuhnya ke Namira "katakan ada apa"?. tanya Justin kembali


"mengenai pernikahan"?. kakak bakalan ijinin kamu kuliah setelah kita nikah. tapi cuma di dua tempat yaitu disini dan di Jkt." lanjut Justin


"hah.. kalau aku ga lulus dua duanya gimana"?. tanya Namira pesimis


"memangnya kalo kuliah harus di perguruan Negeri. perguruan yang di swasta juga ga kalah bagus dari yang Negri sekarang ini". lanjut Justin


"oke.?" deal"? tanya Justin


"hmmmm" . gumam Namira. sebenarnya bukan masalah perkuliahan yang dia pikirkan. tetapi sikap dan perasaan justin yang sesungguhnya yang ingin ia pastikan.


"ya". jawab Justin yang sedang mencoba memasang kembali safebealtnya.


"sebenarnya perasaan kakak sama aku gimana"?. Namira bertanya dengan hati hati


Justin yang mendengar kalimat tersebut. terdiam. dan membatalkan memasang safebealtnya kembali.


"kakak cinta ga sama aku"?. tanya Namira kembali seraya menggigit bibir bawahnya. hatinya ketar ketir melihat expressi Justin yang terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu.


Justin tersenyum dan tertawa pelan. sementara Namira mulai cemberut dan memalingkan wajahnya ke sisi kiri memandang keluar dari jendela mobil.


hatinya mendadak sakit melihat Justin seperti ini. ia merasa dirinya seperti perempuan yang mengemis cinta. sedari awal yang minta pacaran sampai menanyakan perasaan pun dirinya.


sementara Justin yang mendengar pertanyaan Namira membuat hatinya menggelitik. ia tertawa karena merasa lucu karena apa yang dilakukan selama ini demi Namira. waktu tenaga dan pikiran dari waktu ke waktu ia selalu memikirkan gadis kecilnya.


rasanya aneh bagi dirinya jika Namira bertanya kembali mengenai perasaannya. hanya karena ia tidak pernah mengungkapkan kata kata yang sering diungkapkan Oleh pria kebanyakan. terlebih jika kata kata tersebut baginya pribadi mengandung bullshit alias omong kosong jika tanpa dibarengi pembuktian.


Justin melihat Namira yang cemberut. memberhentikan tawanya. ia menatap Namira dan bertanya "apa harus di jawab?"


Namira yang mendengar kalimat tersebut, sontak melihat Justin dan bertanya dengan satu kata "jadi????".

__ADS_1


"cihhh.. apa selama ini kamu ga merasa apa yang kakak lakukan itu semua demi kamu?". apa harus dengan kata kata lagi"?. memangnya perbuatannya ga bisa mewakili dari kata kata apa?? !" tanya justin


"tindakan aja ga cukup kak"?.ga semua ngerti"? bisa jadi yang di lakukan dalam menunjukkan perhatian di maknai berbeda oleh yang menerimanya". jelas Namira


"maksudnya??"tanya Justin tak mengerti


Namira menarik napas dalam dan kembali bertanya" yang kakak lakukan selama ini ke aku sebagai apa"??? " cuma pacar"?? tanpa ada rasa cinta?? ".


"aku merasa yang kakak lakukan ke aku karna hanya sebagai bentuk tanggung jawab untuk memenuhi janji kakak ke aku". Namira berkata pelan


"karna jika kakak memang bener mencintai aku sebagai pacar. kakak ga akan memperlakukan aku sama seperti bocah SD". kakak pasti bakalan mem.....


Namira terpaksa menghentikan kata katanya karena Justin membungkam mulutnya dengan bibirnya secara tiba tiba..


Namira terdiam membisu kehilangan kata katanya. ia begitu terkejut dengan perlakuan manis kak Justinnya.


Justin menyudahi ciumannya dan menatap Namira dalam. dan tersenyum tipis


"apa ini cukup mewakili dari kata kata? " apa harus di ungkapkan lagi? "tanya Justin pelan tanpa melepas tatapannya dari Namira.


Namira mengangguk pelan dan terus menundukkan matanya ke bawah. ia tidak berani menatap ke arah mata Justin yang sedang menatapnya secara intens.


Justin menangkup wajah Namira yang bersemu merah dan mencium kening Namira lamaaaa dan dalam. dan menatap Namira kembali dengan senyumnya


"I love you .....my Ochi. from yesterday. today and tomorrow. even to forever".Justin menyatakan perasaan cintanya untuk gadis kecilnya, seperti yang di minta.


Jantung Namira berdegup kencang. perasaan hatinya melayang entah kemana. ia mendengar sebuah kalimat yang ingin di dengarnya dari kak Justinnya. ia menatap Justin dengan hati yang berdebar.


"puas"? tanya Justin. Namira mengangguk pelan.


"ada lagi"?. tanya Justin kembali. ia ingin gadis kecilnya kembali ceria dan terpuaskan.


Namira menggeleng pelan. Justin kembali memegang setirnya dan menstarter mobilnya. dan melaju dengan kecepatan sedang.


Namira yang menyadari jika mobil yang ditumpanginya melewati jalan masuk rumahnya, langsung melihat ke arah Justin


baru juga ia mau membuka mulut


"sekarang temani kakak makan ya?udah nahan laparnya dari tadi." sambar Justin dan mengedipkan matanya sebelah ke Namira. lalu kembali fokus menyetir.


...****************...


jangan lupa like komen n votenya untuk yang nulis. biar semangatt buat nge up..

__ADS_1


__ADS_2