
"puff.. melelahkan" keluh Cindy.
ia berdiri seraya memutar kekiri dan kekanan tubuhnya untuk merenggangkan otot ototnya yang di bawa mondar mandir sedari pagi hingga siang hari ini.
hampir dua minggu Cindy mondar mandir antara meja pengunjung dan dapur hanya untuk mengantarkan pesanan pelanggan yang datang berkunjung di kafe yang berjarak dua blok dari kost kost an Cindy.
Cindy terpaksa menerima pekerjaan di mana ada kesempatan untuk bisa menghasilkan uang. ia pikir dengan bermodalkan ijazah sarjana nya akan mudah mendapatkan pekerjaan yang layak di ibu kota. tetapi hal ini sangat berbeda jauh dari yang di bayangkan dan di harapkan.
Cindy bener bener harus berjuang untuk bisa bertahan hidup di kota ini sendiri. jika saja ia mau banyak tawaran untuk menjadi sugar baby atau sebagai wanita yang di jadikan istri siri dari laki laki yang kekurangan stok pelampiasan birahi mereka. apa lagi ia termasuk kategori yang diidamkan banyak lelaki.
seperti pertama kali ia bekerja di kafe ini, begitu banyak yang menggodanya. karena hanya ingin meminta nomor ponsel Cindy. tetapi Cindy tak menggubris mereka. karena ia tau mereka meminta nomor ponselnya hanya karena melihat dirinya cantik. lalu besoknya mengajaknya jalan jalan dan seterusnya berkencan. yah begitulah lelaki.
jikapun ada yang menawarinya bekerja paling hanya sebatas Sales Promotion Girls untuk menarik minat pelanggan, khususnya lelaki yang suka menghambur hamburkan duitnya hanya demi kesenangan semata. dan ujung ujungnya juga mengajaknya kencan hanya karena melihat dirinya cantik dan sexy.
namun bukan itu tujuannya kabur dari rumah dan pernikahannya. ia hanya ingin membuktikan kalau ia bisa menjadi wanita mandiri. tanpa embel embel status anak atau istri dari seorang yang konglomerat.
"Cin". panggil pemilik kafe.
"sebelum ganti shift. lu olang tolong beresin dapur dulu. cuci piringnya sebelum pulang". titah si bos yang di panggil Akoh tersebut.
"iya bos". sahut Cindy.
ia melihat jam dinding yang menunjukkan satu jam lagi pergantian shift. ia segera menuju dapur menuju ke tempat dimana piring piring kotor menunggu dirinya untuk di cuci.
satu jam terlewati hingga akhirnya tugas hariannya pun selesai di hari itu. besok pagi ia pun akan melakukan hal yang sama. ia permisi pulang kepada pemilik kafe setelah menerima upah mingguannya.
Cindy berjalan kaki menuju kost kost an nya. seraya melihat lihat barang barang yang di tampil dalam etalase toko. ia singgah di mini market sebentar sekedar untuk membeli barang barang kebutuhan sehari harinya.
setelah membayar di kasir baru juga ia melangkah keluar dari mini market tersebut. ia melihat salah satu bodyguard dan asisten papanya yang lain tak jauh dari hadapannya. Cindy segera membalikkan badannya masuk kembali ke mini market. dan bersembunyi di antara rak rak barang dagangan mini market tersebut.
__ADS_1
"gawat. kok bisa sih?? orang orangnya papa disini". bathin Cindy.
"Cindy??". seseorang memanggilnya dari arah belakang.
Cindy menoleh kebelakang dimana suara itu berasal. seorang karyawan laki laki yang bekerja di mini market tersebut membungkuk kan badannya.
"kamu Cindy kan? " . tanya lelaki tersebut.
"kamu kok tau nama saya? ". tanya Cindy penasaran.
lalu ia menunjukkan ponselnya. seketika itu juga, Cindy melebarkan kelopak matanya. ia tidak menyangka jika nama dan fotonya sekarang masuk dalam daftar pencarian orang hilang. dan kini telah tersebar satu indonesia tentang dirinya. orang yang tadinya tak mengetahui apa pun tentang Cindy, kini jadi mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya.
"ya tuhan...papa. bikin malu anaknya aja sih". bathin Cindy yang seraya menggigit pelan bibirnya yang berwarna soft pink tersebut.
...----------------...
dua minggu yang lalu...
Darmawan tak bergeming. ia tertunduk lesu . fikirannya terlalu lelah memikirkan mengapa dan bagaimana Cindy bisa kabur. dan juga dimana keberadaan Cindy sekarang.
"siapa yang mempengaruhi nya?" apa ada laki laki lain yang dia pacari selain aku Darma? ". tanya Alex seraya merapatkan gigi giginya.
"katakan Darma. jangan diam saja. aku butuh penjelasan mengenai hal ini!! ". bentaknya.
"tidak ada Lex. tidak ada. aku selalu mengawasi anakku setiap jam. tidak ada laki laki yang mendekatinya. ku pastikan itu". sahut Darmawan mantap.
"hah!. lalu kenapa dia kabur. seharusnya saat ini kalian sudah berada di itali". ujar Alex.
"aku akan mencari tau. dan aku akan menemukan Cindy bagaimana pun caranya. dan membawanya ke pelaminan bersamamu". sahut Darma berjanji.
__ADS_1
Alex menoleh tajam ke Darma.
"tepati itu. jika tidak . tak ada pengampunan Darma. karena kalian sudah membuat aku dan keluargaku malu dengan berita ini". ancam Alex dan segera pergi dari rumah keluarga Cindy.
sepeninggalnya Alex dari rumah mereka. Darma menelpon asistennya untuk terus melacak keberadaan Cindy.
"bagaimanapun caranya temukan Cindy sekarang. segera bawa pulang!!". titahnya kepada bawahannya tersebut.
ia menutup ponselnya. dan menendang kursi sofa yang di dudukinya tadi.
"anak ga tau di untung!. bikin nyusahin orang tua saja". dumelnya.
...----------------...
pencarian menghilang Cindy terus dilakukan. bukan hanya keluarga Cindy, teman teman Cindy. bahkan Alex sendiri juga ikut turun tangan mengenai hal ini.
"cari semua tempat di mana ia kemungkinan bersembunyi. cari informasi mengenai twman teman yang dekat dengannya". titah Alex ke anak buahnya.
mereka yang berdiri di hadapan Alex pun langsumg mengangguki perintah dari bossnya. maka sejak saat itu usaha pencarian pun di lakukan dengan berbagai cara.
bahkan mereka juga memasang foto dan nama Cindy lengkap lalu menyebarkan di seluruh kota dan desa berbentuk sayembara. mereka juga mempostingnya di akun DPO hilang alias Daftar Pencarian Orang Hilang. sehingga bagi mereka yang menemukan atau mengetahui keberadaan Cindy akan di beri imbalan jasa berupa uang yang di tentukan dalam sayembara tersebut.
maka kini tanpa di sadari Cindy. tiga hari yang lalu orang orang yang berada di sekitar Cindy pun mulai menaruh curiga terhadap Cindy. mereka terus memperhatikan gerak gerik Cindy hingga beberapa orang yang benar benar yakin itu adalah Cindy mulai menghubungi operator yang di jadikan info kontak di selebaran tersebut.
yah seperti inilah nasibnya sekarang tanpa ia mau untuk menjadi terkenal, ia pun menjadi viral di dunia maya dan nyata.
"ahh sial banget sih". gumamnya pelan.
"bukan ahh. itu bukan aku mas. mas salah orang". dusta Cindy seraya celingak celinguk melihat keadaan di sekitarnya.
__ADS_1
Cindy segera keluar dari mini market begitu keadaan aman. ia tak menyangka jika selebaran yang di tempelkan sepanjang jalan yang merusak pemandangan benar benar adalah tentang dirinya yang menghilang lebih dari tiga minggu yang lalu...