Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
Jasminka


__ADS_3

Jasmine dan Retha bersiap siap untuk berangkat ke Jkt. melanjutkan apa yang di janjikan Satria sebelumnya.


jika sebelumnya mereka berangkat berempat dengan Rendi tetapi seminggu sebelum keberangkatan, Rendi membatalkan ikut. karena dijadwalkan sidang skripsi yang di majukan oleh Juri. yang akhirnya mau tak mau jadwal urutan pendaftaran sidang pun berpengaruh ke Rendy yang telah menyelesaikan skripsinya dan mendaftar lebih dulu.


"aku ingin sekali ikutlah". ujar Rendi tiba tiba ketika mereka bertiga berdiskusi di kantin.


"ikutlah. terus kau lewatkan sidang kau itu. ". balas Retha.


"janganlah. sayanglah mamakku. nangis nangis nanti kalau aku harus nunggu lagi". sahut Rendi


Jasmine dan Retha tertawa kecil.


"anak baik. semoga ke depannya kamu jadi orang sukses. bisa membahagiakan orang tuamu". Jasmine berucap dengan jarinya.


"Aamiin.. baik kali kawanku inilah. tak seperti kau Retha. kasih saran yang tak bagus". ucap Rendi


"aku bercandanya. tak mengerti apa bahasaku tadi. kau bilang tadi mau ikut kami ke JKT sama pak Satria. tetapi jadwal kau sidang bentrok pula sama jadwal persentasi kita yang di sana. jadi macam mana mau ku bilang lagi bung". omel Retha.


"iya maaf nona. jangan marah marahlah. kau nanti cepat tua. nanti tak ada yang mau sama kau". balas Rendi


Jasmine tertawa kecil dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah temannya.


Cindy dan Mery muncul tiba tiba dengan muka yang di tekuk.


"kenapa? ". tanya Jasmine


"biasalah. harus Revisi sana sini. pada hal sudah ku bilang data analisa nya salah. sudah ku sarankan ke Cindy. balik lagi ke perusahaan itu. minta tolong kalau bisa jumpai Ceo atau wakilnya langsung". Keluh Mery


"punya kamu itu masih itungan mudah. tapi aku??? " keluh Cindy.


"coba minta bantu sama pak Satria. biar bisa dapat ijin. minimal dari wakil perusahaannya agar beliau mau ngasih data realnya. minimal kisi kisi nya.


"memangnya pak Satria mau bantuin kita. ntar dikira kita nepotisme, Jasmine? ". tanya Cindy


"ya di coba dulu lah". sahut Jasmine menenangkan.


dua hari kemudian...


Jasmine menemani Cindy menemui seseorang yang ikut berpengaruh di perusahaan ini.


"mari masuk dek. sudah di tunggu sama bapak di dalam". sang sekretaris berkata.


mereka pun masuk setelah di persilahkan oleh sekretaris yang menggunaakan hijab grey senada dengan setelan kerjanya.

__ADS_1


di dalam ruangan, untuk pertama kali dalam hidupnya. Cindy terpana dengan ketampanan seorang pria yang masih terus sibuk dengan laptopnya.


selama hidupnya belum pernah ada seorang pria manapun, bahkan dengan tunangannya sendiri hasil dari perjodohan paksa dari orang tuanya. membuat hatinya berdegup seperti yang ia rasakan sekarang ini.


pria tersebut melirik sesaat ke arah cindy yang terus mematung di hadapannya.


"silahkan duduk. ga capek apa berdiri terus". Tanya pria tersebut yang tetap sibuk dengan laptopnya.


"ma..ma af pak". sahut Cindy tergagap. lalu menarik sebuah kursi untuk di dudukinya, diikuti Jasmine.


"jadi..apa yang bisa saya ban...... tu". sapa pria tersebut dengan terbata.


entah mengapa siang yang begitu mumet ini ia seperti mendapat doorprize istimewa setelah lelah dengan pejerjaan yang menumpuk. ia terhenyak melihat dua orang gadis yang cantik dalam keunikan yang berbeda. dimana yang satunya cantik dengan rambut coklat terang. selaras dengan kulitnya yang putih nan mulus. di barengi bola mata yang berwarna biru. ia terlihat seperti gadis blasteran indo itali.


sedangkan yang satunya gadis manis blasteran Asia selatan yang memiliki kulit coklat terang bahkan cenderung ke kuning langsat. mereka berdua sama sama berhidung mancung dan berbulu mata lentik. hanya saja penampilan mereka yang berbeda. jika wajah yang seperti bule terlihat imut dengan ikatan rambutnya yang terlihat jelas leher jenjangnya yang mulus.


sedangkan gadis yang satu lagi terlihat seperti orang arab dengan hijabnya yang berwarna salem, senada dengan tuniknya.


yang membuat pria itu tersenyum dengan hati yang berbunga adalah karena seorang gadis yang berhijab tersebut. gadis yang selalu ia pandangi dari seberang jalan ketika senja hari tiba. gadis yang hingga kini tidak bisa ia ambil fotonya barang sedetikpun. gadis yang selalu saja membuat ia penasaran akan pribadi gadis tersebut.


"saya Cindy pak. ini teman saya Jasmine. saya yang menggunakan produk bapak untuk skripsi saya tempo hari". Cindy membuka suara.


"jadi kamu yang bernama Cindy Allesia Harahap". tanya pria tersebut yang bernama Andra Airlangga. wakil ceo dari Kehl Bio company cabang Mdn, seraya memperhatikan sebuah berkas.


"sebenarnya data perusahaan itu mutlak menjadi rahasia kami. kami pun sudah mengijinkan kamu untuk meneliti produk kami. tetapi karena kamu muridnya Satria, dan juga selama proses penelitian di sini, kamu menunjukkan kemauan dan usaha yang keras. serta mengikuti prosedur perusahaan ini". Andra menjeda kalimatnya.


ia mengambil amplop kuning dan menyerahkan ke Cindy.


"fine. kamu boleh memiliki ini. dengan syarat". Andra menjeda kembali kalimatnya.


ia mengambil beberapa lembar kertas dan meletakkan diatas amplop kuning tadi dan mendorong pelan ke arah Cindy.


"kamu baca dulu. lalu segera tanda tangan jika merasa tak keberatan". lanjut Andra.


Cindy mengambil dan membaca kertas kertas tersebut dengan seksama. lalu menunjukkan ke Jasmine.


"tanda tangan aja. kan kamu cuma buat kebutuhan skripsi bukan menjual tulisan kamu". saran Jasmine menggunakan Jarinya.


Cindy yang ingin perbincangannya menjadi rahasia dengan temannya. tanpa wakil ceo itu tau apa yang mereka perbincangkan, dia pun ikut ikutan menggunakan jarinya.


alhasil tentu saja membuat Andra mengerutkan keningnya dan menjadi tambah penasaran tentang perbincangan mereka.


"aissshh.. mereka berdua ngomong apa sih. kok gue berasa di congek in sama ni bocah". bathin Andra menggerutu.

__ADS_1


setelah perdebatan di antara dua gadis tersebut selesai. Andra kembali bertanya dengan gemas kepada mereka berdua. terlebih ke pada Cindy.


"jadi gimana?. mau di lanjutkan tidak? ". tanya Andra seraya melirik Jasmine.


karena ia masih penasaran kepada Jasmine apa lagi tentang kondisinya yang tanpa sengaja Andra baru saja mengetahuinya


"iya.. pak.. saya akan lanjutkan". jawab Cindy mantap setelah mendapat masukan dari Jasmine.


"oke. tanda tangan disini". balas Andra sembari menunjukkan tempat yang harus di tanda tangani oleh Cindy.


Cindy menyelesaikan tanda tangannya. lalu Andra menyerahkan Amplop yang berisi kisi kisi data dan file milik perusahaan. tentu saja setelah perundingan bersama antara dirinya dan dua sahabatnya. yang memegang Andil terbesar dalam pembangunan perusahaan ini. karena bagaimanapun hidup matinya perusahaan tergantung dari kinerja mereka bertiga, meskipun di belakangnya mereka di dukung penuh oleh tim tim mereka yang solid.


"pak maaf.. tadi pak Satria menyerahkan ini untuk bapak. beliau belum bisa kemari katanya. karena masih sibuk di kampus dan pabrik". Jasmine menyerahkan amplop kuning dan selembar kertas yang bertuliskan tangan Jasmin.


Andra mengernyitkan dahinya. ia mengambil, membuka dan membaca isi amplop tersebut.


ia melihat ke arah Jasmine.


"jadi kamu juga bagiam dalam tim Satria mewakili perusahaan ini? ". tanya Andra penasaran.


Jasmine menganggukkan kepalanya. Andra tersenyum. itu berarti peluang ia mendekati Jasmine semakin terbuka.


"kami berangkat lusa pak". tulis Jasmine kembali


Andra menarik sudut bibirnya. ia menandatangani satu kertas dan menyerahkan kembali ke Jasmine.


"bilang sama Satria. seluruh akomodasi sudah di urus oleh perusahaan. jadi kalian tinggal berangkat". Jelas Andra


"baik pak. kami permisi". tulis Jasmine kembali.


"oke". balas Andra.


Jasmine dan Cindy pun bangun dari duduknya. mereka ijin permisi dan keluar dari ruangannya.


"tunggu". Andra menahan lengan Jasmine. sementara Cindy telah keluar dari ruangan tersebut.


"nama kamu siapa? ". tanya Andra seraya menatap netra Jasmine yang hitam pekat tersebut.


Jasmine mengambil secarik kertas yang memang selalu disediakan olehnya. untuk keadaan mendesak seperti inilah. ia terpaksa menggunakannya. ia menulis satu kata disana yaitu namanya


..."Jasminka"...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


jangan lupa buat nge like, vote dan komen nya ya????.


__ADS_2