
semenjak malam pergadangan mereka dan saling curhat dan juga saling menasehati. meskipun kebanyakan semua tentang perasaan Cindy.
Cindy semakin menjadi galau. satu sisi nasehat nya Merry ada benarnya. tetapi ia juga teringat tentang kata kata Retha.
"Jasmine saja yang tidak memiliki suara mampu membuktikan kepada dunia jika dia juga punya cita cita. dan mewujudkan keinginannya untuk menjadi yang terbaik".
"hmmm. kalau Jasmine bisa. masa aku ga bisa sih. bukannya aku ini cantik dan sexy. masa pak Andra ga bisa suka sama aku. masa harus si Jasmine sih. lagian kan si Jasmine udah ga ada. masa pak Andra harus nunggu si Jasmine yang ga jelas kabarnya". gumam Cindy yang memperhatikan dirinya sendiri di depan cermin kamarnya.
"apa aku harus batalin aja pernikahan ini ya?". gumamnya kembali.
Cindy mengalihkan pandangannya ke sebuah kalender dimana sebuah tanggal sengaja di lingkarinya.
"itu berarti pernikahannya sepuluh hari lagi".gumam Cindy pelan.
Dan itu berarti Cindy dan seluruh keluarga nya akan berangkat ke Italy tiga hari lagi. Cindy menarik dalam nafasnya. rasanya ada beban berat yang menumpuk di kepalanya saat ini.
...----------------...
di kediaman keluarga Retha.
seluruh keluarga sedang sibuk mengatur menu untuk para tamu yang akan hadir dalam jamuan lamaran bagi putri mereka satu satunya. semua merasa ikut bahagia. Retha yang sedang di dandani oleh MUA menjadi bulan bulanan candaan iseng dari abang dan adek kandung dari Retha.
"ciiih... akhirnya kawin juga anak mama. ku pikir kau tak laku kawin karena di kerengkengin terus sama mama". ujar Reza abang kandung dari Retha.
"apaan sih bang. buktinya aku laku juga kan". dumel Retha.
Tama yang baru nongol di kamarnya Retha langsung memberi komentar ketika melihat sang kakak yang tampil berbeda dari biasanya
"wiiiihhhh... cantik kali kakak aku ini. kayak putri ijo dia nya". puji Tama dengan candaan.
"hihihi... kau pikir kakak kau ini ratu pantai selatan pake kau bilang putri ijo segala". bantah Reza yang sebenarnya senang dengan candaan dari adek bungsunya.
"ahhh kalian ini.. memuji apa mengejek sih. kenapa tak enak kali ku dengar bahasa kalian itu". Retha mengomel sewot.
__ADS_1
sontak membuat abang adek itu menjadi terkekeh karenanya.
"Reza. Tama. kemari dulu sebentar.". si mama memanggil anak lajangnya dengan setengah berteriak.
"tu di panggil mama. udah gih sana". usir Retha.
"bilang saja kakak mengusir kita berdua". sahut si adek yang tau saja jika dirinya di usir si kakak.
"hahaha... kau tau saja dek". Retha menertawakan adeknya yang masih bocah SD tapi berlagak Dewasa itu.
"eee..jangan banyak kali gerak Tha. bisa rusak nanti ini. mana belum di pasang lagi eyelinernya. kamu ini ya lasak kali lah". protes si kakak kakak yang sebenarnya abang abang 😂.
"iya maaf kak". ujar Retha.
sementara si abang adek itu masih saja terkekeh mendengar si calon manten itu di omeli MUAnya.
"eee.. kalian berdua gih sana. itu di panggil sama ibu. anak lajang kepo banget sih urusan sama perempuan". ujar si kakak jadi jadian tersebut.
sementara si kakak jadi jadian menggelengkan gelengkan kepalanya heran melihat dua laki laki ajaib tersebut.
"kamu pastinya setiap hari di kacoin ya sama mereka berdua ya? . sabarrr ya? ". punya saudara cem gitu". ujar si kakak Jadi jadian.
"ya ampun dj emang kalau ketemu mereka. tapi mereka baik banget sebenarnya.". Retha membenarkan perkataan si MUA nya tetapi juga membela kedua saudara kandungnya tersebut.
satu jam kemudian...
keluarga Satria akhirnya tiba di kediaman Retha. dan langsung di sambut oleh keluarga Retha. mereka di persilahkan duduk. setelah berbasa basi akhirnya tiba jua proses acara lamaran kepada anak gadis satu satunya dari keluarga Syahrul Ramadhan lubis tersebut.
di saksikan imam kampung dan penghulu adat dari kedua belah pihak. maka proses pelamaran berjalan lancar. dan tanpa di duga acara pertunangan di lakukan saat itu juga. sehingga membuat kaget bagi tetangga sebelah rumah kaget, tetapi juga turut berbahagia.
Retha yang sudah duduk di sudut ruangan di hadapkan pada semua tamu. lalu di sandingkan oleh Satria yang terlihat gagah dalam balutan baju adat melayu tersebut. alhasil acara lamaran yang mendadak menjadi pertunangan serasa pernikahan.
yang akhirnya tanpa di sadari Satria ikut menyelutuk ke mamanya yang keturunan warga Jerman tersebut.
__ADS_1
"sekalian ajalah ma nikahnya. ga usah bolak balik lagi". ucap Satria setengah berbisik ke mamanya yang berada di sampingnya.
"husss. kamu ini. sabar dulu. satu satu". protes sang mama.
yang akhirnya terdengar oleh tamu dan membuat tertawa yang mendengar nya. sementara Retha sudah merona pipinya menahan malu karena celetukan dari calon suaminya.
sementara si papa juga ikutan tertawa geli mendengar kelakar dari putra satu satunya.
acara berjalan lancar dan khidmat. setelah proses pemasangan cincin dan penyerahan seserahan. dan juga kata kata penutup dari keluarga, akhirnya para tamu mengundurkan dirinya satu persatu setelah menerima bungkusan makanan untuk di nikmati dirumah.
tinggalah keluarga inti yang mengajak Satria ikut pulang bersama mereka. tetapi Satria tentu saja masih enggan pulang karena ia masih belum puas melihat Retha yang terlihat cantik dalam balutan adat yang sama dengannya.
"ayok. kita pulang dulu Tri". ajak si mama yang langsung menarik lengan si anak semata wayangnya.
"abang pulang dulu ya. besok abang jemput". bisik Satria di telinga tunangannya.
Retha tersenyum. dan mengangguk setuju.
setelah berpamitan kepada keluarga Retha akhirnya, keluarga Nasution tersebut meninggalkan rumah keluarga calon besan mereka.
seluruh keluarga Retha mengantar calon besan mereka hingga ke halaman depan rumah mereka. sementara Retha memandang Satria dari teras rumahnya hingga mobil mereka menghilang dari pandangannya.
"duh yang sedih di tinggal pulang. makanya cepat cepat di halalkan biar bisa dibawa perang kemana mana". timpal si abang yang berkata di tepat telinga adiknya.
Retha yang mendengar celotehan abangnya langsung melirik tajam ke arah si abangnya yang suka menjahili dirinya yang hampir setiap hari.
sedangkan si abang tak perduli dengan tatapan tajam si adek yang masih terlihat anak kecil baginya, ia pun ngeloyor pergi mengajak si adek bungsunya untuk ikut membantunya dalam membereskan rumah yang berantakan efek dari acara lamaran siang itu.
Retha yang di cuekkin mendengus kesal ke arah abang yang usil plus jahil. tetapi di hatinya terselip rasa bahagia dan bersyukur memiliki saudara seperti mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
jangan lupa like, vote komen ya. and rate juga
__ADS_1