
"apa??. di batalkan?!!. pekik semua yang ada di situ.
"sudah gila kau Cindy". Opungnya memarahinya saat itu juga.
sedangkan papa cindy sudah kehabisan akal dalam menghadapi Cindy yang tiba tiba menjadi pembangkang.
"Cindy. naik ke kamar kamu". titah sang papa
"pa??? ". Cindy memelas.
"papa bilang naik ke kamar kamu sekarang juga!!!". bentak si papa keras.
kali ini Cindy tak membantah. ia menuruti perintah sang papa. ia berjalan ke arah tangga dan naik untuk masuk ke kamarnya.
"kunci semua akses masuk dan keluar di rumah ini sampai keberangkatan kita ke Bandara besok pagi". titah sang papa kepada seluruh anggota keluarga yang hadir.
lalu ia beranjak meninggakan ruang keluarga tersebut dan masuk ke kamarnya, diikuti sang istri. begitu juga dengan anggota keluarga yang lainnya.
sementara Cindy menenggelamkan wajahnya di atas ranjang king size tersebut. air mata nya mengalir begitu saja. perasaannya begitu campur aduk saat ini. kecewa yang tadi sore ia rasakan semakin menumpuk menjadi rasa sedih yang tak terbilang.
ia mencoba menelpon Merry. tetapi tak satu pun panggilan nya di terima. ia mencoba menelpon Retha. dan saat itu juga suara Retha terdengar sumringah.
yang sebenarnya Retha baru saja menerima telpon dari tunangan dadakannya. mereka berdua baru saja selesai berteleponan ria. (yah namanya juga pasangan masih baru. jadi yah masih maruk maruknya 😃 ).
"hallo". sahut Retha terdengar bahagia di telinga Cindy
"kamu keliatannya seneng banget. kenapa? ". tanya Cindy.
"ohh ga. ga ada apa apa kok. kenapa Cindy? ". tanya Retha
"mmm. Tha, ada ga orang yang kabur dari pernikahannya?". tanya Cindy hati hati.
"ada". sahut Retha terdengar serius bagi Cindy.
"oh ya?". siapa? "tanya Cindy penasaran.
"kamu. hahahaha". sahut Retha dengan niat bercanda.
__ADS_1
"hah". Cindy terperangah mendengar ucapan Retha. karena sebenarnya yang ada di pikiran Cindy persis sama dengan tebakan Retha.
"aku bercanda Cindy. ya ga mungkin kamu lah. kamu ya mana berani berbuat nekat seperti itu. secara kamu tuh anak paling patuuuh sedunia". kekeh Retha.
tetapi tanpa di sadari Retha, bahwa ucapannya membuat perubahan pada Cindy. Cindy semakin bertekad untuk kabur dari pernikahan nya.
"hallo Cin... hallo... "panggil Retha karena merasa hening dari seberang ponselnya.
"ahh ya.. ta.. udah dulu ya.. udah malam". sahut Cindy yang langsung menutup telponnya.
"ok". sahut Retha.
Cindy mengingat kembali perkataan Retha yang terus menohok dirinya. bahkan juga yang pernah membandingkan dirinya dengan Jasmine yang telah pergi. tetapi tetap saja mereka mereka yang mengenal Jasmine belum bisa melupakan temannya itu.
Cindy dengan sigap memasukkan barang barang yang penting di ranselnya. malam ini ia bertekad untuk kabur dari pernikahannya dengan cara pergi dari rumah. meskipun jika ia tidak mendapatkan seorang Andra. paling tidak ia berjuang memenuhi impiannya sendiri.
"jika Jasmine bisa. kenapa aku ga. akan ku buktikan pada mereka kalau aku bukan perempuan manja yang hanya mengandalkan harta orang tua dan juga suami yang kaya". bathinnya.
beberapa saat kemudian..
suasana rumah tampak lengang dan sepi. bahkan hanya sebagian lampu di hidupkan sedangkan selebihnya di matikan. Cindy mengendap ngendap keluar kamar menuruni tangga dengan ransel di punggungnya.
setelah melewati berbagai rintangan dari rumahnya, akhirnya Cindy berhasil kabur dari rumah yang memiliki banyak kenangan masa kecilnya. meskipun mereka sering berpindah pindah kota. akan tetapi tetaplah rumah itu menjadi persinggahan mereka akhirnya.
Cindy berjalan kaki bahkan setengah berlari ia menuju ujung jalan dari komplek perumahan mewah tersebut. seluruh penghuni komplek tersebut telah terlelap dalam mimpinya masing masing.
Cindy menyembunyikan dirinya di belakang pos satpam dari komplek perumahan tersebut. setelah dirasanya aman, barulah Cindy mengambil langkah seribu untuk segera kabur dari sana.
dengan nafasnya yang masih terengah engah. ia segera masuk ke dalam angkot yang kebetulan lewat menuju ke pos taxi yang khusus mengantarnya ke Bandara dengan jadwal penerbangan akhir.
selang beberapa menit kemudian..
masih di dalam taxi khusus yang juga terdapat beberapa penumpang di dalamnya. Cindy segera memesan tiket melalui aplikasi yang terpasang di ponselnya.
tetapi naas bagi Cindy jadwal penerbangan akhir telah berakhir. jadinya Cindy memesan tiket dengan jadwal penerbangan awal. akhirnya ia putuskan menginap di hotel sekitar Bandara.
setengah jam kemudian..
__ADS_1
Cindy memandangi pemandangan di luar hotel dari balkon kamarnya, seraya meneguk hot coffe cupnya.
ia melihat ponselnya bersih dari seseorang yang menghubunginya. itu berarti orang rumah belum menyadari kepergiannya malam ini. Cindy segera mencabut kartunya dan menyelipkan di dompetnya. ia memasang kartu darurat yang sempat di belinya di kios ponsel dekat pos taxi yang mengantarnya ke hotel ini.
ia masuk menutup jendela dan pintu dari balkon kamar tersebut. ia melihat lagi jadwal keberangkatannya besok dengan pasti.
"bener bener pagi yang masih buta. semoga aku ga terlambat". gumamnya.
lalu ia mencoba memejamkan matanya. dan meraba sisi tempat tidurnya yang kosong. ntah bagamanana pikirannya pun melayang ke seseorang yang menjadi pujaan hatinya selama ini.
"hmmm. pak Andra". gumamnya.
ia membayangkan jika saja yang dijodohkan oleh keluarganya adalah pak Andra. tentu saja dengan senang hati ia akan ikhlas dan bahagia menerimanya. tanpa sadar ia tersenyum senyum sendiri.
akan tetapi ketika ia mengingat sikap Andra ke pada Jasmine. ia pun menarik senyumnya kembali. ia menarik dalam nafasnya.
"susah banget untuk bisa di cintai seseorang dengan tulus". bathinnya.
karena selama ini kebanyakan laki laki yang mendekatinya dan mau berpacaran dengannya karena ia cantik dan juga kaya. berbeda dengan Jasmine yang semua orang tulus kepadanya.
mungkin hanya Merry yang mau bener bener berteman dengannya secara tulus. atau pun Retha. tetapi Retha sering terlihat bersama Jasmine. sedangkan Merry tunggu di panggil baru datang. dan keseringan ia yang curhat. bukannya Merry.
sebenarnya yang ia butuhkan adalah teman yang mau berbagi apapun padanya. dan juga pasangan hidup yang bener bener tulus mencintai dirinya. bukan pada keluarganya atau pun fisiknya.
malam semakin larut. tetapi terus saja Cindy membolak balikkan tubuhnya di atas ranjang hotel tersebut. rasa gelisah mulai menyelimuti dirinya. ia mencoba memejamkan matanya kembali. menghadirkan sosok Andra di sisinya. memeluk dirinya hingga ia pun terlelap dalam tidurnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
tunjukkan rasa cinta kalian kepada penulis berupa
like
vote
komen
rate
__ADS_1
favorit
agar yang nulis makin tambah semangat buat nge up bonchap nya khusus buat the readers yang caem alias cakep n manizzz... seperti Jasmine.. ❤❤❤😀😊