Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
welcome honey


__ADS_3

beberapa minggu kemudian...


tepuk tangan riuh bergema di Aula kantor pusat setelah Justin menyampaikan mukadimah atas perayaan ulang tahun perusahaannya yang telah memasuki generasi ke tiga. yang dihadiri seluruh keluarga Kehl dan keluarga Ardiansyah. bahkan seluruh staf dan pemegang saham.


para reporter dan bahkan wartawan mengambil foto Justin untuk di jadikan bahan laporan pekerjaan mereka.


Justin menghampiri meja keluarga yang khusus di sediakan di acara tersebut.


ting. pesan masuk ke ponsel Justin. ia tersenyum begitu melihat nama yang mengirim pesan


"kak. udah siap belum memenuhi tugas negaranya?". cepat pulang ya. kangen.. ". Namira dengan emotikon peluknya.


"iya.. sayang. di usahain cepat pulang. kamu udah belajar belum kan besok ujian". jawab Justin sambil tersenyum


"udah donk". balas Namira


"cepat bobo ya? ". biar cepat bangun pagi kita VC an". Balas Justin


"Justin". tegur mona yang memperhatikan Justin sedari tadi masih sibuk dengan ponselnya.


"ah iya ma". Justin tersenyum kikuk dan memasukkan ponsel ke saku jasnya. lalu mulai berbasa basi dengan seluruh pemilik saham.


ting. sebuah pesan bergambar masuk dari surel tak dikenal ke ponsel Justin. Justin terhenyak begitu melihat gambar vulgar dirinya dengan seorang model yang menjebaknya beberapa bulan lalu.


"s**t". maki Justin. lalu ia pamit permisi kepada seluruh pemilik saham. menjauh dari keramaian dan memanggil Alan.


"liat ini. apa yang kau kerjakan selama ini. hah". Justin membentak Alan pelan tetapi dalam.


"maaf pak tetapi semua bukti memang sudah saya musnahkan saat itu juga". jawab Alan


"dengar. cari J*****g itu sekarang juga. bawa dia ke tempat biasa". titah Justin


"baik pak". jawab Alan. seraya melangkah pergi meninggalkan kantor. Alan lalu menelpon seseorang yang akan ikut membantunya dalam pekerjaan kotornya.


belum juga Alan memulai berbicara bau parfum dengan rasa aroma anggrek menyeruak harum di sekitar Alan. ia mulai merasa mengantuk hingga akhirnya Alan tepar saat itu juga.


Dea tersenyum sinis ke Alan. lalu ia menyeret tubuh Alan dan menyembunyikan di salah satu ruangan janitor kantor dan menguncinya disana.


Dea mencari celah untuk meletakkan mini cam yang terhubung langsung ke dua ponsel dan laptopnya yang berada di apartemen rahasianya di ruangan kantor Justin. ia mengetik pesan dengan menggunakan ponsel Alan.

__ADS_1


Ting. pesan masuk dari ponsel Alan ke ponsel Justin. yang mengatakan jika Alan ada di ruangannya. Justin segera menyusul Alan ke ruangannya.


Wangi parfum yang sering ia pakai begitu terasa di hidungnya ketika ia memasuki ruangan kantornya.


netranya mencari sosok yang mengiriminya pesan. lalu ia mencoba menelpon ke ponsel Alan. nada sambung terdengar tetapi Alan belum juga menjawab panggilan darinya.


Dea membiarkan ponsel Alan dengan panggilan masuk atas nama "pak Justin". ia memang sengaja mensilentkan ponselnya Alan. ia hanya perlu menunggu Justin.


Justin yang mulai gelisah dan gerah membuka Jas serta dasi nya. lalu ia membuka satu kancing atas kemejanya. ia juga menggulung lengan kemejanya hingga ke bawah siku.


ia menyetel Ac nya dengan angka seminimal mungkin. Dea yang yang melihat dari ponsel nya tersenyum miring.


Justin yang semakin panas dan membuka kemejanya hingga terlihat dada bidang serta perut yang berotot hasil dari olahraganya. ia terus berusaha menghubungi Alan


Dea semakin melebarkan senyumnya melihat kondisi Justin sekarang. ia sengaja menyetel kembali nada dering di ponsel Alan.


bunyi pintu terbuka dan terlihatlah di mata Dea sosok laki laki yang selalu ada di mimpinya. Dea tersenyum smirk.


"welcome honey".sapa Dea. ia berdiri dengan menggenggam ponsel Alan di tangannya.


Justin yang sedari tadi bertambah gerah dan gelisah dengan hasratnya yang dia tahan. di tambah pemandangan yang mengundang gairah siapa saja yang melihatnya. termasuk Justin.


Dea yang selama ingatannya memang tak pernah bertindak sejauh ini terhadap pria. ia hanya pasrah Ketika kekasih rahasianya, pria yang ia sukai bahkan selalu hadir di mimpinya ini menerjang masuk serta memporak porandakan yang ia pikir selama ini ia jaga.


awalnya yang Dea rasakan memang sakit dan perih tapi kemudian Dea mencoba menikmatinya.


berbeda dengan Justin. ia memang tengah menggebu gebu dan tidak ada kata tunggu untuk memacu di atas tubuh polos itu.


ini adalah kedua kalinya Justin terpaksa melakukan pelampiasan kepada wanita yang tidak ia cintai. setelah sekitar dua tahun yang lalu dalam kasus yang sama.


hanya saja saat itu rasanya begitu berbeda. wanita yang ia tiduri pertama kali adalah gadis yang masih suci. sementara wanita yang ini hanya di awalnya saja yang sempit karena Justin langsung menerjangnya. selebihnya tanpa penghalang apapun.


Empat jam dalam pergumulan panas dengan frekuensi tiga kali akhirnya membuat Justin tumbang di samping tubuh Dea yang polos. ia terlelap pulas seperti bayi. sementara Dea begitu malas bahkan kelelahan dalam melayani Justin. akhirnya juga tertidur di samping Justin.


Mona yang sedari empat jam lalu terus mencari Alan dan Justin. mengomel tak karuan kepada mereka berdua


"udahlah ma.namanya juga anak muda. mungkin gabung sama yang sebaya mereka". Arfan Ardiansyah papa Justin menenangkan istrinya.


"issh si papa ini." kesel mona

__ADS_1


akhirnya mona memasuki lift menuju ke ruangan kantor Justin di ikuti suaminya.


pintu lift terbuka dengan masih mencoba menelpon Justin. ia memasuki ruang kantor pribadi Justin begitupun suaminya.


Mona dan papa Justin yang melihat jas, kemeja, dasi serta sepatu anaknya yang berserakan. mereka saling menatap dengan penuh pertanyaan.


akhirnya papa Justin melangkah ke depan pintu kamar pribadi Justin. diikuti dang istri. Arfan membuka pintu ruang kamar pribadi Justin.


Arfan begitu syok dan air mukanya berubah marah melihat pemandangan di depannya. Mona melihat raut wajah suaminya yang berubah langsung menerobos masuk dan ia teriak marah melihat anak satu satunya seperti ini


"Justin!!!! "


Mona menghampiri Justin dan memukuli Justin dengan guling yang tergeletak di lantai bertubi tubi.


perasaan mona hancur melihat Justin seperti ini. ia menangis sejadi jadinya.


Justin dan Dea yang terlelap tersentak bangun. Justin terkejut melihat sang mama yang menangis meraung raung sedang memukuli dirinya terus menerrus dengan bantal.


sementara Dea merapatkan selimut berwarna navy tersebut ke tubuhnya. ia bersandar di headboard king size tersebut. matanya tak lepas dari pergulatan antara si ibu dan anak.


Dea mendengar Justin yang terus menyangkal bahwa ia di fitnah. ia pun memulai sandiwaranya dan mengeluarkan air mata buayanya.


hal tersebut justru membuat keduanya semakin marah. Justin yang marah pada Dea sedangkan Mama yang semakin tersulut emosinya karena Justin. hingga sang papa menenangkan turun tangan menenangkan sang istri.


dua jam kemudian....


Mona yang masih dengan penuh emosi serta dengan tatapan jijik melihat kedua pasangan zina ini.


sementara Justin bersimpuh memohon ampun pada mama dan papanya. dan menjelaskan dari awal dan juga menunjukkan bukti bukti.


Mona yang mendengar dan melihat semua bukti yang di tunjukkan pada Justin mulai luluh dan menatap tajam kepada Dea.


Dea yang di tatap sedemikian rupa oleh ibunya Justin mulai ketar ketir hatinya....


Nah lho Dea.. mau menghadapi mama mona??


tunggu di chpter selanjutnya ya..


jangan lupa like komen n vote nya dong....

__ADS_1


__ADS_2