Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
pemakaman


__ADS_3

Alma menanti Jasmine di pintu rumah Inka. sementara Jenazah telah selesai di mandikan dan akan di berangkatkan ke pemakaman. para pelayat bergantian mengucapkan belasungkawa dan membaca doa. hingga akhirnya seorang ustad datang meminta ijin agar jenazah segera di berangkatkan untuk di sholatkan. Alma melihat suaminya.


Danang yang dilihat sendu oleh sang istri mengerti jika istrinya saat ini masih berharap dan menunggu Jasmine pulang. tetapi jenazah telah menunggu lama dan melewati waktu yang seharusnya sedari tadi layak untuk di makamkan. ia menggeleng kan kepalanya ke istrinya tanda tidak setuju. dan tidak ada waktu lagi untuk menunggu.


Alma melihat arti gelengan sang suami pun akhirnya menumpahkan air matanya. perasaannya semakin hancur mengingat Jasmine yang hingga kini pun belum ada kabar sama sekali. sementara Alma tidak memiliki nomor ponsel teman temannya Jasmine. bahkan suaminya telah memberitahu pihak kampus Jasmine mengenai kematian mamanya.


Danang mendekati sang istri dan mengajaknya untuk ikut menyolatkan Inka di halaman depan rumah Inka.


Alma masuk ke kamar mandi mengambil wudhu. ia ikut menyolatkan jenazah Inka di pagi yang terlihat cerah tetapi matahari masih saja mengintip malas dari celah celah awan putih yang bergerak karena angin yang bertiup sepoi sepoi tersebut.


suara lantunan merdu surah Alfatihah dari kyai pondok pesantren yang sering di datangi Alma, Jasmine dan Inka ketika hendak memperdalam ilmu agama dan Alquran selama setahun belakangan ini.


setelah satu jam kemudian sholat dan mukadimah yang menyangkut hutang piutang keluarga di sampaikan. dan memohon maaf atas nama Jenazah.


seiring Jenazah diangkat dan di bawa keluar dari halaman rumah, isak tangis Alma, tetangga dan warga yang mengenal Inka dengan baik pun pecah. mereka juga mengantar Inka di pembaringan terakhirnya.


sedangkan Alma yang masih menatap rumah Inka berharap Jasmine tiba. setidaknya Jasmine bisa melihat jasad mamanya, meskipun telah terbungkus kafan untuk terakhir kalinya. ia pun tidak kuasa menahan air matanya. ia pergi meninggalkan rumah Inka dengan hati yang masygul.


di tanah wakaf pemakaman yang di khususkan untuk keluarga Alma, di sinilah Inka di makamkan. mengingat Inka hanya sebatang kara ketika pertama kali ia mengenalnya dalam pertemuan seminar keperawatan di setiap kesempatan. mereka hanya berteman dan saling berkomunikasi melalui media sosial, sebelum di pindah tugaskan di Sumbar.


setelah mereka satu tim kerja di rumah sakit yang sama, barulah Alma mengenal Inka luar dalam dari sifat dan kepribadian Inka yang baik. terlebih ia mulai merasa menyayangi Jasmine yang terpaksa menyandang disabilitas akibat kecelakaan ketika berumur tujuh belas tahun.


gerimis mulai membasahi bumi sumatra yang belakangan ini selalu di sinari matahari, dalam suhu yang cukup menyengat kulit. yah mungkin pun bumi menangis mengiringi kepergian orang baik seperti Inka. yang meninggal pun dalam keadaan tenang.


seiring jenazah di turunkan isak tangis yang tertahan seraya melantunkan kalimat tauhid laillahaillallah hingga tanah merah menutup seluruh celah dari makam tersebut. hingga doa terakhir menutup ritual kifayah tersebut. maka selesailah sudah pelaksanaan kewajiban kifayah umat muslim di kampung tersebut. satu persatu warga permisi pamit.


kini tinggallah Alma dan suaminya yang masih bersabar menunggu istrinya melantunkan ayat suci Alquran surat Al mulk hingga ke surah yasin. setelah selesai mereka berdoa untuk Inka.

__ADS_1


...----------------...


di kampus.


Rendy yang baru saja selesai dengan sidang nya, mendapat kabar jika mamanya Jasmine meninggal tadi malam. mereka menanyakan tentang Jasmine yang belum kembali pulang ke Pdg.


hal ini membuat Rendy langsung menghubungi Retha. sebab ponsel Jasmine dalam mode di luar jangkauan atau tidak aktif.


"Retha. mana Jasmine. mamanya meninggal tadi malam tha??? ". panggil Rendy dan langsung memberitahu permasalahannya tanpa memberi Retha kesempatan menjawab pertanyaan Rendy tadinya.


"apa?. meninggal? ". mama Inka meninggal? " Innalillahiwainnailahiradjiun". ucap Retha lemas.


"ya tha. sekarang kasih tau Jasmine ya? ". sahut Rendy dengan tenggorokan yang tercekat.


"tapi... Jasmine dari semalam udah pulang langsung ke pdg. dengan tiket penerbangan pertama. pak Satria sendiri yang memesan tiketnya". jelas Retha.


"ga. Tha. tadi pagi orang akademik ngasih tau ke anak anak kalau Jasmine tak pulang ke pdg sampai sekarang. makanya kita semua coba hubungi ponsel Jasmine tapi tak aktif aktif." jelas Rendy cemas.


"apa?? ". belum sampai di pdg? ". ya Allah kenapa ini? ". pekik Retha.


sementara Satria yang telah memperhatikan raut wajah Retha yang berubah panik. langsung mendekati nya dan bertanya ada masalah apa.


Retha yang telah mulai lemas seperti tak bertulang. melihat ke arah suara yang muncul di belakangnya. ia melihat pak Satria dan matanya berkaca kaca.


"pak...Jasmine.....mamanya.......".ucap Retha dengan terbata bata menahan isak tangis.


"kenapa Tha? ". tanya Satria heran lalu ia segera meraih ponsel Retha yang masih tersambung panggilan dari Rendy

__ADS_1


"hallo. ini saya pak Satria". ucap Satria tegas


"pak.. saya Rendy pak. Jasmine mana pak? ". mamanya Jasmine udah ga ada pak???". sahut Rendy dengan perasaannya yang sedih dan cemas.


Satria mengerutkan dahinya.


"tetapi semalam Jasmine udah saya ijinkan pulang begitu dapat kabar jika mamanya koma di rumah sakit. saya sendiri yang memesankan tiketnya. harusnya dia sudah sampai dan bisa melihat mamanya". Jelas Satria.


"ga ada pak. Jasmine kata keluarganya hingga kini belum tampak batang idungnya di rumah". jelas Rendy mulai panik.


jika Rendy yang tak memiliki tanggung jawab apa pun terhadap Jasmine saja bisa panik, apalagi dirinya yang jelas jelas membawa Jasmine keluar dari zonanya.


Satria mer*m*s r*m*s rambut di kepalanya. ia mulai merasa ada batu besar yang menimpa di kepalanya. di tambah Retha yang menangis sedih dan cemas karena Jasmine dan mamanya.


Satria mengerti. bagaimana pun Jasmine adalah best friendnya Retha, tentu saja ia akan berasa sedih dan berduka mendengar kabar tentang sahabatnya itu.


hanya saja Satria butuh Retha sekarang untuk membantunya mencari tau dimana Jasmine berada. tetapi ia pikir pun percuma, lalu ia mendekati Retha dan duduk di samping Retha. ia menjulurkan sebelah lengannya untuk merangkul Retha. lalu membawanya ke pelukannya, dan menyenderkan kepalanya ke dadanya yang lebar. ia menepuk nepuk pelan punggung Retha untuk menenangkannya.


"kamu tenang dulu ya? ".abang bakalan cari sampai ketemu Jasminenya. Jasmine juga tanggung jawab abang. dia mahasiswa abang juga. abang yang bawa kalian kemari dan abang juga yang akan bawa kalian pulang kembali ke rumah". ucap Satria terdengar meyakinkan.


padahal jauh di lubuk hatinya Satria. ia juga merasakan kecemasan dan takut yang luar biasa perihal tentang keadaan Jasmine


..."dimanakah Jasmine? ". bathinnya....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


ni aku kasih bonchapnya.. jangan lupa di like, vote, komen. di share juga ya 😉. yuk follow Hazhilka279 dan subscribe youtubenya.. Hazhilka279

__ADS_1


__ADS_2