Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
mengenang


__ADS_3

sudah lebih dari seratus hari semenjak Inka di makamkan dan itu berarti sudah lebih dari tiga bulan lamanya Jasmine dinyatakan menghilang.


Alma menarik dalam nafasnya melihat kondisi didalam rumah Inka yang sunyi. Alma membersihkan rumah Inka setiap dua kali dalam seminggu. hanya untuk memastikan tidak ada barang yang berdebu.


rumah ini benar benar hampa tanpa mereka berdua. sesak itu yang di rasakan Alma mengingat kenangan bersama ibu dan anak itu.


ia memandang foto mereka berdua yang terpasang di dinding rumah tersebut.


"ambo kangen Inka. apo lagi ambo indak tau Jasmine kito ada dimano.". gumam Alma seraya memandang foto tersebut.


"ya Allah selamatkanlah Jasmine dan berilah kesehatan dimana pun Jasmine berado". Alma memohon dalam doanya.


Alma melanjutkan pekerjaannya membersihkan seluruh ruangan rumah itu. ia selalu berharap Jasmine pulang dan menempati rumah ini kembali.


"Dek". panggil Danang suami dari Alma.


Danang tiba tiba muncul di depan pintu rumah Inka. ia masuk dan menghampiri sang istri yang terlihat sendu pada wajahnya yang masih cantik meskipun sudah terlihat beberapa kerutan di ujung matanya.

__ADS_1


"masih sajo awak kemari? ". sudahlah tak usah memaksakan diri". ucapnya menasehati sang istri yang masih saja bersedih.


"ambo kangen sajo uda? ". tak apo habis ini ambo pulang. uda tunggu sajo ambo di rumah". pinta Alma.


"ya sudah. mari sini uda bantu beresin. kito bersihkan samo samo yo? ". ajak Uda Danang.


Danang mengambil sapu yang terletak di sudut dinding dapur. ia mulai menyapu lantai yang mulai berdebu akibat jarang di bersihkan.


Alma tersenyum melihat sang suaminya yang memang pengertian.


"banyak uda di kasih nyo? ". tanya Alma seraya menatap suaminya yang masih menyapu. sementara dirinya masih di sibukkan mengelap perabotan yang berdebu.


"hmm lumayan lah. tak apo nanti kito bagi sajo ke tetangga sini". sahut Danang.


"kalau ada Jasmine dia paling suka ikan sakap di buat kuah lemak yang ambo masak". ucap Alma mengenang Jasmine yang selalu berbinar matanya jika Alma memberikan ikan sakap kesukaan nya.


tanpa terasa bola matanya mengkristal. sementara Danang melihat sang istri yang sedang menghapus titik air mata yang berada di ujung mata sang istri mendekat dan mengelus pelan punggung nya.

__ADS_1


"e..e..e..e.. adek ku ini. menangis sajo kerjanyo. indak boleh begitu lah. awak ni seharusnya berdoa untuk mereka berdua". Danang menasehati sang istri.


"iya uda maaf. ambo tak sengaja menangis. ini air mato tak mau di ajak kompromi barang sebentar sajo". sahut Alma.


"mmm. kau ini dek. yang buat kito menangis karna awak ni belum ikhlas. coba awak ikhlas merelakan mereka berduo. pasti lega rasanyo di hati." Tutur Danang


"iyo uda. ambo mengerti. ambo cuma teringat Jasmine sajo. sebab kabar beritanyo tak jelas dia dimano. apa masih hidup atau tidak. jangankan jasadnyo. identitas berupo tas ransel yang dia bawa pulang saat naik pesawat malam itu pun tak nampak Uda. sedangkan barang barang penumpang lain nyo kenapo bisa ada di temukan". jelas Alma


"mungkin sudah hancur atau terbawa arus dek. kito tidak tau hal seperti itu. Allah lah yang punya kuaso. kito orang cuma manusia biasa dek. " Danang menenangkan sang istri.


"jangan di pikirkan lagi yo. ayok kita bersihkan segera rumah ini. lalu uda bantu adek memasak di dapur. uda yang akan bersihkan ikan nyo. gimano?. setuju indak saran uda ini? " Danang menghibur sang istri yang telah dinikahinya selama dua puluh lima tahun.


Alma tersenyum senang mendengar penuturan suami yang di cintainya. ia pun mengangguk setuju. mereka pun sama sama tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


ayok di like ya. komen and rate ya. biar semangat nge up bonchap ni.. 😀

__ADS_1


__ADS_2