
sudah lebih dari sebulan Cindy dalam pelarian nya dan sudah hampir satu bulan juga Cindy bekerja di kafenya Koh A Liong sebagai pelayan. tetapi tetap saja ia selalu memiliki harapan untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih layak dan sesuai dengan ijazah yang di milikinya.
Cindy setiap saat selalu memeriksa ponselnya. dengan harapan ada notifikasi email masuk dari sebuah perusahaan yang ia lamar selama ini.
ting.
Cindy melirik ke pintu kafe yang terbuka. seorang pria tampan masuk. ia memesan sebuah kopi dengan cup besar dan satu cup jeruk peras dengan sedikit es. ia juga memesan cemilan berupa roti bakar yang di olesi keju.
pria itu memainkan ponselnya sementara menunggu pesanan nya tiba. sedangkan Cindy yang sedang membereskan meja pelanggan melirik ke arah luar jendela dimana mobil dari pria tampan tersebut terpakir di depan kafe.
samar samar Cindy melihat seorang perempuan yang mungkin sebaya dengan dirinya melihat ke arah luar dari jendela mobil di sisi kirinya.
Cindy penasaran akan sosok perempuan yang masih terlilit perban putih di lehernya. Cindy melirik pria itu mengambil bungkusan dari pesanannya. pria itu melewati dirinya begitu saja. sementara tanpa pria itu tau Cindy mengikuti pria itu menuju parkiran hingga pria itu masuk ke dalam mobil dimana perempuan yang sedari tadi membuat Cindy penasaran.
Cindy memperhatikan dengan seksama wajah perempuan muda itu. Cindy terhenyak ketika wajah perempuan muda itu memalingkan wajahnya ke arah pria tadi yang kini berada di samping perempuan itu seraya mengambil salah satu cup minuman yang di pesan pria tadi.
Cindy mengernyit dahi tak percaya jika wajah perempuan muda itu begitu mirip dengan salah satu temannya yang menghilang.
"Jasmine??? ". Gumamnya.
tetapi perempuan muda itu hanya bergeming ketika netra nya menangkap dirinya yang sedang memperhatikan mereka. seolah olah tidak pernah saling kenal.
hingga mobil itu pun berlalu di hadapannya Cindy masih terpaku menatap kepergian sepasang manusia itu.
"apa iya itu Jasmine?? ". Cindy bertanya kepada dirinya sendiri.
"mungkin cuma mirip". gumamnya untuk meyakinkan dirinya sendiri.
"haiya... Cindy. lu olang bengong bengong. itu yang beli udah tunggu di dalam minta buku menu". tegur Aliong melihat Cindy yang bengong di teras kafe pada jam kerja.
"eh... maaf Koh.. permisi". pamit Cindy kikuk.
sementara si pemilik kafe menggeleng heran melihat tingkah anak buahnya yang satu ini.
__ADS_1
...----------------...
Flashback on..
beberapa bulan lalu bersamaan tragedi jatuhnya pesawat
seorang pasien dengan luka di sekujur tubuh dan bersimbah darah di bawa masuk ke ruang gawat darurat. seluruh perawat dan dokter jaga berfokus pada pasien naas tersebut.
seorang dokter memeriksa kondisi pasien di bagian leher dan kepala, sedangkan dokter yang lain memeriksa bagian organ dalam menggunakan Usg. sementara para perawat memasang cairan infus dan memeriksa detak jantung dan tensi darah pasien.
"bawa ke ruang CT scan sekarang". titah Dokter yang menangani bagian kepala tersebut.
karena ia mencurigai sesuatu yang buruk terjadi pada bagian organ vital pasien naas tersebut.
sementara Dokter yang lain mencurigai sesuatu yang buruk terjadi pada alat vital dari pasien perempuan itu.
saat melakukan pemindaian Ct scan. seorang Dokter yang lain melakukan tes visum pada alat vital pasien tersebut.
hingga beberapa saat kemudian kedua Dokter mendapatkan hasil masing masing dari pemeriksaan yang mereka lakukan terhadap pasien naas tersebut. dan benar saja hasil dari pemindaian ct scan sesuai dugaan dari Dokter bedah umum tersebut.
"Dok. kita butuh Dokter spesialis THT dan juga ortopedi". lanjutnya.
"Dok. apa separah itu kondisinya?". tanya Dokter umum yang mencatat kondisi pasien naas tersebut.
"ya.yang paling parah di bagian kepalanya. itu hampir mencakup keseluruhan fungsi alat vitalnya. jika pasien terlalu lama di biarkan. akan berakibat buruk ke depan.
"hubungi dokter ahli yang saya minta". titahnya kepada staf medis yang menangani pasien tersebut.
"baik pak". sahut Dokter umum tersebut. dan ia pun segera menghubungi para Dokter ahli.
sementara seorang Dokter yang melakukan tes visum sedang membaca hasil dari tes tersebut.
"pasien telah mengalami kekerasan seksual sebelumnya". ujarnya ke pada Dokter lain.
__ADS_1
"apa kita harus melaporkan kasus ini? ". tanya Dokter tersebut kepada temannya.
" nanti kita pikirkan. sekarang yang harus kita lakukan adalah menyelamatkan pasien ini. ini penting karena dia adalah korban utama dari kejadian yang terjadi hari ini". jawab Dokter bedah umum tadi.
lalu mereka pun menuju ruang operasi di mana pasien naas tadi telah di letak kan di atas meja operasi.
tak menunggu lama, akhirnya para dokter yang di hubungi pun datang. mereka meminta untuk menceritakan secara detail kondisi pasien saat ini.
"detak jantung stabil. tekanan darahnya juga". jelas seorang dokter ahli anestesi.
"kita mulai melakukan operasi di bagian lehernya".
maka Dokter bedah tersebut mulai membuka sayatan di bagian lehernya. dimana terlihat jelas retakan pada tulang leher yang jika di biarkan lebih lama lagi akan menyebabkan terganggunya fungsi sebagian saraf pada organ vitalnya.
setelah melakukan tindakan di sana. seorang Dokter ahli THT melihat kondisi pasien naas tersebut dengan jarak yang dekat. ia menelisik setiap tenggorokan hingga ke bagian dimana terdapat pita suara yang telah lama rusak.
"sepertinya pasien dulunya pernah mengalami kecelakaan sebelum kecelakaan ini". ujarnya ke pada staf medis yang ada di situ.
mereka saling melirik ke arah Dokter ahli THT tadi.
"apa harus sekalian saya memperbaiki kembali pita suaranya. mungkin tidak akan sempurna seperti aslinya. paling tidak minimal pasien ini bisa berbicara.
"lakukan yang terbaik Dok. yang penting ia selamat dan sehat". saran Dokter yang lain.
akhirnya Dokter ahli THT memperbaiki secara pelan dan pasti pita suara yang rusak tersebut.
"setelah ini. dia mungkin bisa bicara tapi tidak akan kembali sama seperti aslinya". ujar sang Dokter menyelesaikan tugas saat itu.
cukup lama proses operasi di lakukan yang membuat seseorang yang bertindak sebagai wali dari pasien tersebut menjadi jenuh. ia pun meninggalkan ruang tunggu operasi dan memberikan kartu nama pada perawat jaga agar menghubungi nya setelah selesai.
setelah melewati beberapa jam dari operasi besar tersebut. maka pasien pun di pindahkan ke ruang rawat khusus. karena kondisi pasien yang belum sadar dari awal kecelakaan hingga setelah selesainya operasi.
pasien naas itu akhirnya di tempatkan sendiri dalam ruang khusus. dimana segala macam alat medis masih melekat di tubuhnya. sebagai penunjang hidup.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
yok dukung novel ini dengan memberi kan luke, vote, komen, rate dan favorit.